Marcos Reina Kecewa Berat: Pertahanan Buruk dan Kepemimpinan Wasit Cedera Laga Persik vs Bhayangkara

Marcos Reina Kecewa Berat: Pertahanan Buruk dan Kepemimpinan Wasit Cedera Laga Persik vs Bhayangkara

TRIBUN GROUP – Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya takluk 3-4 dari Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-24 BRI Liga 1 di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (20/2/2026) malam WIB. Kekalahan ini terasa pahit karena terjadi di hadapan pendukung sendiri, ditambah dengan kontroversi kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya.

Laga yang berlangsung sengit dan menghibur tersebut diwarnai aksi jual beli gol. Persik yang selalu tertinggal tiga kali berhasil menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya harus menelan pil pahit di menit akhir.

Bhayangkara FC unggul lebih dulu lewat Slavko Damjanovic pada menit keenam. Persik merespons melalui gol Kiko Carneiro di menit ke-33, namun Nehar Sadiki kembali membawa The Guardians unggul jelang turun minum. Selepas istirahat, Privat Mbarga memperlebar jarak menjadi 3-1, sebelum Jose Enrique dan Ernesto Gomez sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Namun, pemain anyar Bhayangkara asal Pantai Gading, Bernard Henry Doumbia, menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-87. Penderitaan Persik semakin lengkap setelah Kiko Carneiro diganjar kartu merah pada menit ke-90+7.

Bangga dengan Spirit, Kecewa dengan Pertahanan

Usai pertandingan, Marcos Reina mengakui ada perasaan campur aduk. Ia memuji perjuangan anak asuhnya yang tak pernah menyerah meski tertinggal berulang kali.

“Pertama, saya bangga dengan cara tim bermain, cara menyerang, spirit mengejar ketertinggalan, menyamakan skor, berupaya menang, dan tampil lebih baik sepanjang laga,” kata pelatih asal Spanyol itu dalam konferensi pers.

Namun, kebanggaan itu sirna melihat kerapuhan lini belakang timnya. Reina menilai timnya terlalu mudah kebobolan dalam situasi-situasi krusial.

“Namun, ada hal yang membuat saya tidak senang. Pertahanan kami buruk dalam beberapa situasi penting. Kami mudah kebobolan. Begitu berat kami mencetak gol untuk menang, tapi kami seperti menyerahkan tiga poin kepada Bhayangkara FC,” ucapnya dengan nada kecewa.

Berita Lain  Brentford: Manchester United Harus Bayar Rp 1,3T Untuk Mbeumo

Kritik Tajam untuk Wasit Yudi Nurcahya

Sorotan terkeras Marcos Reina justru tertuju pada kepemimpinan wasit Yudi Nurcahya. Pelatih yang biasanya enggan berkomentar soal pengadil lapangan ini merasa kinerja wasit pada laga tersebut sangat buruk dan merugikan Persik.

“Saya tidak mengerti. Saya ingin ada yang harus jelaskan mengapa wasit tak memberi Subo Seto kartu kuning kedua. Selain itu, ada potensi kartu merah di babak pertama saat gol Kiko tercipta,” jelasnya merujuk pada sejumlah keputusan kontroversial.

Reina menegaskan bahwa dirinya selama ini tidak pernah berbicara soal wasit. Namun, ia merasa harus angkat bicara karena kualitas kepemimpinan kali ini dinilai sudah melewati batas.

“Selama ini saya tak pernah bicara soal wasit. Jika saya membahasnya, berarti kinerja pengadil memang buruk. Jadi, bila Indonesia mau maju liganya, wasit seperti ini bisa dievaluasi. Karena tim yang berusaha keras untuk menang dicederai wasit,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat Persik Kediri gagal meraih poin penuh di kandang dan harus puas tertahan di papan tengah klasemen. Sementara bagi Bhayangkara FC, kemenangan dramatis ini menjadi suntikan moral penting dalam upaya mereka merangkak naik ke papan atas. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *