TRIBUN GROUP – Spekulasi mengenai masa depan politik Venezuela semakin memanas pasca penahanan Nicolas Maduro, dengan Amerika Serikat tampak mulai mengkaji ulang peta sekutu dan lawannya. Isyarat perubahan itu datang langsung dari Presiden AS, Donald Trump, yang Kamis sore waktu setempat (Jumat dini hari WIB) menggelar pertemuan penting dengan Maria Corina Machado, pemimpin oposisi Venezuela yang dikenal sebagai pengkritik paling vokal terhadap rezim Maduro.
Pertemuan makan siang di Washington D.C. ini, yang merupakan pertemuan tatap muka pertama antara Trump dan Machado, diinterpretasikan banyak pengamat sebagai sinyal diplomatik yang signifikan. Kedatangannya terjadi di tengah kekosongan kekuasaan di Caracas dan hanya sehari setelah Trump memuji Delcy Rodriguez, Presiden Interim Venezuela yang diakui oleh sebagian masyarakat internasional.
Dalam wawancara dengan Reuters, Rabu (15/1), Trump menggambarkan Rodriguez sebagai individu yang “sangat baik untuk diajak bekerja sama.” Pujian itu diduga memicu dorongan dari faksi oposisi, seperti yang diwakili Machado, untuk langsung merebut perhatian dan mempengaruhi persepsi Gedung Putih.
“Sang Presiden sangat menantikan diskusi yang konstruktif dengan María Corina Machado, seorang suara yang tegas bagi rakyat Venezuela,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pertemuan tersebut. Leavitt menambahkan bahwa pembahasan mengenai masa depan Venezuela akan menjadi fokus utama dalam pertemuan itu.
Machado, yang dilarang oleh pengadilan pro-pemerintah untuk ikut serta dalam pemilihan presiden 2024, tetap menjadi tokoh sentral oposisi. Larangan tersebut membuatnya dan partainya, Vente Venezuela, mendukung kandidat independen, Edmundo Gonzales, dalam melawan Maduro.
Pertemuan Trump-Machado ini menempatkan kebijakan luar negeri AS di persimpangan jalan: antara melanjutkan hubungan dengan pemerintahan sementara pimpinan Rodriguez, atau beralih memberikan dukungan penuh kepada blok oposisi yang lebih radikal. Keputusan Washington diyakini akan memiliki pengaruh besar dalam menentukan siapa yang akan mengisi kekosongan kekuasaan dan memimpin Venezuela yang sedang dilanda krisis politik mendalam. (***)
