TRIBUN GROUP – Bali United masih terseok-seok di papan tengah klasemen BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu menempati peringkat ke-11 dengan koleksi 29 poin dari 22 pertandingan, sebuah kontras tajam dibandingkan masa kejayaan mereka saat meraih gelar juara beruntun pada 2019 dan 2021.
Tren minor tengah menyelimuti skuad asuhan Johnny Jansen. Dalam lima laga terakhir, Bali United tak pernah merasakan kemenangan. Yang paling menyakitkan, akhir pekan lalu mereka membuang keunggulan tiga gol saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, itu harus berakhir imbang 3-3 setelah tuan rumah mampu melakukan comeback dramatis. Empat laga sebelumnya pun berakhir tanpa kemenangan, yakni ditahan Semen Padang (3-3) dan kalah tiga kali beruntun dari Persik Kediri (2-3), Persebaya (1-3), dan Persija (0-1).
Namun, di balik rentetan hasil negatif tersebut, tersembunyi sebuah ironi statistik. Bali United justru tercatat sebagai tim paling produktif saat bermain di kandang lawan sepanjang musim ini.
Rajai Papan Skor Tandang
Berdasarkan data yang dirilis dalam laman resmi liga, Rabu (25/2/2026), Irfan Jaya dan kolega telah mengemas 23 gol dari 11 pertandingan tandang. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan 17 kontestan lainnya, mengungguli Persija Jakarta (19 gol) dan Borneo FC (18 gol).
“Dari 11 laga tandang yang sudah dijalani musim ini, Irfan Jaya dan kawan-kawan sudah mencetak 23 gol. Angka ini lebih baik dari Persija Jakarta dengan 19 gol atau Borneo FC dengan 18 gol untuk semua partai tandang di musim ini,” tulis dalam artikel tersebut.
Produktivitas tinggi di laga tandang itu juga berbuah hasil positif. Dari 11 kali bepergian, Bali United mencatatkan lima kemenangan, tiga imbang, dan tiga kalah. Catatan ini menjadikan mereka tim dengan performa tandang terbaik ketiga di liga, hanya kalah dari Persija Jakarta dan Borneo FC.
Mandul di Kandang, Ironi di Pulau Dewata
Sayangnya, ketajaman di laga tandang berbanding terbalik dengan performa memble saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali United justru tampil kehilangan tajinya.
Dari 11 laga kandang yang telah dijalani, Serdadu Tridatu hanya mampu meraih dua kemenangan. Sisanya, lima kali berakhir imbang dan empat lainnya berujung kekalahan. Raihan poin di kandang yang buruk inilah yang menjadi penyebab utama tim terperosok di papan tengah klasemen.
Selain produktivitas tandang, catatan statistik lain yang membanggakan sekaligus menggarisbawahi potensi tim yang belum terealisasi adalah dominasi mereka di area berbahaya lawan. Bali United menjadi tim pertama yang mencatatkan lebih dari 800 sentuhan di kotak penalti lawan, tepatnya 804 sentuhan hingga pekan ke-22. Mereka juga memimpin dalam kategori operan sukses ke kotak penalti lawan dengan total 300 umpan.
Dengan rentetan statistik positif di atas kertas, tentu pendukung berharap performa tim dapat segera membaik dan hasil positif mulai diraih. Kesempatan untuk membalikkan keadaan akan datang pada Sabtu (28/2/2026) malam WIB, kala Bali United menjamu Persijap Jepara di Stadion Wayan Dipta. Laga ini akan menjadi ujian apakah Serdadu Tridatu mampu mengakhiri tren minor sekaligus memperbaiki reputasi buruk mereka di kandang sendiri. (***)
