Tak Perlu Membatasi Karbohidrat Saat Puasa, Ini Penjelasan Ahlinya

Tak Perlu Membatasi Karbohidrat Saat Puasa, Ini Penjelasan Ahlinya

Di era modern ini, karbohidrat sering mendapat stigma buruk. Banyak orang menganggapnya sebagai biang keladi kenaikan berat badan dan berbagai penyakit. Akibatnya, saat bulan Ramadan tiba, sebagian orang memilih membatasi atau bahkan menghindari karbohidrat puasa dengan harapan berat badan turun drastis. Tapi, benarkah karbohidrat puasa harus dijauhi? Jawabannya justru sebaliknya.

Memahami peran karbohidrat puasa sangat penting agar ibadah puasamu berjalan lancar dan tubuh tetap bertenaga. Para ahli gizi sepakat bahwa karbohidrat justru menjadi nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa . Yang perlu kamu perhatikan bukanlah menghindarinya, melainkan memilih jenis karbohidrat puasa yang tepat dan mengonsumsinya pada waktu yang sesuai. Mari kita bedah tuntas mengapa kamu tidak perlu takut dengan karbohidrat selama Ramadan.

Mengapa Karbohidrat Justru Penting Saat Puasa?

Karbohidrat sebagai Sumber Energi Utama

Karbohidrat merupakan komponen utama dalam makanan yang berperan sebagai sumber energi bagi tubuh . Saat kita mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa (gula darah) yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi . Selama berpuasa, tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 13-14 jam. Dalam kondisi ini, tubuh harus bergantung pada cadangan energi yang sudah ada.

Para ahli dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menjelaskan bahwa karbohidrat merupakan zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, di mana setiap gramnya menghasilkan sekitar 4,18 kalori . Tanpa asupan karbohidrat yang cukup saat sahur, tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk beraktivitas sepanjang hari.

Membedakan Fungsi Karbohidrat di Waktu Sahur dan Berbuka

Yang menarik, karbohidrat puasa memiliki peran berbeda tergantung kapan kita mengonsumsinya. Yakes Telkom melalui laman resminya menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan jenis karbohidrat yang berbeda untuk sahur dan berbuka .

Untuk sahur, kita membutuhkan karbohidrat kompleks yang dicerna lambat agar energi dilepaskan secara bertahap selama berpuasa . Sementara saat berbuka, tubuh lebih membutuhkan karbohidrat sederhana yang cepat diubah menjadi glukosa untuk segera memulihkan energi setelah seharian berpuasa .

Dr. Egha Zainur Ramadhani, Dokter Spesialis Patologi Klinik, menegaskan bahwa asupan gizi yang sehat terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, beras merah, serta biji-bijian . Karbohidrat kompleks ini mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan membuat kita merasa kenyang sepanjang hari .

Karbohidrat Kompleks: Pahlawan di Waktu Sahur

Apa Itu Karbohidrat Kompleks?

Karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang terdiri dari serat dan pati . Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang berupa gula dan cepat dicerna, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah oleh tubuh . Akibatnya, energi yang dihasilkan dilepaskan secara perlahan dan bertahap.

Vilda Ana Veria Setyawati, Pakar Gizi dari Universitas Dian Nuswantoro, menjelaskan bahwa karbohidrat kompleks ketika masuk ke tubuh akan dipecah perlahan, sehingga tidak langsung kenyang tapi efek kenyangnya bertahan lebih lama . Inilah mengapa karbohidrat kompleks sangat ideal dikonsumsi saat sahur.

Contoh Karbohidrat Kompleks untuk Sahur

Berbagai sumber terpercaya merekomendasikan beberapa pilihan karbohidrat kompleks yang baik untuk sahur:

Nasi merah menjadi pilihan utama karena kandungan seratnya lebih tinggi dibanding nasi putih . Oatmeal juga sangat direkomendasikan karena dapat memberikan energi tahan lama .

Roti gandum utuh adalah sumber karbohidrat kompleks yang praktis dan mudah disiapkan . Kentang rebus, jagung, ubi jalar, dan umbi-umbian lainnya juga menjadi alternatif yang sangat baik .

Berita Lain  Apakah Puasa Bisa Menurunkan Gula Darah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menambahkan bahwa makanan seperti ubi, jagung, singkong, dan nasi merah akan memberikan efek kenyang lebih dari 6 jam . Ini terjadi karena serat dapat memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga absorbsi makanan menjadi lebih lama .

Manfaat Serat dalam Karbohidrat Kompleks

Selain memberikan energi tahan lama, karbohidrat kompleks kaya akan serat yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Kompas.com mengutip Healthline yang menjelaskan bahwa serat sangat penting karena meningkatkan kesehatan usus dan membantu mengontrol kolesterol .

Sumber utama serat makanan meliputi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian utuh . Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur, kamu tidak hanya mendapatkan energi, tapi juga menjaga sistem pencernaan tetap sehat selama berpuasa.

Karbohidrat Sederhana: Sahabat di Waktu Berbuka

Mengapa Tubuh Butuh Karbohidrat Sederhana Saat Berbuka?

Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah dalam tubuh berada pada titik terendah. Pada saat ini, tubuh membutuhkan sumber energi yang mudah dan cepat tersedia . Inilah mengapa berbuka dengan yang manis sangat dianjurkan.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menjelaskan bahwa untuk berbuka puasa, diutamakan untuk konsumsi karbohidrat sederhana karena yang dibutuhkan oleh tubuh adalah sumber energi yang mudah tersedia dalam bentuk glukosa .

Pilihan Karbohidrat Sederhana yang Sehat

Kurma menjadi pilihan terbaik untuk berbuka puasa. Selain mengikuti sunnah, kurma mengandung karbohidrat yang bagus untuk diterima tubuh pertama kali . Kurma juga mengandung elektrolit seperti kalium dan magnesium yang hilang selama berpuasa .

Buah-buahan manis lainnya seperti pisang, semangka, atau melon juga merupakan pilihan tepat karena memberikan energi cepat sekaligus membantu rehidrasi tubuh . Dr. Egha mengingatkan bahwa yang perlu diperhatikan adalah porsi, bukan jenis makanannya . Makanan atau minuman manis memang baik dikonsumsi saat buka puasa agar dapat segera memulihkan energi, tapi jangan sampai berlebihan .

Yang Perlu Diwaspadai: Gula Berlebihan, Bukan Karbohidratnya

Penting untuk membedakan antara karbohidrat sederhana alami dan gula tambahan berlebihan. Kurma dan buah segar mengandung gula alami yang disertai serat, vitamin, dan mineral. Sementara kolak, sirup, dan kue manis biasanya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi tanpa nilai gizi yang memadai.

Dinas Kesehatan Kota Semarang mengingatkan bahwa makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat, sehingga tubuh lebih mudah lemas setelahnya . Jadi, bukan karbohidratnya yang salah, tapi pilihan sumber karbohidrat yang kurang tepat.

Membantah Mitos: Karbohidrat Penyebab Gemuk Saat Puasa

Akar Masalah Sebenarnya

Mitos bahwa karbohidrat puasa menyebabkan kenaikan berat badan perlu diluruskan. dr. Dina Kusumawardhani dari KlikDokter menjelaskan bahwa penyebab berat badan naik saat puasa sebenarnya adalah makan secara berlebihan saat berbuka dengan alasan ‘mengganti’ makanan untuk kebutuhan satu hari .

Bukan karbohidratnya yang bermasalah, melainkan porsi dan jenisnya. Jika kamu mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar, ditambah dengan gorengan, kolak manis, dan makanan tinggi lemak lainnya, tentu kalori yang masuk akan berlebihan.

Perbandingan dengan Puasa Mutih

Artikel Hello Sehat tentang puasa mutih memberikan perspektif menarik. Puasa mutih yang hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih tanpa lauk justru bisa menyebabkan masalah kesehatan jika dilakukan jangka panjang . Penelitian oleh tim dari Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa makan nasi putih terlalu banyak bisa meningkatkan risiko penyakit gula darah tipe 2 .

Berita Lain  Lima Negara Termasuk Indonesia Siap Kirim Pasukan Stabilisasi ke Gaza

Namun, ini tidak berarti karbohidrat harus dihindari. Pesan utamanya adalah perlunya variasi dan keseimbangan. Karbohidrat tetap dibutuhkan, tapi sebaiknya pilih yang kompleks dan kombinasikan dengan protein, sayuran, dan lemak sehat.

Panduan Praktis Konsumsi Karbohidrat Saat Puasa

Komposisi Ideal untuk Sahur

Agar karbohidrat puasa memberikan manfaat maksimal, perhatikan komposisi berikut saat sahur:

Utamakan karbohidrat kompleks. Pilih nasi merah, oatmeal, roti gandum, kentang, atau jagung sebagai sumber energi utama .

Kombinasikan dengan protein. Protein membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama serta menjaga massa otot selama puasa . Sumber protein baik antara lain telur, ikan, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan kacang-kacangan .

Perbanyak sayur dan buah. Kandungan serat di dalam sayur dan buah sangat bermanfaat, mulai dari melancarkan pencernaan sampai membuat rasa kenyang yang lama dalam tubuh . Pilih buah yang mengandung air cukup tinggi seperti semangka, jeruk, atau pisang untuk membantu menjaga hidrasi .

Komposisi Ideal untuk Berbuka

Saat berbuka, terapkan pola bertahap:

Mulai dengan karbohidrat sederhana. Konsumsi kurma atau buah manis untuk mengembalikan energi dengan cepat . Minum air putih secukupnya untuk rehidrasi.

Beri jeda sebelum makan besar. Setelah shalat Maghrib, barulah konsumsi makanan utama dengan komposisi seimbang: karbohidrat kompleks, lauk protein, dan sayuran . Hindari langsung mengonsumsi makanan berat karena dapat memberi beban ekstra pada pencernaan .

Batasi gorengan dan makanan tinggi lemak. Makanan yang digoreng dengan minyak banyak, tinggi gula, dan tinggi lemak sebaiknya dihindari atau dibatasi . Pilih metode memasak yang lebih sehat seperti direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.

Pentingnya Hidrasi

Selain karbohidrat, jangan lupakan cairan. Puasa dapat menyebabkan dehidrasi, maka pastikan asupan cairan tercukupi selama sahur dan buka puasa . Pola minum yang dianjurkan adalah 2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur . Fakultas Kedokteran UGM merekomendasikan pembagian yang lebih detail, yaitu 8 gelas dengan jeda waktu tertentu .

Opini Ahli dan Kesimpulan

Pendapat Pakar Gizi

Para ahli gizi dari berbagai institusi pendidikan terkemuka di Indonesia sepakat bahwa karbohidrat tetap menjadi nutrisi penting selama puasa. Vilda Ana Veria Setyawati dari Udinus menekankan pentingnya memilih karbohidrat kompleks untuk sahur agar energi bertahan lama . Sementara untuk berbuka, karbohidrat sederhana tetap diperlukan untuk mengembalikan energi dengan cepat .

Dr. Egha Zainur Ramadhani mengingatkan bahwa banyak orang keliru mengartikan maksud dari berbuka dengan yang manis . Yang keliru adalah porsi makanan atau minuman manis yang dikonsumsi terlalu banyak, apalagi jika rasa manis tersebut terbuat dari gula tambahan berlebihan .

Kesimpulan

Jadi, karbohidrat puasa bukanlah musuh yang harus dijauhi. Justru sebaliknya, karbohidrat adalah sumber energi utama yang membuat kita kuat menjalani puasa seharian. Yang perlu diperhatikan adalah jenis karbohidrat yang dikonsumsi dan waktu konsumsinya.

Untuk sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang. Untuk berbuka, awali dengan karbohidrat sederhana seperti kurma atau buah manis, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang. Kombinasikan dengan protein, sayuran, dan cukupi kebutuhan cairan.

Dengan memahami peran karbohidrat secara tepat, kamu bisa menjalani ibadah puasa dengan penuh energi, tetap sehat, dan tidak perlu khawatir berat badan naik. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *