Mobil Xenia Hangus Terbakar di SPBU Deli Serdang, Dua Korban Luka Bakar dan Polisi Luruskan Fakta

Tribun Group – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu siang, 19 Agustus 2026. Sebuah mobil Daihatsu Xenia tiba-tiba terbakar di area SPBU yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Hamparan Perak, sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian itu berlangsung begitu cepat hingga kendaraan tersebut nyaris tidak tersisa — hanya rangka besi gosong yang menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya kobaran api yang melahap seluruh bodi mobil.

Dua orang yang berada di dalam kendaraan saat kejadian, yakni pengemudi dan satu penumpang, tidak berhasil lolos tanpa cedera. Keduanya mengalami luka bakar dan harus segera dilarikan ke rumah sakit swasta di kawasan Hamparan Perak untuk mendapat penanganan medis. Kepanikan pun melanda warga sekitar dan pengendara yang melintas begitu melihat asap hitam tebal membumbung tinggi dari arah SPBU.

Yang membuat kejadian ini makin ramai diperbincangkan adalah beredarnya informasi yang menyebut bahwa pengemudi mengisi BBM menggunakan jerigen plastik di dalam kabin mobil — sesuatu yang tentu sangat berbahaya. Namun polisi langsung turun tangan meluruskan kabar tersebut. Lalu, apa sebenarnya yang memicu kebakaran itu? Dan bagaimana kronologi lengkapnya?

Kronologi Xenia Terbakar di SPBU Hamparan Perak

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Ipda Revalino Peranginangin, kebakaran ini diduga kuat berawal dari kebocoran pada tangki bahan bakar kendaraan. Kebocoran itu lantas memicu percikan api akibat adanya gangguan korsleting arus listrik pada kendaraan.

“Kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran pada tangki mobil yang memicu percikan api akibat korsleting arus listrik,” ujar Ipda Revalino, sebagaimana dikutip dari Tribun Medan.

Kombinasi antara uap bahan bakar yang bocor dan loncatan listrik adalah skenario yang memang sangat rawan memicu kebakaran, terutama di area SPBU yang sarat dengan bahan mudah terbakar. Dalam hitungan detik, api bisa membesar dengan cepat dan sulit dikendalikan, apalagi di ruang terbuka dengan pasokan oksigen yang cukup.

Api Membesar, Petugas SPBU Berupaya Memadamkan

Begitu api mulai terlihat, petugas SPBU tidak tinggal diam. Mereka segera mengambil alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di stasiun pengisian bahan bakar itu dan berusaha menjinakkan kobaran api. Namun sayangnya, api sudah telanjur membesar terlalu cepat. Upaya pemadaman awal tidak mampu membendung laju api yang melahap habis bodi kendaraan.

Asap hitam pekat yang mengepul ke udara membuat situasi di sekitar SPBU semakin panik. Pengendara yang melintas spontan berhenti atau berusaha menjauhi lokasi kejadian. Warga sekitar pun berdatangan, antara penasaran dan khawatir api meluas ke area lain di SPBU.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah beberapa saat, meski seluruh bagian mobil Xenia tersebut sudah habis terbakar. Yang tersisa hanyalah kerangka logam yang hitam dan hangus — pemandangan yang cukup memilukan bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Berita Lain  Kontroversi Air Aqua: Dari Persepsi 'Mata Air Gunung' hingga Fakta Air Tanah

Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengemudi dan satu penumpang yang berada di dalam kendaraan mengalami luka bakar akibat kejadian ini. Keduanya dievakuasi dari lokasi kejadian dan langsung dibawa ke rumah sakit swasta di kawasan Hamparan Perak untuk mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

“Dua orang mengalami luka bakar dan saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit swasta di kawasan Hamparan Perak untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Revalino.

Hingga berita ini dituliskan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka bakar yang dialami kedua korban. Namun yang pasti, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini — sebuah hal yang patut disyukuri mengingat betapa cepatnya api membakar kendaraan tersebut.

Polisi Bantah Penggunaan Jerigen: Ini Faktanya

Di tengah ramainya pemberitaan soal kebakaran Xenia ini, muncul informasi yang beredar di masyarakat bahwa pengemudi diduga mengisi BBM menggunakan jerigen plastik di dalam mobil. Praktik semacam ini memang sudah dikenal luas sebagai kebiasaan berbahaya yang kerap dilakukan sebagian pengemudi, terutama di daerah yang suplai BBM-nya tidak stabil.

Namun polisi langsung mengklarifikasi hal ini. Ipda Revalino Peranginangin menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada petugas SPBU yang bertugas saat kejadian berlangsung.

“Kami sudah mengklarifikasi kepada petugas SPBU. Korban mengisi BBM secara resmi langsung ke dalam tangki mobil, bukan menggunakan jerigen,” tegasnya.

Pernyataan ini penting untuk diluruskan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. Pengemudi Xenia tersebut mengisi bahan bakar melalui prosedur yang benar — langsung ke tangki kendaraan. Dengan demikian, dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh jerigen plastik di dalam kabin mobil secara resmi dibantah oleh pihak kepolisian.

Penyebab Sementara Masih Dalam Penyelidikan

Meski dugaan awal mengarah pada kebocoran tangki dan korsleting listrik, polisi menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Proses ini penting dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa bisa dicegah ke depannya.

Sementara itu, bangkai kendaraan yang sudah hangus tersebut dievakuasi dari area SPBU menggunakan mobil derek dan dibawa ke Mapolsek Hamparan Perak. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi sekaligus memungkinkan operasional SPBU kembali berjalan normal tanpa gangguan lebih lanjut.

Pelajaran Penting: Keselamatan di SPBU Tidak Bisa Disepelekan

Insiden ini seharusnya menjadi pengingat serius bagi semua pengguna kendaraan bermotor. SPBU adalah area dengan potensi bahaya tinggi karena adanya bahan bakar mudah terbakar di mana-mana. Satu percikan kecil — baik dari korsleting listrik, gesekan, maupun sumber panas lain — bisa memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dalam sekejap.

Berita Lain  Kebakaran Kios Pecel Lele di Gunungputri Bogor: Ibu dan Anak Tewas, Cucu Masih Dicari

Hal-Hal yang Wajib Diperhatikan Saat di SPBU

Ada beberapa kebiasaan dasar yang sering diabaikan namun sangat krusial untuk keselamatan di area pengisian bahan bakar. Pertama, matikan mesin kendaraan sebelum mengisi BBM. Ini bukan sekadar aturan formalitas — mesin yang menyala meningkatkan risiko percikan api bertemu dengan uap bahan bakar. Kedua, jangan gunakan ponsel di dekat area pengisian karena gelombang elektromagnetik dan panas dari perangkat elektronik bisa menjadi pemicu berbahaya.

Ketiga — dan ini yang paling relevan dengan kasus Xenia di Deli Serdang — jangan pernah menyimpan atau mengisi BBM menggunakan jerigen plastik di dalam kabin kendaraan yang sedang atau baru saja mengisi bahan bakar. Meski polisi sudah memastikan pengemudi Xenia tidak melakukan hal ini, praktik tersebut memang masih kerap dilakukan di lapangan dan sangat berisiko tinggi.

Selain itu, kondisi kendaraan juga perlu mendapat perhatian rutin. Kebocoran tangki bahan bakar adalah masalah yang sebenarnya bisa dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan berkala. Bau bahan bakar yang tidak biasa di dalam kabin, penurunan performa mesin secara tiba-tiba, atau bercak cairan di bawah kendaraan bisa menjadi tanda-tanda awal yang tidak boleh diabaikan.

Kondisi Terkini dan Penanganan Pascakejadian

Setelah proses evakuasi dan pemadaman selesai, operasional SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Hamparan Perak berangsur kembali normal. Kerangka mobil Xenia yang hangus sudah diamankan di Mapolsek Hamparan Perak sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kedua korban luka bakar, yakni pengemudi dan penumpang kendaraan, masih menjalani perawatan medis di rumah sakit swasta setempat. Kondisi dan perkembangan kesehatan keduanya belum diinformasikan secara resmi oleh pihak kepolisian maupun rumah sakit hingga saat ini.

Polisi dari Polsek Hamparan Perak terus mendalami kasus ini untuk menemukan penyebab pasti kebakaran. Proses penyelidikan melibatkan pemeriksaan kerangka kendaraan serta keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Kebakaran Xenia di SPBU Deli Serdang ini bukan sekadar berita insiden biasa. Di baliknya ada pesan yang jauh lebih penting: keselamatan berkendara dan kewaspadaan di area rawan seperti SPBU adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan tunggu musibah datang lebih dulu sebelum mulai peduli terhadap kondisi kendaraan dan kebiasaan mengisi bahan bakar yang aman. Pastikan kendaraan Anda rutin diperiksa, dan selalu patuhi aturan keselamatan di area SPBU — karena satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *