Gelar Liga Champions Jadi 'Jalur Selamat' Terakhir bagi Arne Slot di Liverpool?

Gelar Liga Champions Jadi ‘Jalur Selamat’ Terakhir bagi Arne Slot di Liverpool?

TRIBUN GROUP — Tekanan kian membelit Arne Slot. Kekalahan dramatis 2-3 dari Bournemouth, Sabtu (24/1/2026) lalu, bukan hanya mengakhiri rekor 13 laga tak terkalahkan Liverpool, tetapi juga mempertajam spekulasi tentang akhir kisah sang manajer Belanda di Anfield. Di tengah desakan sebagian suporter agar Xabi Alonso segera mengambil alih, mantan gelandang The Reds, Danny Murphy, menilai hanya satu pencapaian yang bisa menyelamatkan Slot: trofi Liga Champions.

Kekalahan dari Bournemouth meninggalkan luka yang dalam. Liverpool masih tanpa kemenangan di Premier League sepanjang 2026 dan mencatat rekor buruk: telah kebobolan tiga gol penentu di menit 90+ dalam satu musim, yang terburuk dalam sejarah mereka. Posisi di klasemen juga kian genting, dengan potensi tertinggal 17 poin dari Arsenal dan terperosok ke zona pertengahan.

“Andai Liverpool menjuarai Liga Champions, Anda tentu tidak akan memecat manajer yang membawa Anda menjuarai liga dan kemudian Liga Champions,” ujar Murphy dalam pernyataan eksklusifnya kepada Sports Mole, seperti dikutip dari Spreadex Sports.

Murphy menilai peluang itu masih terbuka, mengandalkan kualitas skuad, aura Anfield, dan sedikit keberuntungan dalam undian. Namun, dia juga mengingatkan manajemen klub, Fenway Sports Group (FSG), untuk tidak naif menutup mata terhadap realitas.

“Pimpinan Liverpool akan naif jika tidak menilai opsi lain karena basis suporter sedang tidak puas, performa tim menurun, ekspektasi tinggi, dan dana besar sudah dikeluarkan,” tegas Murphy. “Slot juga harus bertanggung jawab. Meski begitu, ini bukan sepenuhnya kesalahannya. Dia kehilangan pemain penting dan banyak rekrutan baru gagal tampil sesuai harapan.”

Murphy mengakui bahwa kemunculan Xabi Alonso sebagai kandidat yang tersedia, ditambah ikatan emosionalnya dengan klub, telah memperbesar wacana pergantian manajer. Meski demikian, dia meyakini Slot akan diberi kesempatan hingga akhir musim untuk membalikkan keadaan.

Berita Lain  Indonesia vs Lebanon: Prediksi Line-up FIFA Matchday

Gelar Eropa: Jaminan atau Bukan?

Pertanyaan besarnya: apakah trofi Liga Champions cukup menjadi “peluru perak” bagi Slot? Sejarah memberikan peringatan keras. Tottenham Hotspur memecat Ange Postecoglou kurang dari setahun setelah juara Liga Europa, saat performa domestiknya ambruk. Chelsea juga mendepak Roberto Di Matteo tak lama setelah ia mengantar klub meraih piala Liga Champions 2012.

Kasus-kasus itu menunjukkan bahwa kesuksesan di Eropa tidak otomatis menebus kegagalan yang terlihat nyata setiap pekan di liga domestik. Bagi FSG, prestasi Slot di Liga Champions bisa jadi tidak cukup jika dibayar dengan gagal finis di empat besar, atau bahkan paruh atas klasemen Premier League — sebuah skenario yang kini bukan lagi mustahil.

Jalan Panjang di Depan

Liverpool akan segera kembali beraksi di Liga Champions, menjamu Qarabag pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan akan memastikan tiket otomatis ke babak 16 besar. Itu bisa menjadi titik awal bagi Slot untuk membangun momentum penyelamatan, bukan hanya bagi musim ini, tetapi juga bagi masa depannya sendiri.

Saat ini, masa depan Arne Slot tergantung pada dua hal: kemampuannya membangkitkan kembali roh juara timnya di dua front yang tersisa, dan seberapa sabar FSG serta suporter Liverpool menunggu keajaiban itu terwujud. Jalan menuju keselamatan masih terbuka, tetapi sangat sempit dan licin. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *