Sherly Tjoanda Semprot Kepala Sekolah saat Sidak, Dana BOS Rp1 Miliar Dipertanyakan karena Fasilitas Memprihatinkan

Sherly Tjoanda Semprot Kepala Sekolah saat Sidak, Dana BOS Rp1 Miliar Dipertanyakan karena Fasilitas Memprihatinkan

tribungroup.net – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 1 Halmahera Tengah dan menemukan sejumlah persoalan yang langsung menjadi perhatian. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi ruang belajar yang kurang terawat, lampu kelas yang mati, serta toilet sekolah yang rusak. Temuan itu membuat Sherly mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah.

Momen sidak tersebut terekam dalam video yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sherly terlihat berdialog langsung dengan kepala sekolah mengenai penggunaan anggaran. Ia menilai fasilitas dasar seharusnya menjadi prioritas utama sebelum sekolah mengajukan kebutuhan lain yang lebih besar.

Menurut Sherly, sekolah yang memperoleh dana operasional dalam jumlah besar semestinya mampu menjaga kualitas lingkungan belajar. Ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa dan tenaga pendidik.

Sidak Ungkap Berbagai Masalah di Lingkungan Sekolah

Lampu Kelas Mati dan Ruangan Tampak Kurang Terawat

Saat memasuki salah satu ruang kelas, Sherly langsung memperhatikan kondisi ruangan yang terlihat kurang bersih. Ia kemudian menanyakan penyebab lampu yang tidak berfungsi kepada kepala sekolah.

Kepala sekolah menjelaskan bahwa lampu tersebut belum sempat diganti. Jawaban itu mendapat respons tegas dari Sherly. Menurutnya, penggantian lampu merupakan persoalan sederhana yang seharusnya dapat diselesaikan tanpa harus menunggu waktu lama.

Ia mengingatkan bahwa ruang belajar yang nyaman akan mendukung proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, perawatan fasilitas dasar tidak boleh diabaikan.

Selain lampu, beberapa bagian bangunan juga tampak membutuhkan perhatian. Sherly meminta pihak sekolah segera melakukan pembenahan agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang layak.

Toilet Rusak Menjadi Perhatian Khusus

Temuan lain yang membuat Sherly prihatin adalah kondisi toilet sekolah. Sejumlah fasilitas sanitasi dilaporkan mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.

Menurut Sherly, toilet merupakan kebutuhan mendasar yang harus tersedia dalam kondisi bersih dan layak. Ia menilai kualitas sanitasi memiliki hubungan langsung dengan kesehatan para siswa.

Berita Lain  Pendaftaran PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka, Tersedia 3.053 Formasi untuk Lulusan PPG

Karena itu, ia meminta pihak sekolah segera memperbaiki fasilitas tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa dana operasional sekolah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan fasilitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dana BOS Menjadi Sorotan

Sherly Pertanyakan Penggunaan Anggaran

Dalam dialog dengan kepala sekolah, Sherly menyinggung besarnya dana BOS yang diterima sekolah. Berdasarkan data yang disampaikan saat sidak, sekolah memperoleh dana operasional yang nilainya mencapai sekitar Rp1 miliar.

Dengan anggaran sebesar itu, Sherly mempertanyakan mengapa masih terdapat berbagai kerusakan yang belum diperbaiki.

Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana pendidikan digunakan. Transparansi menjadi hal penting agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Sherly juga meminta seluruh kepala sekolah di Maluku Utara menjadikan pengelolaan anggaran sebagai bentuk tanggung jawab kepada siswa, orang tua, dan pemerintah.

Pengelolaan Harus Tepat Sasaran

Sherly menjelaskan bahwa dana BOS memiliki tujuan utama untuk mendukung kegiatan operasional sekolah. Oleh karena itu, penggunaan anggaran harus disusun berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak.

Perawatan gedung, perbaikan fasilitas belajar, hingga penyediaan lingkungan sekolah yang aman dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Ia berharap tidak ada lagi sekolah yang membiarkan kerusakan sederhana berlarut-larut, sementara anggaran operasional tersedia sesuai perencanaan.

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

Kepala Sekolah Diminta Lebih Responsif

Dalam kesempatan tersebut, Sherly mengingatkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Menurutnya, seorang kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar mengajar, tetapi juga terhadap pengelolaan fasilitas dan anggaran.

Ia meminta seluruh kepala sekolah lebih cepat merespons berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah. Langkah kecil seperti mengganti lampu atau memperbaiki keran yang rusak dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap kenyamanan siswa.

Berita Lain  Wamen Sosial Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Emas Bagi Siswa untuk Raih Masa Depan

Sherly juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan membangun budaya merawat fasilitas sekolah secara bersama-sama.

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Hal Sederhana

Sherly menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak selalu harus dimulai dari pembangunan gedung baru.

Menurutnya, menjaga kebersihan kelas, memastikan pencahayaan berfungsi, serta menyediakan toilet yang layak merupakan langkah awal yang sangat penting.

Ia berharap seluruh sekolah di Maluku Utara mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman sehingga siswa dapat belajar dengan lebih optimal.

Sidak Akan Dilakukan Secara Berkala

Sherly memastikan bahwa inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Maluku Utara.

Ia menilai kunjungan langsung ke lapangan menjadi cara efektif untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan berdasarkan fakta, bukan hanya laporan administratif.

Selain mengevaluasi fasilitas, sidak juga akan menjadi sarana untuk mendengar langsung aspirasi guru, kepala sekolah, dan peserta didik mengenai berbagai kebutuhan pendidikan.

Transparansi Menjadi Kunci Pengelolaan Pendidikan

Sidak di SMAN 1 Halmahera Tengah menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan. Dana BOS yang disalurkan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.

Sherly Tjoanda menegaskan bahwa setiap kepala sekolah harus mampu mengelola anggaran secara efektif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas lingkungan belajar yang dirasakan siswa setiap hari.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen memperkuat pengawasan serta mendorong seluruh sekolah agar memanfaatkan dana BOS sesuai prioritas. Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas pendidikan diharapkan semakin baik dan mampu mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *