Cara Pakai Highlighter yang Benar agar Garis Halus di Wajah Tidak Makin Ketara

Cara Pakai Highlighter yang Benar agar Garis Halus di Wajah Tidak Makin Ketara

Tribun GroupHighlighter adalah salah satu produk makeup yang paling dicintai karena kemampuannya menghadirkan efek glowing instan. Sapuan tipis di area yang tepat bisa membuat wajah terlihat segar, berdimensi, dan seolah-olah bersinar dari dalam. Tapi ada satu kondisi di mana highlighter bisa berbalik jadi “musuh” — yaitu ketika digunakan pada kulit yang mulai menampakkan garis halus atau kerutan.

Bayangkan kamu sudah meluangkan waktu untuk merias wajah dengan teliti, lalu di penghujung rutinitas kamu mengaplikasikan highlighter favorit — dan hasilnya justru membuat tekstur kulit semakin menonjol. Bukan glowing yang kamu dapat, malah tampilan kulit yang terlihat lebih “ramai” dari sebelumnya. Ini bukan pengalaman yang asing bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki mature skin atau kulit dengan pori-pori yang cukup terlihat.

Kabar baiknya, ini bukan soal harus berhenti memakai highlighter. Ini soal cara memakainya. Penata rias selebriti Maria Ortega membagikan panduan praktis tentang bagaimana highlighter bisa tetap memberikan hasil cantik tanpa membuat garis halus semakin tampak. Berikut adalah poin-poin yang bisa langsung kamu terapkan.

Kenapa Highlighter Bisa Mempertegas Garis Halus?

Sebelum masuk ke tekniknya, penting untuk memahami dulu mengapa masalah ini bisa terjadi. Highlighter bekerja dengan cara memantulkan cahaya — itulah yang menciptakan efek bercahaya di wajah. Namun, cahaya yang dipantulkan tidak membeda-bedakan mana permukaan kulit yang halus dan mana yang bertekstur.

Ketika partikel kilau dari highlighter jatuh di area yang memiliki kerutan, pori-pori besar, atau tekstur kulit yang tidak merata, pantulan cahaya justru akan menyoroti area tersebut secara berlebihan. Efeknya mirip seperti sorotan lampu yang diarahkan ke dinding yang retak — bukannya menyamarkan, malah mempertegas setiap detail yang ada.

Inilah alasan mengapa pemilihan formula dan penempatan highlighter menjadi dua faktor yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi kulit yang sudah mulai menampakkan tanda-tanda penuaan atau memiliki tekstur yang lebih kompleks.

Tips Memakai Highlighter agar Garis Halus Tidak Makin Terlihat

1. Lewati Area Sekitar Mata dan Zona Bertekstur Lainnya

Langkah pertama yang disarankan Ortega adalah menghindari penggunaan highlighter di area yang paling rentan — yaitu kerutan di sekitar mata, ujung hidung, dan area dengan pori-pori yang membesar. Meski area bawah mata sering dijadikan target untuk efek “melek dan segar,” ini justru bisa menjadi jebakan jika kulit di sana sudah memiliki tekstur tertentu.

Berita Lain  AI UGM LISA Viral Sebut Jokowi Bukan Alumni, Begini Penjelasan Resmi Kampus

“Highlighter berkilauan, terutama dalam formula bubuk, dapat memperbesar pori-pori, mempertegas kedalaman kerutan dan tekstur kulit karena memantulkan cahaya,” jelas Ortega. Prinsipnya sederhana: cahaya akan selalu mencari dan menyoroti permukaan yang tidak rata. Jadi, hindari mengaplikasikan produk berkilau di area yang ingin kamu samarkan, bukan tampilkan.

Ini adalah perubahan kebiasaan kecil yang dampaknya cukup signifikan. Alih-alih menyapukan highlighter di sekitar tulang mata, cukup fokuskan pada bagian yang benar-benar datar dan minim tekstur.

2. Pilih Formula Krim atau Cair, Bukan Bubuk

Salah satu keputusan terpenting dalam memilih highlighter yang tepat untuk mature skin adalah soal formulanya. Highlighter berbentuk bubuk memiliki partikel yang lebih besar dan sangat reflektif, sehingga cenderung “menempel” di permukaan kulit dan mempertegas setiap detail tekstur yang ada di bawahnya.

Sebaliknya, highlighter berbasis krim atau cair memiliki tekstur yang lebih ringan dan mampu menyatu dengan lapisan kulit. Cara kerjanya lebih menyerupai pantulan cahaya alami dari dalam kulit, bukan efek glitter yang terlihat jelas di permukaan. Ortega menyebutkan bahwa formula krim dan cair memberikan “kilau sehat, pancaran, dan kelembutan pada kulit” — sesuatu yang terlihat jauh lebih alami dan tidak berlebihan.

Jika kamu terbiasa menggunakan highlighter bubuk dan enggan melepasnya sepenuhnya, coba jadikan highlighter krim sebagai lapisan pertama, lalu tambahkan sedikit bubuk di atasnya hanya jika diperlukan. Pendekatan layering ini bisa memberi kilau yang lebih terkontrol.

3. Fokuskan Aplikasi pada Area Wajah yang Menonjol dan Halus

Setelah tahu area mana yang harus dihindari, saatnya mengetahui ke mana sebaiknya highlighter diarahkan. Menurut Ortega, bagian pipi yang paling menonjol (tulang pipi) adalah titik ideal untuk aplikasi highlighter. Area ini cenderung memiliki permukaan yang lebih rata, sehingga pantulan cahaya akan terlihat bersih dan merata.

“Mengaplikasikan highlighter pada bagian pipi yang menonjol, pangkal hidung, dan tulang selangka memberikan kilau dari dalam, sekaligus terlihat alami,” katanya. Pangkal hidung yang halus juga bisa menjadi area yang aman, asalkan tekstur kulitnya tidak terlalu kasar. Bahkan punggung tangan dan jari pun bisa mendapat sedikit sapuan highlighter untuk memperluas efek glowing secara keseluruhan.

Berita Lain  10 Produk Rumah Tangga yang Bisa Didaur Ulang dan Cara Kreatif Mengolahnya

Kuncinya adalah memastikan cahaya jatuh di permukaan yang paling rata, sehingga hasil akhirnya terlihat seperti kilau kulit sehat — bukan seperti produk yang sengaja ditempelkan di atas kulit.

4. Hindari Highlighter Berpartikel Glitter yang Terlalu Kasar

Tidak semua produk yang berlabel “highlighter” memberikan hasil yang sama. Ada perbedaan besar antara produk dengan kilau satin atau mutiara dibandingkan dengan yang mengandung partikel glitter kasar yang terlihat jelas dengan mata telanjang.

Highlighter dengan partikel glitter besar cenderung membuat produk tampak “numpang” di permukaan kulit — tidak menyatu, tidak natural, dan sangat mudah terperangkap di tekstur kulit. Ortega dengan tegas menyarankan untuk memprioritaskan highlighter dengan hasil akhir satin atau mutiara halus. Jenis ini jauh lebih mampu meniru tampilan kulit yang benar-benar sehat dan bercahaya dari dalam.

“Menggunakan highlighter bubuk dan yang sangat berkilauan dapat mempertegas garis-garis halus dan kerutan. Ini juga cenderung membuat pori-pori terlihat lebih besar,” ujar Ortega. Pesan yang jelas: semakin glittery sebuah produk, semakin besar risikonya untuk mature skin atau kulit bertekstur.

Membangun Kebiasaan Makeup yang Lebih Cerdas

Menggunakan highlighter dengan benar bukan soal mengorbankan penampilan demi “aman.” Ini soal memahami bagaimana produk bekerja pada kulitmu secara spesifik, lalu menyesuaikan teknik dan pilihan produk agar hasilnya benar-benar optimal. Kulit yang berbeda butuh pendekatan yang berbeda — dan itu bukan kelemahan, melainkan kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri.

Mulai dari langkah sederhana: ganti highlighter bubuk dengan formula krim, pindahkan titik aplikasi dari bawah mata ke tulang pipi, dan pilih produk dengan kilau yang lebih halus. Perubahan kecil ini bisa menghadirkan perbedaan yang cukup besar pada hasil riasan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, makeup yang baik bukan yang paling banyak lapisannya, melainkan yang paling tepat cara pakainya. Jadi, sebelum kamu menyapukan highlighter berikutnya, luangkan sebentar untuk memikirkan: di mana cahaya ini sebaiknya jatuh? Jawaban dari pertanyaan sederhana itu bisa mengubah seluruh tampilan riasanmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *