John Herdman: Membawa 280 Juta Mimpi ke Panggung Dunia

John Herdman Membawa 280 Juta Mimpi ke Panggung Dunia

TRIBUN GROUP – Ada sebuah kenangan yang tak ternilai harganya dalam karier John Herdman. Saat ia berhasil mengakhiri penantian 36 tahun Kanada untuk tampil di Piala Dunia 2022, pelatih asal Inggris itu merasakan sensasi yang tak bisa dibeli oleh uang. Kini, ia dipercaya untuk mengulang keajaiban serupa, namun dengan tantangan yang jauh lebih besar: membawa Timnas Indonesia, dengan 280 juta penduduknya, ke panggung sepak bola tertinggi dunia.

Januari 2026 menjadi titik awal baru bagi sepak bola Indonesia. Di tengah kegagalan Skuad Garuda mengamankan tiket Piala Dunia 2026, PSSI bergerak cepat. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menunjuk John Herdman sebagai nahkoda baru dengan mandat proyek jangka menengah selama dua tahun, plus klausul perpanjangan dua tahun.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pria 50 tahun itu memiliki portofolio mentereng di level internasional. Sebelum dikenal sebagai arsitek kebangkitan Kanada, Herdman mengasah kemampuannya di sepak bola putri. Ia menangani Timnas Selandia Baru Putri sebelum akhirnya terbang ke Kanada dan membawa Timnas Putri Kanada meraih medali perunggu di Olimpiade 2012 dan 2016.

Kesuksesan di sektor putri membuat Federasi Sepak Bola Kanada (Canada Soccer) mempercayakannya untuk menangani tim putra. Herdman pun membayar kepercayaan itu dengan cara spektakuler: meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022 Qatar. Itu adalah penampilan pertama Kanada di putaran final Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun.

Pencapaian itulah yang membuat Erick Thohir bergerak. Herdman dianggap memiliki resep jitu untuk membangun tim nasional dari bawah, mentransformasi tim underdog menjadi penantang kredibel di kancah internasional.

Proyek Transformasi: Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Bagi Herdman, melatih tim nasional bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah misi transformasional. Dalam wawancaranya dengan laman ASEAN United, ia menggambarkan bagaimana rasanya menjadi arsitek kebangkitan sepak bola sebuah negara.

Berita Lain  Persib Bandung Berhasil Tumbangkan Manila Digger 2-1

“Proyek itu penting. Proyek nyata yang bisa menyalakan gairah Anda. Anda bisa menghentikan sebuah negara ketika meloloskan mereka ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 36 tahun, dan itu bahkan bukan negara sepak bola,” ujar Herdman.

“Anda tahu kenangan itu tidak bisa dibeli dan tidak ada harga dalam sepak bola yang bisa membayarnya. Membayangkan Anda bisa melakukan itu dengan 280 juta orang di sebuah negara, itu istimewa. Itu adalah anugerah,” jelasnya penuh semangat.

Kalimat itu menjadi cerminan ambisinya di Indonesia. Dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, Indonesia adalah pasar sepak bola yang menggiurkan, tetapi juga tantangan terbesar. Herdman melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal.

“Inilah yang saya nikmati; kepemimpinan transformasional dan semoga kami bisa membawa tim yang dianggap underdog ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya,” tuturnya.

Mata Angin di Belakang Layar

Herdman tak bekerja sendirian. Ia mengakui bahwa dukungan penuh dari federasi menjadi faktor krusial dalam proses transformasi ini. Ia secara khusus menyebut peran Ketum PSSI, Erick Thohir, sebagai sosok visioner yang menjadi katalis perubahan.

“Kami memiliki basis talenta yang terus berkembang, Anda bisa melihat kualitasnya mulai meningkat dan juga ada seorang presiden dalam diri Erick Thohir yang visioner dan benar-benar ingin membawa negaranya ke level berikutnya,” ucap Herdman.

” Anda benar-benar membutuhkan sosok visioner seperti itu. Di bawahnya ada gairah para penggemar, jadi Anda tidak sedang melawan apa pun. Justru Anda memiliki angin di belakang layar Anda,” ungkapnya.

Frasa “angin di belakang layar” menjadi metafora yang tepat. Di banyak negara, pelatih sering kali harus berjuang melawan birokrasi federasi, minimnya dukungan, atau politik internal yang rumit. Di Indonesia, Herdman justru merasa mendapatkan dorongan penuh. Gairah jutaan suporter yang terkenal fanatik, jika dikelola dengan baik oleh kepemimpinan federasi yang visioner, bisa menjadi energi dahsyat yang mendorong tim terbang lebih tinggi.

Berita Lain  PSSI Resmi Tunjuk Kelme sebagai Apparel Resmi Timnas Indonesia Setelah Tender Ketat

Kini, pekerjaan rumah besar menanti Herdman. Dari pembenahan fundamental sepak bola usia muda, membangun pola main yang jelas, hingga menyatukan pemain keturunan dan lokal dalam satu visi. Namun jika ada satu hal yang telah ia buktikan di Kanada, ia adalah pelatih yang bisa mengubah mimpi yang tertidur panjang menjadi kenyataan.

Untuk 280 juta orang Indonesia, harapan itu kembali dinyalakan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *