Mane Umumkan Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026, Pelatih Tegas Menolak

Mane Umumkan Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026, Pelatih Tegas Menolak

TRIBUN GROUP – Di puncak kemenangan dramatis dan bersejarah, Senegal justru disuguhi sinyal perpisahan dari ikon terbesarnya. Sadio Mane, penyerang yang baru membawa Les Lions de la Teranga meraih Piala Afrika kedua mereka, mengumumkan bahwa kejuaraan tersebut adalah yang terakhir baginya di turnamen regional. Namun, pelatih Senegal, Pape Thiaw, dengan keras menolak rencana sang kapten.

Kemenangan 1-0 atas tuan rumah Maroko di final Piala Afrika 2026, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, diwarnai momen kontroversial dan heroik. Pada injury time, Senegal nyaris dihukum dengan penalti kontroversial untuk Maroko, memicu protes keras yang berujung pada perintah Thiaw agar timnya meninggalkan lapangan.

Dalam situasi panas itu, hanya Sadio Mane yang tetap di lapangan. Dengan ketenangan seorang pemimpin, ia berdialog dengan ofisial dan pemain lawan, lalu memanggil rekan-rekannya kembali. Keputusannya terbukti menentukan, saat kiper Edouard Mendy menggagalkan eksekusi panenka Brahim Diaz, sebelum Pape Gueye mencetak gol kemenangan di menit ke-94.

Pengumuman di Balik Kemenangan dan Penolakan Tegas Sang Pelatih
Usai merayakan gelar bersama keluarga di ruang ganti, Mane mengungkapkan rencana pensiunnya. “Saya sangat bahagia. Tetapi seperti yang sudah saya katakan, untuk Piala Afrika, perjalanan saya berakhir di sini,” ujar pemain berusia 33 tahun itu. Ia menyatakan akan tetap membela Senegal hingga Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. “Setelah itu, semuanya selesai.”

Namun, pernyataan tersebut langsung ditepis oleh pelatih Pape Thiaw. Bagi Thiaw, keputusan untuk pensiun bukanlah hak mutlak sang pemain, melainkan juga milik sebuah bangsa yang mencintainya.

“Negara tidak sepakat dengan keputusan itu, dan saya juga tidak sepakat. Kami ingin mempertahankannya selama mungkin,” tegas Thiaw dalam konferensi pers. “Dia mewakili Afrika, dunia. Ketika orang mengatakan ini adalah keputusannya, itu tidak sepenuhnya benar. Dia milik rakyat Senegal, dan rakyat ingin dia terus bermain.”

Berita Lain  Manchester City Resmi Jual Jack Grealish, Targetkan Rp 885 Miliar

Thiaw bahkan menyatakan bahwa dirinya dan seluruh skuat tidak akan pernah menyetujui keputusan tersebut. “Jika saya harus menandatangani surat untuk mengizinkannya pergi, saya akan bilang tidak. Rekan-rekannya juga akan berkata tidak.”

Fokus Terakhir pada Karier Klub
Terlepas dari tekanan nasional, rencana Mane tampaknya sudah bulat. Setelah Piala Dunia 2026, pemain yang pernah membela Liverpool dan Bayern Munich itu ingin fokus pada sisa karier klubnya. Kontraknya bersama Al-Nassr di Arab Saudi akan berakhir pada 30 Juni 2026, bersamaan dengan akhir partisipasinya di Piala Dunia.

Pengumuman ini menandai awal babak penutup karier internasional salah satu legenda terbesar Afrika, yang telah membawa Senegal meraih Piala Afrika pertama (2021) dan kedua (2026), serta tampil di Piala Dunia 2022. Pertarungan kehendak antara keinginan seorang ikon untuk mundur di puncak dan tuntutan sebuah bangsa yang belum rela melepasnya, akan menjadi drama tersendiri menjelang Piala Dunia mendatang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *