Jendela Peluang Terbuka, Carrick Akhirnya Buka Sinyal Penerusan Tugas di MU

Jendela Peluang Terbuka, Carrick Akhirnya Buka Sinyal Penerusan Tugas di MU

TRIBUN GROUP – Keheningan Michael Carrick akhirnya pecah. Figur yang selama sebulan terakhir menghindar dari perbincangan mengenai masa depannya, secara halus mulai membuka pintu kemungkinan untuk tetap memimpin Manchester United lebih dari sekadar peran interim. Pernyataan-pernyataan terkini pelatih berusia 44 tahun itu dinilai oleh banyak pengamat sebagai sinyal pertama bahwa ia tertarik untuk melanjutkan perjalanan di Old Trafford.

Sejak diangkat sebagai manajer sementara menggantikan Ruben Amorim pada 13 Januari lalu, Carrick dikenal sangat ketat menjaga fokus pada performa lapangan, menghindari spekulasi yang bisa mengganggu konsentrasi tim. Namun, dalam sebuah konferensi pers terbaru, jawabannya atas pertanyaan tentang rencana klub dan keterlibatannya di masa depan mulai menunjukkan secercah ambisi.

“Tidak ada yang berubah, jujur saja. Saya sepenuhnya sadar dengan peran dan tanggung jawab saya di sini. Kami ingin sukses, dan saya ingin klub ini sukses, bahkan setelah musim ini, entah itu bersama saya atau orang lain,” ujar Carrick.

Lebih lanjut, Carrick menegaskan filosofinya bahwa stabilitas dan arah jangka panjang lebih penting daripada kesuksesan sesaat. Pernyataannya ini sekaligus kritik halus terhadap budaya sepak bola modern yang gampang terombang-ambing hasil.

“Saya tidak bisa mengontrol itu (keputusan klub) sekarang. Yang penting adalah membuat Manchester United lebih kuat. Hasil dalam waktu singkat tidak seharusnya mengubah arah. Kalau iya, berarti ada yang salah,” tegas mantan gelandang United itu.

Sikap tenang Carrick ini muncul di tengah performa mengesankan tim di bawah kendalinya. MU meraih tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, menampilkan permainan yang lebih solid dan berkarakter. Meski demikian, ia tetap rendah hati. “Saya menikmati pekerjaan ini. Saya merasa seperti di rumah. Tapi saya juga paham situasinya, jadi saya tidak mau terbawa perasaan,” katanya.

Berita Lain  Gaji & Fasilitas Fantastis Untuk Ronaldo Di Al Nassr

MU Berhati-hati, Calon Pelatih Timnas Piala Dunia Dikesampingkan

Di sisi lain, manajemen klub dikabarkan akan mengambil pendekatan sangat berhati-hati dalam proses perekrutan permanen. Menurut sumber internal yang memahami dinamika perekrutan pelatih level tinggi yang berbicara kepada BBC Sport, Manchester United sudah memiliki batasan yang jelas: mereka tidak akan memilih pelatih yang sedang menangani tim di Piala Dunia 2026.

Kebijakan ini diambil untuk menghindari risiko besar, baik dari sisi teknis—karena pelatih tersebut akan fokus penuh pada tugas negaranya hingga minimal Juli 2026—maupun dari sisi citra publik yang bisa rusak jika terjadi kegagalan di turnamen global.

Keputusan ini sekaligus mempersempit pasar pelatih top dunia dan secara tidak langsung memberi keuntungan bagi kandidat internal seperti Carrick. Jika ia mampu mempertahankan momentum positif dan menunjukkan perkembangan tim yang jelas, pernyataan “saya merasa seperti di rumah” bisa jadi bukan sekadar kiasan, melainkan gambaran nyata dari masa depan kepelatihan di Theatre of Dreams. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *