TRIBUN GROUP – Bayangan kelam tengah menyelimuti Tottenham Hotspur Stadium. Kekalahan telak 1-4 dari Arsenal dalam derbi akhir pekan lalu bukan sekadar luka gengsi. Kekalahan itu membuat The Lilywhites hanya berjarak empat poin dari zona merah, tepat di atas West Ham United yang berada di peringkat 18 . Dengan hanya menyisakan 11 pertandingan, ancaman degradasi ke Championship bukan lagi sekadar teori konspirasi, melainkan skenario mengerikan yang harus dihadapi manajemen.
Kegalauan fans meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir. Awal musim, ada optimisme di bawah asuhan Thomas Frank. Ekspektasi minimal finis di posisi enam atau tujuh untuk merebut tiket Eropa masih terjaga . Namun, delapan bulan kebersamaan berakhir pada awal Februari 2026 tanpa perbaikan signifikan . Penggantinya, Igor Tudor, memulai petualangan dengan cara terburuk: dipermalukan Arsenal di depan pendukung sendiri.
Ironisnya, skuad musim ini dihiasi nama-nama top seperti Xavi Simons, Randal Kolo Muani, Mathys Tel, dan Mohammed Kudus yang didatangkan pada musim panas 2025 dengan nilai transfer fantastis . Namun, performa tim justru jeblok. Jika situasi ini berujung degradasi, konsekuensinya akan jauh lebih pahit daripada sekadar cemoohan suporter.
Bencana Finansial dan Kontrak Tanpa Jaring Pengaman
Kekhawatiran terbesar manajemen ada pada aspek finansial. Menurut laporan The Telegraph yang dikutip dari Sportbible dan The Athletic, sebagian besar kontrak pemain Tottenham tidak memiliki klausul pemotongan gaji otomatis jika tim terdegradasi . Ini berarti, jika Spurs turun kasta, mereka tetap harus membayar gaji pemain bintang dengan nilai setara Premier League sementara pendapatan klub merosot drastis.
Memang, pemain akan kehilangan bonus kualifikasi Eropa, yang setidaknya sedikit meringankan beban klub . Namun, mempertahankan struktur gaji sebesar itu di Championship adalah kemustahilan. Akibatnya, skenario “obral pemain” menjadi keniscayaan. Para pemain dengan gaji tertinggi dipastikan menjadi yang pertama beringsut keluar.
Sembilan Pemain Bergaji Ratusan Juta Rupiah Per Peku
Berdasarkan data dari Capology, setidaknya ada sembilan pemain tim utama yang saat ini menerima gaji di atas £100.000 (sekitar Rp2,04 miliar) per pekan . Mereka adalah motor tim yang harus segera dicarikan pelabuhan baru jika skenario terburuk terjadi:
Xavi Simons (£100k+/pekan)
Cristian Romero (£100k+/pekan)
James Maddison (£100k+/pekan)
Conor Gallagher (£100k+/pekan)
Randal Kolo Muani (£100k+/pekan)
Mohammed Kudus (£100k+/pekan)
Dominic Solanke (£100k+/pekan)
Joao Palhinha (£100k+/pekan)
Dejan Kulusevski (£100k+/pekan)
Di bawah mereka, ada kelompok pemain dengan gaji antara £85.000 (Rp1,73 miliar) hingga £90.000 (Rp1,84 miliar) per pekan seperti Richarlison, Micky van de Ven, Pedro Porro, dan Radu Dragusin .
Siapa Saja yang Paling Berisiko Hengkang?
Para pakar sepak bola yakin bahwa eksodus besar-besaran tak terhindarkan. Lini pertahanan yang sempat menjadi kekuatan di bawah Frank diprediksi akan habis dilalap bursa transfer. Guglielmo Vicario, Pedro Porro, Destiny Udogie, Micky van de Ven, dan Cristian Romero adalah para pemain internasional berpengalaman yang tak akan mau menghabiskan masa puncak karier mereka di divisi dua .
Di lini tengah, kepergian Conor Gallagher dan Rodrigo Bentancur juga sulit dihindari. Gallagher sendiri diminati Aston Villa sebelum memilih Tottenham pada Januari lalu, dan ia dipastikan ingin terus bermain di level tertinggi .
Di lini depan, skenario kepergian Dominic Solanke, Mohammed Kudus, James Maddison, Dejan Kulusevski, Xavi Simons, dan Richarlison juga tak terelakkan . Bahkan, media Vietnam VN Express menyebutkan angka fantastis: Spurs bisa kehilangan hingga 19 pemain jika benar-benar terdegradasi .
Ada Hikmah di Balik Petaka? Regenerasi dan Talenta Muda
Namun, di balik kabar duka, selalu ada peluang. Degradasi bisa menjadi berkah tersembunyi bagi para pemain muda. Archie Gray, Pape Matar Sarr, Lucas Bergvall, dan kiper Antonin Kinsky berpotensi mendapatkan menit bermain reguler yang sangat berharga untuk perkembangan mereka .
Wilson Odobert, yang saat ini cedera ACL, bisa jadi salah satu penyerang paling berbakat di Championship jika ia bertahan. Bersama Mikey Moore yang sedang moncer dipinjamkan ke Rangers, mereka bisa menjadi duet maut di sayap .
Lulusan akademi seperti Luca Williams-Barnett, Jun’ai Byfield, dan Tynan Thompson juga berpeluang besar menembus tim utama. Luka Vuskovic, bek muda Kroasia yang sedang dipinjamkan ke Hamburg, mungkin akan merasakan kerasnya sepak bola Inggris langsung dari divisi kedua .
Tuduhan Sponsor Mulai Berdatangan
Bencana di atas lapangan sudah merembet ke ranah komersial. The Telegraph melaporkan bahwa Tottenham telah kehilangan satu sponsor kunci yang memilih tidak memperpanjang kerja sama pada musim panas ini . Nilainya diperkirakan mencapai jutaan poundsterling, dan ini bisa jadi awal dari “exodus sponsor”.
Kepergian bintang-bintang global seperti Harry Kane dan Son Heung-min, ditambah performa buruk serta ketidakpastian manajer, membuat daya tarik komersial Tottenham menurun drastis . Banyak kontrak sponsor ternyata memiliki klausul evaluasi yang bergantung pada partisipasi di kompetisi Eropa atau bahkan klausul terminasi jika tim terdegradasi . Sumber dari industri sponsorship menyebutkan bahwa hukuman finansial karena gagal ke Eropa saja bisa mencapai puluhan juta pounds, dan jika degradasi terjadi, dampaknya bisa menjadi “potensi bencana” .
Skenario Terburuk: Antara Arsenal Juara dan Spurs Terdegradasi
Meski mimpi buruk ini nyata, masih ada secercah harapan. Model data Opta menempatkan peluang degradasi Spurs hanya 3,36 persen . Stadion megah Tottenham juga menjadi bantalan finansial yang kuat berkat pendapatan dari konser dan pertandingan NFL .
Namun, fakta bahwa klub sebesar ini harus memperhitungkan skenario degradasi adalah sebuah kemunduran yang menyedihkan. Pelatih Igor Tudor kini dihadapkan pada tugas berat untuk menyelamatkan musim. Yang jelas, 11 pertandingan ke depan akan menentukan apakah kita akan menyaksikan pembongkaran skuad terbesar dalam era Premier League, atau justru kebangkitan dramatis The Lilywhites. (***)
