Siap Hadapi "Neraka" Istanbul, Juventus Andalkan McKennie di Lini Depan

Siap Hadapi “Neraka” Istanbul, Juventus Andalkan McKennie di Lini Depan

TRIBUN GROUP – Juventus bersiap menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions, Selasa (17/2) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Laga di Stadion Rams Park, Istanbul, diprediksi berlangsung panas mengingat atmosfer kandang tuan rumah yang terkenal intimidatif .

Bianconeri gagal finis di delapan besar fase liga setelah hanya menempati peringkat ke-13 dengan raihan 13 poin, terpaut tiga poin dari zona aman menuju babak 16 besar . Artinya, pasukan Turin wajib menyingkirkan Galatasaray dalam dua leg jika ingin melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa tersebut. Sementara itu, Galatasaray sendiri mengakhiri fase liga di posisi ke-20 dengan koleksi 10 poin .

Gelandang asal Amerika Serikat, Weston McKennie, hadir mendampingi pelatih Luciano Spalletti dalam konferensi pers jelang pertandingan. Ia menegaskan bahwa Juventus selalu menargetkan kemenangan di setiap laga.

“Ini pertandingan yang sangat penting bagi kami. Kami ingin memenangi setiap pertandingan karena kami adalah Juventus,” ujar McKennie tegas di hadapan awak media.

Situasi lini depan Juventus sedang tidak ideal. Bomber utama Dusan Vlahovic serta pelapisnya, Arkadiusz Milik, dipastikan absen karena cedera . Rekrutan anyar Jonathan David yang diharapkan menjadi juru gedor juga dikabarkan tidak bisa tampil. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa McKennie bisa dimainkan sebagai false nine atau penyerang bayangan.

Menanggapi kemungkinan itu, pemain berusia 27 tahun tersebut menegaskan dirinya siap ditempatkan di posisi mana pun demi tim.

“Saya pemain yang selalu siap untuk tim. Saya bermain di posisi yang diinginkan pelatih, bahkan kalau harus jadi kiper,” katanya dengan nada santai sambil tersenyum.

Kontrak McKennie bersama Juventus akan habis pada akhir musim ini. Namun ia menegaskan belum ingin memikirkan masa depannya saat ini. Ia memilih untuk fokus membawa timnya meraih hasil positif di Istanbul.

Berita Lain  Matchday 3 Liga Champions 2025/26 Catat Rekor Baru

“Soal itu akan dipikirkan nanti. Saya di sini untuk memenangi pertandingan. Itu urusan antara Juventus dan agen saya. Saya hanya fokus pada pekerjaan di lapangan, dan agen saya yang mengurus soal perpanjangan,” jelasnya.

McKennie juga sempat ditanya mengenai kontroversi Derby d’Italia melawan Inter Milan di Serie A akhir pekan lalu. Namun ia memilih tidak larut dalam polemik tersebut. Menurutnya, ketika situasi sulit terjadi, tim harus tetap fokus pada pertandingan berikutnya. Ia menegaskan bahwa Juventus hanya memikirkan kemenangan atas Galatasaray dan ingin memberikan performa terbaik.

Atmosfer di Istanbul dikenal sangat bergairah dan kerap dijuluki “neraka” bagi tim tamu. McKennie mengaku sudah memahami karakter pendukung Galatasaray, apalagi ia pernah bermain di sana beberapa tahun lalu. Ia juga menyebut rekan setimnya, Kenan Yildiz, telah berbicara kepada skuad mengenai atmosfer tersebut.

Dengan nada bercanda, McKennie berharap dukungan fanatik suporter tuan rumah tidak terlalu keras terhadap Juventus karena kehadiran Yildiz yang berasal dari Turki.

“Dia sudah bicara soal itu, dan saya juga pernah main di sini beberapa tahun lalu, jadi saya tahu seperti apa suasana dan fans-nya. Kami harap mereka nggak terlalu banyak ‘boo’ kami gara-gara Kenan,” ujarnya diplomatis.

Rekor Buruk Juventus di Istanbul

Statistik menghantui Juventus menjelang laga ini. Secara historis, Si Nyonya Tua belum pernah meraih kemenangan dalam lawatan mereka ke markas Galatasaray di kompetisi Eropa . Dari tiga kali kunjungan sebelumnya, Juventus selalu kalah, termasuk kekalahan ikonik 0-1 pada Desember 2013 yang membuat mereka tersingkir dari Liga Champions .

Dalam enam pertemuan sebelumnya di semua kompetisi, Galatasaray unggul dengan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya satu kekalahan dari Juventus . Keunggulan kandang ini menjadi modal utama pelatih Okan Buruk untuk mencuri keunggulan di leg pertama .

Berita Lain  Indonesia Kembali Gagal Menjuarai Piala AFF U-23 2025

“Kami tahu bahwa lawan memiliki pemain level tinggi dan pelatih yang bagus. Juve punya pertandingan yang mereka mainkan sangat baik, tapi mereka tidak menang. Mereka kurang beruntung akhir-akhir ini. Kami akan menghadapi laga sulit,” ujar Okan Buruk dalam konferensi persnya .

Ancaman dari Duet Maut Osimhen-Icardi

Tuan rumah berada dalam tren positif dengan rekor delapan pertandingan kandang tak terkalahkan di semua kompetisi . Victor Osimhen menjadi ancaman utama setelah mencetak enam gol dari enam penampilan di fase liga Liga Champions musim ini .

Pelatih Okan Buruk mengonfirmasi siap memainkan duet maut Victor Osimhen dan Mauro Icardi sekaligus di lini depan. Kedua striker ini dalam performa sizzling setelah sama-sama terlibat dalam lima gol kemenangan 5-1 atas Eyupspor akhir pekan lalu. Icardi mencetak hat-trick sementara Osimhen menyumbang dua assist .

“Ketika kami merekrut Victor Osimhen, saya memutuskan untuk bermain dengan dua striker, tapi kemudian Mauro Icardi cedera. Sekarang keduanya berada di puncak performa, dan mereka bisa bermain bersama,” jelas Buruk .

Namun, Galatasaray harus kehilangan Mario Lemina akibat akumulasi kartu, serta Leroy Sane yang masih dalam pemulihan cedera kaki . Ismail Jakobs dan Davinson Sanchez juga dihantui ancaman akumulasi kartu jika mendapat kartu kuning di laga ini .

Kini, fokus Juventus sepenuhnya tertuju pada leg pertama di Istanbul. Hasil positif, setidaknya mencetak gol tandang, akan menjadi modal krusial sebelum menentukan nasib di leg kedua pekan depan demi satu tempat di babak 16 besar Liga Champions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *