tribungroup.net – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan seluruh desa di wilayahnya telah menikmati akses listrik pada 2027. Target tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil dan kepulauan.
Komitmen itu disampaikan usai pelaksanaan Alignment Forum Percepatan Program Listrik Desa Berkelanjutan yang mempertemukan pemerintah daerah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), serta sejumlah lembaga terkait. Forum tersebut membahas percepatan elektrifikasi di wilayah yang masih belum tersentuh jaringan listrik.
Bagi Maluku Utara, listrik tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kehadirannya juga dipandang sebagai penggerak ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan.
Puluhan Desa Masih Menunggu Aliran Listrik
Meski tingkat elektrifikasi Maluku Utara terus meningkat, masih terdapat sejumlah desa yang belum menikmati layanan listrik secara penuh.
Jumlah Desa Tanpa Listrik Terus Berkurang
Gubernur Sherly mengungkapkan bahwa saat dirinya dilantik pada awal 2025, masih terdapat sekitar 70 desa yang belum menikmati aliran listrik. Namun, hingga pertengahan 2026, jumlah tersebut telah turun menjadi sekitar 43 desa. Penurunan itu menunjukkan adanya kemajuan dalam pemerataan akses energi di provinsi tersebut.
Meski demikian, pekerjaan besar masih menanti pemerintah daerah dan PLN. Sebagian besar desa yang belum teraliri listrik berada di wilayah terpencil dan memiliki tantangan geografis yang cukup berat.
Kondisi Kepulauan Jadi Tantangan Utama
Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari banyak pulau kecil. Kondisi geografis tersebut membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan biaya dan waktu yang lebih besar dibandingkan wilayah daratan.
Selain itu, beberapa desa hanya dapat diakses melalui jalur laut. Pada musim tertentu, gelombang tinggi juga dapat menghambat distribusi material dan pembangunan jaringan listrik.
Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan agar target elektrifikasi dapat tercapai sesuai jadwal.
Pemprov dan PLN Percepat Infrastruktur Pendukung
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan percepatan pembangunan tidak hanya difokuskan pada jaringan listrik semata.
Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas
Gubernur Sherly menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung program listrik desa. Infrastruktur tersebut meliputi pembangunan akses jalan, jembatan, hingga penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan jaringan kelistrikan.
Menurutnya, kehadiran listrik akan sulit diwujudkan apabila akses menuju desa-desa terpencil masih terbatas.
Karena itu, pemerintah daerah mengedepankan kolaborasi lintas sektor agar seluruh hambatan di lapangan dapat segera diselesaikan.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Forum percepatan listrik desa juga melibatkan berbagai lembaga, seperti Kementerian ESDM, Kejaksaan, BPKP, dan Kementerian ATR/BPN. Keterlibatan banyak pihak diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan serta memastikan pelaksanaannya berjalan transparan dan tepat sasaran.
Pemprov Maluku Utara menilai kerja sama antarlembaga sangat penting mengingat program elektrifikasi membutuhkan dukungan regulasi, pendanaan, dan penyediaan lahan.
Listrik Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan
Bagi masyarakat di daerah terpencil, listrik bukan hanya soal penerangan pada malam hari.
Membuka Peluang Ekonomi Baru
Kehadiran listrik dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah. Pelaku usaha dapat memperpanjang jam operasional dan memanfaatkan peralatan elektronik untuk meningkatkan produktivitas.
Selain itu, listrik juga membuka peluang bagi berkembangnya sektor perikanan, pertanian, dan industri rumahan di Maluku Utara.
Pemerintah daerah berharap elektrifikasi penuh dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan.
Meningkatkan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Akses listrik yang memadai juga berpengaruh pada kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Sekolah dapat memanfaatkan perangkat digital dan jaringan internet dengan lebih baik. Di sisi lain, puskesmas dan fasilitas kesehatan dapat mengoperasikan peralatan medis secara optimal.
Karena itu, pemerataan listrik dipandang sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Target Ambisius yang Perlu Dukungan Bersama
Target elektrifikasi 100 persen pada 2027 memang tergolong ambisius. Namun, Pemerintah Provinsi Maluku Utara optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, PLN, dan masyarakat.
Gubernur Sherly menegaskan bahwa masih adanya desa yang gelap di tengah besarnya potensi Maluku Utara merupakan tantangan yang harus diselesaikan bersama. Menurutnya, tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap energi listrik.
Jika target tersebut tercapai, Maluku Utara akan memasuki babak baru pembangunan. Seluruh desa di provinsi kepulauan itu akan menikmati akses listrik yang merata dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di berbagai sektor kehidupan.
