tribungroup.net – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut selama beberapa jam. Kondisi ini menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di beberapa desa. Akibatnya, ratusan warga harus mengungsi demi keselamatan.
Peristiwa banjir terbaru terjadi di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD menyebut curah hujan tinggi menjadi pemicu utama meluapnya aliran sungai di kawasan terdampak.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah akses jalan sempat terputus akibat genangan air dan material lumpur yang terbawa arus.
Hujan Deras Picu Luapan Sungai
Cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah di Gorontalo sejak sore hari. Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut membuat debit air sungai meningkat secara cepat.
BPBD Provinsi Gorontalo melaporkan sedikitnya lima desa di Kecamatan Biau terdampak banjir. Desa yang mengalami genangan antara lain Desa Bualo, Didinga, Biau, Omuto, dan Luhuto.
Sementara itu, wilayah Bone Bolango juga terdampak banjir dan longsor. Petugas gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan membantu warga yang membutuhkan evakuasi.
Menurut laporan sementara, air mulai masuk ke rumah warga pada sore hari. Tinggi genangan bervariasi. Beberapa titik bahkan mencapai lutut orang dewasa.
Warga Panik Saat Air Datang Mendadak
Banyak warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Air datang dengan cepat setelah hujan mengguyur kawasan pegunungan di sekitar pemukiman.
Beberapa keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Sementara itu, sebagian warga bertahan sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
Petugas BPBD bersama aparat kepolisian dan TNI masih bersiaga di lokasi terdampak. Mereka membantu proses evakuasi dan mendistribusikan bantuan darurat kepada warga.
Selain itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Sebab, cuaca di wilayah Gorontalo masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan.
Ratusan Rumah Terdampak Banjir
Banjir di Gorontalo bukan kali pertama terjadi pada musim hujan tahun ini. Sebelumnya, sejumlah daerah juga mengalami kondisi serupa akibat intensitas hujan yang tinggi.
Data BPBD menunjukkan banyak rumah warga terdampak genangan air. Selain rumah, fasilitas umum seperti jalan desa dan lahan pertanian juga ikut terendam.
Aktivitas warga pun terganggu. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, sedangkan sebagian pedagang memilih menghentikan aktivitas sementara karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Petani Mengalami Kerugian
Banjir yang terjadi turut berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah lahan sawah dilaporkan terendam air. Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami gagal panen.
Beberapa warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar kerugian tidak semakin besar. Selain itu, masyarakat meminta adanya normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Di sisi lain, relawan terus membantu membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah warga. Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong agar lingkungan bisa kembali digunakan.
Pemerintah Daerah Siaga Bencana
Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan status siaga di sejumlah wilayah rawan banjir. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan jika kondisi memburuk.
BPBD juga telah menyiapkan logistik darurat seperti makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak.
Menurut keterangan BPBD, cuaca ekstrem menjadi ancaman serius selama musim penghujan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dari petugas.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan deras kembali turun dalam waktu lama, masyarakat disarankan segera mencari tempat aman.
Selain itu, pemerintah mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Tumpukan sampah dapat memperparah banjir karena menghambat aliran air.
Para relawan juga mengajak masyarakat saling membantu selama masa tanggap darurat berlangsung. Solidaritas warga dinilai sangat penting untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Banjir Jadi Ancaman Tahunan di Gorontalo
Banjir di Gorontalo memang kerap terjadi setiap musim hujan. Faktor curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang meluap menjadi penyebab utama bencana tersebut.
Beberapa wilayah bahkan sudah berulang kali mengalami banjir dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah pun terus mendorong upaya mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Penguatan tanggul sungai, perbaikan drainase, dan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah yang dinilai penting. Dengan begitu, risiko kerugian akibat banjir bisa ditekan.
Meski kondisi perlahan mulai terkendali, warga tetap diminta waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Cuaca yang masih tidak menentu membuat potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi di wilayah Gorontalo.
