Patrice Motsepe Bantah Keras AFCON 4-Tahunan Demi Akomodasi Eropa

Patrice Motsepe Bantah Keras AFCON 4-Tahunan Demi Akomodasi Eropa

TRIBUN GROUP – Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrice Motsepe, dengan lantang menepis tuduhan bahwa keputusan mengubah Piala Afrika (AFCON) menjadi turnamen empat tahunan diambil untuk menyenangkan FIFA atau sepak bola Eropa. Dalam konferensi pers yang tegang, miliarder asal Afrika Selatan itu menegaskan bahwa CAF berdiri mandiri dan semua keputusannya diambil “untuk Afrika, oleh Afrika.”

Kebijakan kontroversial yang diumumkan CAF tersebut akan mulai berlaku pada 2028, mengubah siklus AFCON dari dua tahunan menjadi empat tahunan, menyelaraskannya dengan ritme Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Perubahan ini langsung memicu gelombang kritik dari banyak kalangan yang menilai CAF telah menyerah pada tekanan dan kalender sepak bola Eropa.

“Perlu waktu empat tahun bagi kami untuk sampai pada titik ini,” bantah Motsepe dengan tegas. “Keputusan ini diambil secara bulat di CAF, seratus persen. Bahkan saya sendiri yang harus diyakinkan selama tiga tahun terakhir.”

Soroti Kemandirian dan Proyek African Super League
Motsepe kemudian mengalihkan pembahasan kepada upaya CAF membangun fondasi finansial yang mandiri, salah satunya melalui African Super League. Namun, ia mengakui proyek ambisius itu menemui jalan buntu.

“African Super League kami mulai sebagai proyek percontohan dan berjalan baik. Tetapi, kelanjutannya tidak terealisasi karena mitra pendanaan tidak memberikan kesepakatan yang sesuai dengan yang kami anggap layak,” ujar Motsepe, merujuk pada janji pendapatan 200 juta dolar AS yang tidak kunjung terwujud.

Meski begitu, ia menekankan adanya peningkatan signifikan dalam pendapatan dan hadiah uang untuk kompetisi antarklub CAF yang ada, seperti Liga Champions Afrika. Motsepe juga membeberkan peningkatan dana bantuan rutin untuk asosiasi anggota, dari 150 ribu dolar AS menjadi 400 ribu dolar AS sejak ia menjabat.

Berita Lain  Slot Gacor! Tajamnya Liverpool di Era Arne Tekuk Newcastle

African Nations League Gantikan CHAN
Fokus utama Motsepe kini adalah peluncuran African Nations League, kompetisi baru antartim nasional yang diumumkan Desember lalu. Kehadirannya mengakhiri turnamen CHAN (African Nations Championship), yang hanya mempertemukan tim berisi pemain dari liga domestik.

“CHAN itu kerugian finansial yang sangat besar. Hal pertama yang saya dengar ketika menjadi presiden adalah, ‘Hentikan CHAN’,” jelas Motsepe. “Saya bisa pastikan, CHAN sudah tidak ada lagi. African Nations League akan lebih dari sekadar menggantikannya.”

Pernyataan Tegas dan Penolakan terhadap “Mentalitas Inferior”
Di penghujung konferensi pers, Motsepe kembali melontarkan pernyataan paling keras, menolak mentalitas inferior yang ia rasa masih melekat.

“Kami sebagai orang Afrika harus membebaskan diri dan berhenti berpikir bahwa setiap keputusan yang kami ambil adalah karena FIFA atau karena Eropa. Itu menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada diri sendiri,” tegasnya. “Eropa tidak mendikte kalender kami. Kami mengelola Afrika untuk Afrika.”

Ia menutup dengan pesan tentang hubungan global yang setara: “Kami akan memiliki hubungan yang saling menguntungkan dengan Eropa, Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan seluruh dunia.”

Pernyataan-pernyataan Motsepe ini menjadi upaya jelas untuk mematahkan narasi bahwa CAF hanya mengikuti kemauan pihak luar, sekaligus mengukuhkan visinya tentang kemandirian dan restrukturisasi besar-besaran sepak bola Afrika. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *