TRIBUN GROUP – Sejak didatangkan dari Liverpool dengan mahar 65,5 juta paun, Luis Diaz langsung menjelma menjadi bintang di lini depan Bayern Munchen. Kontribusi 19 gol dan 15 assist di semua kompetisi membuktikan adaptasinya dalam skema Vincent Kompany berjalan mulus. Namun, di balik performa gemilang itu, terdapat tantangan non-teknis yang tak kalah berat: bahasa Jerman.
Winger Kolombia tersebut mengakui bahwa bahasa menjadi kendala terbesar dalam proses adaptasinya di Jerman. Bahasa ibu Diaz adalah Spanyol. Ia sempat menguasai bahasa Portugis saat membela Porto dan sedikit Inggris di Liverpool. Namun, bahasa Jerman adalah medan yang sama sekali baru.
Laporan dari BILD yang dikutip beIN Sports mengungkap fakta menarik: kontrak Diaz ternyata memuat “klausul bahasa” yang mewajibkannya mengikuti kursus intensif. Klausul tersebut mewajibkan Diaz menjalani dua hingga tiga sesi bahasa per pekan dan menunjukkan perkembangan nyata. Jika tidak, sanksi finansial menanti, dengan denda berkisar antara 5.000 hingga 50.000 euro, tergantung tingkat kepatuhan dan progres yang dicapai.
Kendala bahasa ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri, mengingat hanya sedikit pemain di ruang ganti Bayern yang fasih berbahasa Spanyol. Beruntung, sang kapten, Joshua Kimmich, menjadi jembatan komunikasi. Kimmich yang fasih berbahasa Prancis, Inggris, dan sedikit Spanyol, cepat menjalin hubungan baik dengan rekan barunya itu.
“Kami punya beberapa pemain yang bisa berbicara sedikit bahasa Spanyol. Bahasa Inggrisnya juga cukup baik. Jadi, kami mengatasinya bersama sebagai tim,” ujar Kimmich.
Terlepas dari kendala bahasa, Diaz mengaku sangat menikmati hidupnya di Bayern. Ia dan keluarga merasa disambut hangat oleh lingkungan baru mereka.
“Ini luar biasa. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya merasa sangat nyaman di sini, datang ke tim yang hebat, klub yang hebat, dan institusi yang hebat. Mereka membuat saya merasa seperti di rumah, seperti di tengah keluarga,” kata Diaz kepada situs resmi Bundesliga.
“Saya sangat bahagia di sini. Saya mencoba menikmatinya, karena itulah inti dari semuanya, menikmati bagian dari sepak bola ini. Dan keluarga saya juga sangat bahagia di sini,” ungkap pemain berusia 29 tahun itu.
Saat ini, Diaz tengah fokus membantu Bayern mempertahankan puncak klasemen. Die Roten unggul delapan poin atas Borussia Dortmund yang berada di posisi kedua. Laga Der Klassiker melawan rival abadi itu akan tersaji di Signal Iduna Park, Minggu (1/3/2026) dini hari WIB. Sebuah ujian besar bagi Diaz, baik di atas lapangan maupun dalam hal komunikasi dengan rekan setimnya. (***)
