John Obi Mikel Kritis: Pemecatan Enzo Maresca oleh Chelsea "Konyol"

John Obi Mikel Kritis: Pemecatan Enzo Maresca oleh Chelsea “Konyol”

TRIBUN GROUP – Legenda Chelsea, John Obi Mikel, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan manajemen klub yang memecat Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru lalu. Mantan gelandang asal Nigeria itu menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang konyol dan terburu-buru, terutama mengingat pencapaian yang diraih pelatih asal Italia tersebut sebelum meninggalkan Stamford Bridge.

Berbicara di podcast pribadinya, Obi One, Mikel tidak menutupi kekecewaannya. Ia merasa klub terlalu cepat mengambil keputusan drastis tanpa memberi waktu lebih panjang bagi Maresca untuk membangun fondasi jangka panjang.

“Kami punya Enzo Maresca. Saya sudah mengatakannya, menurut saya itu kesalahan besar untuk memecatnya. Maksud saya, itu konyol,” ujar Mikel dengan nada kesal.

Menurut Mikel, Chelsea justru menunjukkan perkembangan yang jelas di bawah arahan Maresca. Ia menilai tim memiliki identitas permainan yang mulai terbentuk, gaya bermain yang lebih terstruktur, serta kepercayaan diri yang meningkat. Bahkan, Mikel menyinggung keberhasilan klub menjuarai Piala Dunia Antarklub dan UEFA Conference League sebagai bukti bahwa proyek Maresca berjalan ke arah yang benar.

“Seorang manajer yang memenangkan Piala Dunia Antarklub untuk kami, memenangkan Conference League, kami punya semacam identitas dalam cara bermain. Kami melangkah satu langkah maju, dan sekarang kami mundur lima langkah,” lanjut Mikel.

Rosenior Belum Tunjukkan Identitas Jelas

Mikel mengakui bahwa pengganti Maresca, Liam Rosenior, sempat memberikan awal yang cukup positif dengan beberapa kemenangan penting. Namun, ada sesuatu yang hilang dari permainan tim saat ini. Kekalahan terbaru dari Leeds United dan Burnley semakin memperkuat kekhawatiran bahwa Chelsea belum menemukan kembali konsistensi dan identitas permainan yang sebelumnya mulai terbentuk di era Maresca.

“Ya, seorang manajer yang memenangkan Piala Dunia Antarklub untuk kami, memenangkan Conference League, kami punya semacam identitas dalam cara bermain. Kami melangkah satu langkah maju, dan sekarang kami mundur lima langkah,” tegas Mikel.

Berita Lain  Fans MU Ini Janji Tak Potong Rambut Sebelum 5 Kemenangan Beruntun

Ia menilai perubahan manajer di tengah proyek yang belum sepenuhnya matang dapat merusak stabilitas tim. Dalam pandangannya, kontinuitas adalah kunci untuk membangun skuad yang kompetitif, terlebih di era sepak bola modern yang menuntut konsistensi taktik dan pengembangan pemain muda.

Perdebatan Klasik di Chelsea

Situasi ini kembali memunculkan perdebatan klasik tentang budaya pergantian pelatih di klub-klub besar Inggris. Chelsea memang memiliki sejarah panjang dalam hal perubahan manajer, tetapi Mikel tampaknya percaya bahwa dalam kasus Maresca, klub seharusnya menunjukkan kesabaran lebih besar.

Kini, tekanan terhadap Rosenior pun semakin meningkat seiring hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. Para pendukung mulai mempertanyakan apakah keputusan memecat Maresca adalah langkah tepat atau justru awal dari fase inkonsistensi baru.

Mikel menegaskan bahwa meski Rosenior telah meraih beberapa hasil positif, performa tim belum menunjukkan kohesi dan karakter kuat seperti sebelumnya. Kritik dari legenda klub ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang arah kebijakan manajemen Chelsea di era kepemilikan baru. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *