Polisi Buru Otak Peretasan Bank Jambi, WNA Bulgaria Diduga Kendalikan Aksi Pembobolan Ribuan Rekening

Polisi Buru Otak Peretasan Bank Jambi, WNA Bulgaria Diduga Kendalikan Aksi Pembobolan Ribuan Rekening

tribungroup.net – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi terus mengembangkan kasus pembobolan ribuan rekening nasabah Bank Jambi yang mengakibatkan kerugian hingga Rp144,82 miliar. Setelah menangkap tiga tersangka di Indonesia, penyidik kini memfokuskan pengejaran terhadap seorang warga negara Bulgaria yang diduga menjadi pengendali utama jaringan kejahatan siber tersebut.

Kasus ini menjadi salah satu kejahatan siber terbesar yang pernah ditangani di Jambi. Modus operasinya dinilai sangat terorganisasi karena melibatkan perekrutan puluhan orang untuk membuka rekening bank dan akun aset kripto yang kemudian digunakan sebagai jalur pencucian uang hasil pembobolan.

Polda Jambi memastikan penyelidikan masih terus berjalan. Selain memburu pelaku utama yang berada di luar negeri, penyidik juga berupaya menelusuri aliran dana agar aset hasil kejahatan dapat dipulihkan.

Ribuan Rekening Nasabah Menjadi Korban

Kasus ini bermula setelah Bank Jambi melaporkan adanya transaksi tidak wajar pada ribuan rekening nasabah.

Hasil investigasi menunjukkan sebanyak 6.609 rekening menjadi sasaran pembobolan. Dana milik nasabah dipindahkan secara bertahap sebelum dikonversi menjadi aset kripto dan dikirim ke dompet digital di luar negeri hanya dalam waktu singkat.

Kecepatan perpindahan dana menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik. Oleh karena itu, polisi menggandeng ahli digital forensik serta berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait.

Serangan Sudah Dipersiapkan Sejak Lama

Penyidik mengungkap bahwa aksi tersebut bukan kejahatan yang dilakukan secara spontan.

Jaringan pelaku diduga telah menyiapkan operasinya sejak akhir 2025. Mereka merekrut puluhan orang untuk membuka rekening bank dan akun aset kripto menggunakan identitas masing-masing.

Seluruh akses terhadap rekening tersebut kemudian diserahkan kepada jaringan yang dikendalikan oleh pelaku utama. Saat aksi dilakukan, rekening-rekening itu menjadi tempat transit dana hasil pembobolan sebelum dipindahkan ke luar negeri.

Berita Lain  Polisi Gerebek Kos di Tangerang, Kasus Dugaan Penyekapan Wanita Selama Tiga Tahun Terungkap

Tiga Tersangka Sudah Diamankan

Dalam pengungkapan perkara ini, Polda Jambi telah menetapkan tiga tersangka berinisial DD, TAS, dan AA.

Menurut penyidik, masing-masing memiliki peran berbeda. DD diduga menjadi penghubung utama dengan jaringan warga negara Bulgaria. Sementara itu, TAS bertugas mencari orang yang bersedia membuka rekening dan akun aset kripto dengan imbalan uang. Adapun AA membantu proses administrasi serta verifikasi identitas akun.

Polisi menyebut ketiga tersangka mengetahui bahwa rekening tersebut akan digunakan oleh pihak lain, meski penyidikan masih terus mendalami sejauh mana keterlibatan mereka dalam aksi pembobolan.

Rekrut Pengemudi Ojek Online

Salah satu fakta yang terungkap adalah adanya perekrutan puluhan pengemudi ojek online.

Mereka diminta membuka rekening bank dan akun aset kripto dengan imbalan sekitar Rp5 juta per orang.

Sebagian besar tidak mengetahui bahwa data dan rekening tersebut akan digunakan sebagai sarana pencucian uang hasil kejahatan siber. Namun, seluruh fakta tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

Polisi Kejar Pelaku Utama Asal Bulgaria

Setelah menangkap jaringan di Indonesia, fokus penyidik kini tertuju pada warga negara Bulgaria yang diduga menjadi otak operasi.

Polda Jambi telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Divisi Hubungan Internasional Polri, serta sejumlah lembaga penegak hukum untuk melacak keberadaan pelaku.

Kerja sama lintas negara dinilai sangat penting karena sebagian aliran dana mengarah ke dompet digital di luar Indonesia.

Aset Senilai Belasan Miliar Berhasil Dibekukan

Meski pelaku utama masih diburu, penyidik telah membekukan aset hasil kejahatan senilai sekitar Rp18,94 miliar.

Penyitaan tersebut menjadi langkah awal dalam upaya memulihkan kerugian yang dialami Bank Jambi dan para nasabah.

Selain uang, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti digital, dokumen elektronik, hasil analisis forensik, serta data transaksi yang diduga berkaitan dengan aksi pembobolan.

Berita Lain  Terbongkar! Vila di Bali Dijadikan Pabrik Vape Ganja, Tiga Warga Asing Ditangkap Polisi

Kejahatan Siber Semakin Terorganisasi

Kasus Bank Jambi memperlihatkan bahwa kejahatan siber kini dilakukan dengan metode yang semakin kompleks.

Pelaku tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga membangun jaringan lintas negara untuk menyamarkan aliran dana.

Menurut pengamat keamanan siber, penggunaan aset kripto menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum karena perpindahan dana dapat berlangsung sangat cepat.

Namun demikian, teknologi digital forensik dan kerja sama internasional kini semakin mampu membantu proses pelacakan.

Masyarakat Diminta Waspada

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyerahkan identitas pribadi maupun membuka rekening atas permintaan pihak yang tidak dikenal.

Rekening bank dan akun aset digital memiliki tanggung jawab hukum.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan seluruh data pribadi digunakan hanya untuk kepentingan yang sah.

Apabila menerima tawaran pembukaan rekening dengan imbalan uang, masyarakat disarankan segera menolaknya dan melaporkan kepada pihak berwenang.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polda Jambi menegaskan pengungkapan kasus ini belum berakhir.

Penyidik masih memburu pelaku utama yang diduga berada di luar negeri sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain di Indonesia.

Selain menangkap seluruh pelaku, kepolisian juga berupaya mengembalikan sebanyak mungkin dana hasil kejahatan kepada pihak yang berhak.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa ancaman kejahatan siber terus berkembang dan membutuhkan kolaborasi antara aparat, lembaga keuangan, penyedia layanan digital, serta masyarakat. Dengan penyelidikan yang terus berjalan, diharapkan seluruh jaringan dapat diungkap sehingga keamanan sistem perbankan nasional semakin terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *