TRIBUN GROUP – Musim debut Fali Cande di Serie A berakhir dengan cara yang tidak diinginkan. Bek asal Guinea-Bissau itu dipastikan tidak akan kembali membela Sassuolo hingga akhir musim 2025/2026 menyusul cedera ligamen lutut yang memaksanya menjalani operasi.
Cande, yang direkrut bersama sahabat dekatnya Jay Idzes dari Venezia dengan paket sekitar 8 juta euro pada musim panas lalu, baru tampil dalam 12 pertandingan. Berbeda dengan Idzes yang langsung menjadi pilar tak tergantikan di jantung pertahanan Neroverdi, peran Cande lebih banyak sebagai pemain pengganti. Ironisnya, cedera berat justru menimpanya di tengah upaya meraiit menit bermain yang lebih konsisten.
“Saya memiliki ambisi besar untuk musim ini, tetapi sayangnya saya mengalami cedera lutut (ACL), dan musim ini berakhir untuk saya,” tulis Cande dalam pernyataan resminya.
Pemain berusia 27 tahun itu telah menjalani operasi dan bahkan terbang ke Barcelona untuk berkonsultasi dengan ahli bedah lutut terkemuka, Profesor Ramon Cugat. Operasi dilaporkan berjalan sukses, dan kini ia fokus pada proses rehabilitasi yang panjang untuk bisa kembali tampil musim depan.
Dukungan moral mengalir dari rekan-rekan setim, terutama dari Jay Idzes. Melalui Instagram Story, bek Timnas Indonesia itu mengunggah foto Cande pascaoperasi dengan caption, “Semoga cepat sembuh saudaraku.” Kedekatan keduanya memang sudah terjalin sejak sama-sama membela Venezia, dan menjadi faktor kunci keputusan Cande untuk bergabung ke Sassuolo.
Dalam wawancara internal klub pada November lalu, Cande blak-blakan mengungkapkan peran Idzes. “Jay Idzes. Ya, dia pemain pertama yang langsung saya kenal… Ketika kami menerima telepon dari Sassuolo, kami banyak mengobrol, kami menghabiskan waktu berhari-hari membicarakannya, dan kami sangat senang bisa bersatu kembali,” kenangnya.
Kedatangan mereka berdua di Mapei Stadium sempat diharapkan bisa mengulang chemistry solid yang pernah mereka bangun di Venezia. Namun, nasib berkata lain untuk Cande. Cedera ini menjadi ujian terbesar dalam kariernya.
“Ini tidak diragukan lagi tantangan terbesar saya, tetapi saya akan menghadapinya sebagai rintangan lain yang harus diatasi, seperti yang selalu saya lakukan sepanjang karier saya,” pungkas Cande, bertekad untuk kembali lebih kuat.
Bagi Sassuolo, cedera Cande adalah pukulan untuk kedalaman skuad di sektor pertahanan. Sementara bagi sang pemain, perjalanan panjang menuju pemulihan telah dimulai, dengan harapan dapat kembali membuktikan diri musim depan. (***)
