TRIBUN GROUP – Peristiwa tragis yang merenggut nyawa tiga anggota satu keluarga di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga kini masih diselimuti kabut misteri. Hampir tiga hari pasca ditemukan tewas pada Jumat (2/1/2026), penyebab kematian ibu dan kedua anaknya itu belum terungkap, sementara penyidik masih mengumpulkan barang bukti.
Korban tewas adalah seorang ibu berinisial S (50), disertai kedua anaknya, anak perempuan AA (27), dan anak laki-laki AA (13). Mereka ditemukan oleh salah satu anak lainnya yang selamat. Melihat kondisi keluarganya, anak tersebut langsung berteriak histeris, menarik perhatian tetangga.
Aryuni (51), warga yang pertama kali mendatangi rumah kontrakan di Jalan Warakas VII Gang 10 itu, menggambarkan pemandangan mengerikan yang ia saksikan. “Pas saya lihat adiknya, ibunya sama kakaknya di dalam kamar itu udah pada berbusa, kaku gitu, kalau adiknya di ruang tamu,” ujar Aryuni, Sabtu (3/1).
Anak yang selamat, saat ditemukan, berada dalam kondisi kebingungan. “Iya, berdiri kan gitu. Saya tanya, ‘Ini Ibu kenapa?’, ‘enggak tahu’ katanya gitu. Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu lah,” jelas Aryuni.
Penyelidikan Bergantung pada Hasil Lab Toksikologi
Kepala Bidang Kedokteran dan Olah TKP (Yandokpol) RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa kunci utama untuk mengungkap penyebab kematian terletak pada hasil pemeriksaan toksikologi. Sampel dari tubuh para korban telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut.
“(Yang diperiksa) sampel dari yang ditemukan di dalam tubuh (para korban),” kata Fauzi kepada Kompas.com, Minggu (4/1). Ia memastikan proses otopsi dan pemeriksaan jenazah berjalan lancar tanpa kendala.
Barang Bukti Masih Diolah, Botol Minuman dan Sisa Makanan Disita
Di sisi lain, penyidik kriminal dari Polres Jakarta Utara masih mendalami barang bukti yang diamankan dari TKP. Kepala Satreskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, enggan membeberkan detail seluruh barang bukti yang ditemukan. Namun, sumber lain menyebutkan di lokasi ditemukan sejumlah botol minuman dan sisa makanan.
“Tim penyidik belum dapat mengungkap detail seluruh barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian,” ujar Onkoseno, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif.
Faktor keracunan zat tertentu atau gas beracun masih menjadi salah satu hipotesis utama yang tengah diselidiki pihak kepolisian. Masyarakat setempat masih didera kecemasan, menunggu jawaban pasti dari otoritas berwenang mengenai tragedi yang mengguncang gang kecil di Warakas ini. Kejelasan hanya bisa didapat setelah hasil pemeriksaan laboratorium forensik keluar, yang diharapkan dapat memberikan titik terang bagi teka-teki kematian satu keluarga ini. (***)
