Contoh Tawakal dalam Kehidupan Sehari-hari: Antara Usaha dan Pasrah

Contoh Tawakal dalam Kehidupan Sehari-hari: Antara Usaha dan Pasrah

Pernahkah Anda merasa gelisah setelah berusaha mati-matian tapi hasil belum tentu sesuai harapan? Rasanya seperti ada yang kurang, ya. Dalam Islam, ada konsep indah yang menjembatani usaha keras kita dengan ketenangan hati, yaitu tawakal. Memahami contoh tawakal dalam keseharian sangat penting agar kita tidak salah kaprah antara pasrah total dan berserah diri setelah berikhtiar. Sikap ini merupakan buah manis dari keimanan seorang muslim.

Menariknya, banyak dari kita mengucapkan kata “tawakal” tapi belum tentu mempraktikkannya dengan benar. Ada yang menganggap tawakal cukup dengan berdoa saja tanpa bekerja. Ada pula yang bekerja keras namun hatinya tetap gelisah karena lupa menyerahkan hasilnya kepada Allah. Mari kita bedah tuntas apa itu tawakal, bagaimana contoh nyata dalam hidup kita, dan mengapa sikap ini sangat relevan untuk kesehatan mental kita di era modern ini.

Memahami Makna Tawakal yang Sesungguhnya

Sebelum membahas lebih jauh tentang contoh tawakal, kita perlu menyamakan persepsi dulu tentang maknanya. Tawakal berasal dari bahasa Arab tawakkul yang berarti mewakilkan atau menyerahkan . Dalam konteks iman, tawakal adalah sikap menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah melakukan usaha yang maksimal .

Imam Ahmad bin Hambal menjelaskan bahwa tawakal merupakan perbuatan hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan atau dilakukan oleh anggota tubuh . Artinya, tawakal itu letaknya di hati. Ia adalah keyakinan yang mantap bahwa tidak ada yang mampu memberi atau mengambil manfaat kecuali Allah SWT .

Para ulama tasawuf menempatkan tawakal sebagai salah satu maqamat atau jenjang spiritual yang harus dilalui seorang hamba. Harun Nasution menyatakan bahwa tawakal adalah menyerahkan diri kepada qadha dan keputusan Allah SWT . Jadi, jelaslah bahwa tawakal bukan ajaran untuk bermalas-malasan, melainkan resep mujarab untuk meraih ketenangan jiwa.

Dalil Perintah Bertawakal dalam Al-Qur’an dan Hadits

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 159 yang artinya: “…Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” .

Ayat ini mengajarkan kita tentang waktu yang tepat untuk bertawakal, yaitu setelah kita membulatkan tekad dan melakukan usaha. Bukan sebelumnya. Profesor Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa manusia dituntut untuk melakukan sesuatu yang berada dalam batas kemampuannya terlebih dahulu .

Rasulullah SAW juga memberikan teladan luar biasa tentang keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi, beliau bersabda kepada seorang sahabat yang melepas untanya tanpa diikat: “Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah” . Hadits ini menjadi fondasi penting bahwa tawakal tidak meniadakan ikhtiar.

Tingkatan Tawakal dalam Pandangan Ulama

Para ulama membagi tawakal ke dalam beberapa tingkatan. Tingkatan pertama adalah hati yang selalu merasa tenang terhadap apa yang dijanjikan Allah . Tingkatan kedua, keyakinan penuh akan kekuasaan dan kebesaran Allah. Tingkatan ketiga, bersandar kepada Allah dalam segala kondisi.

Muhammad Alghazali dalam Jawahir al-Quran menuliskan bahwa tawakal adalah bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang . Ini menunjukkan bahwa tawakal bukan hanya tentang hasil, tapi juga tentang proses menghadapi ujian hidup.

Contoh Tawakal dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Sekarang kita sampai pada bagian inti, yaitu contoh tawakal yang bisa kita praktikkan sehari-hari. Ingat, contoh -contoh ini harus dimulai dengan usaha maksimal, baru diikuti dengan berserah diri kepada Allah.

Contoh Tawakal dalam Pendidikan dan Karir

Seorang pelajar yang ingin sukses tentu harus belajar sungguh-sungguh, taat kepada orang tua dan guru, serta menjalankan perintah agama . Setelah itu, ia bertawakal kepada Allah tentang hasil ujiannya. Ia tidak perlu cemas berlebihan karena yakin Allah akan memberikan yang terbaik.

Berita Lain  Cewe Matre dan Cewe Realistis: Ternyata Dua Hal yang Sangat Berbeda

Begitu pula dengan pekerja kantoran. Ia datang tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan mengembangkan kompetensi diri. Setelah semua usaha dilakukan, ia bertawakal bahwa Allah akan menentukan jenjang karirnya . Sikap ini membuatnya terhindar dari stres dan kecemasan akan promosi jabatan.

Bagi peserta seleksi kerja atau UTBK, contoh tawakal yang tepat adalah berusaha maksimal tanpa curang, belajar dengan tekun, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah . Yakinlah bahwa Allah Maha Tahu mana yang terbaik untuk masa depan kita.

Contoh Tawakal dalam Dunia Bisnis dan Pekerjaan

Seorang pengusaha atau pedagang harus menjalankan strategi bisnis dengan cermat. Ia melakukan riset pasar, menyusun rencana keuangan, dan bekerja keras mengembangkan usahanya . Namun, ia tetap sadar bahwa keberhasilan bisnis sepenuhnya di tangan Allah.

Ketika memulai usaha baru, kita bisa memiliki visi yang jelas dan rencana matang. Tapi kita juga harus siap menerima perubahan atau tantangan yang mungkin muncul . Inilah wujud tawakal dalam berbisnis, yaitu tetap optimis dan tidak putus asa saat menghadapi hambatan.

Seorang petani yang menggarap sawahnya memberikan contoh tawakal yang sangat nyata. Ia membajak tanah, memberi pupuk, membersihkan hama, dan mengairi tanamannya dengan rajin . Namun, ia tidak bisa memaksa hujan turun atau hama pergi. Di sinilah letak tawakalnya, yaitu berserah kepada Allah setelah usaha maksimal dilakukan.

Contoh Tawakal saat Menghadapi Masalah Hidup

Ketika musibah datang, seperti kehilangan pekerjaan atau sakit keras, contoh tawakal yang benar adalah tetap berusaha mencari solusi sambil berserah kepada Allah . Kita berobat ke dokter, mencari lowongan kerja baru, tapi hati tetap tenang karena yakin Allah punya rencana indah di balik cobaan ini.

Rasulullah SAW memberikan teladan agung saat berada di Gua Tsur bersama Abu Bakar dalam perjalanan hijrah. Ketika Abu Bakar cemas karena kaki musuh hampir melihat mereka, beliau menenangkannya dengan berkata, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” . Ini adalah puncak tawakal, yaitu keyakinan bahwa pertolongan Allah sangat dekat meski situasi tampak mustahil.

Kisah lain adalah saat Suraqah bin Malik mengejar Rasulullah dengan kudanya untuk membunuh beliau. Dengan tenang, Rasulullah tetap bertawakal hingga akhirnya tanah retak menelan kaki kuda Suraqah . Kejadian ini membuktikan bahwa Allah akan menunjukkan kekuasaan-Nya bagi hamba yang bertawakal.

Contoh Tawakal dalam Urusan Jodoh dan Keluarga

Mencari pasangan hidup adalah momen yang sering menimbulkan kecemasan. Banyak orang frustasi karena belum bertemu jodoh meski sudah berusaha. Padahal, contoh tawakal dalam hal ini adalah terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman, dan aktif dalam pergaulan yang positif, lalu menyerahkan urusan jodoh sepenuhnya kepada Allah .

Dalam membina rumah tangga pun, tawakal sangat diperlukan. Kita berusaha menjadi suami atau istri yang baik, mendidik anak dengan sabar, memenuhi nafkah keluarga. Namun, hasil dari didikan anak, keharmonisan rumah tangga, semuanya kita serahkan kepada Allah.

Contoh Tawakal dalam Ibadah dan Amal Kebaikan

Bersedekah adalah salah satu amal yang erat kaitannya dengan tawakal. Ketika kita memberi kepada orang lain, kita bertawakal bahwa Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik . Kita tidak perlu khawatir harta akan berkurang karena yakin janji Allah itu pasti.

Dalam beribadah pun, kita perlu tawakal. Misalnya saat shalat, kita berusaha khusyuk semaksimal mungkin. Namun, kekhusyukan sejati adalah anugerah Allah. Kita hanya bisa berusaha, hasilnya kita serahkan kepada-Nya.

Waktu yang Tepat untuk Bertawakal

Pertanyaan yang sering muncul adalah kapan sebenarnya kita harus bertawakal? Apakah sebelum, selama, atau setelah berusaha? Menurut para ulama, tawakal harus dilakukan pada tiga tahap penting .

Pertama, saat baru menyelesaikan tahap niat. Setelah kita berniat melakukan sesuatu, segera bertawakal dengan memasrahkan niat tersebut kepada Allah. Kedua, saat menyelesaikan tahap pelaksanaan. Setelah usaha fisik selesai, kembalikan hasil ikhtiar itu kepada Allah. Ketiga, saat tiba di tahap hasil. Apapun hasilnya, terimalah dengan lapang dada karena yakin itulah yang terbaik.

Berita Lain  Bagaimana Gerhana Matahari Terjadi? Proses Alam yang Menakjubkan

Perbedaan Tawakal dengan Pasrah Tanpa Usaha

Banyak orang keliru menganggap tawakal sama dengan pasrah tanpa usaha. Padahal, dalam ajaran Islam, keduanya sangat berbeda. Tawakal selalu didahului oleh ikhtiar maksimal, sedangkan pasrah tanpa usaha adalah kemalasan yang tercela.

Umar bin Khattab pernah mengusir seseorang yang hanya duduk berdoa di masjid tanpa mau bekerja. Beliau berkata tegas, “Tidak ada hujan uang dari langit” . Ini membuktikan bahwa Islam sangat menghargai kerja keras. Tawakal tanpa ikhtiar adalah omong kosong.

Manfaat Luar Biasa dari Bertawakal

Menerapkan sikap tawakal dalam hidup membawa banyak manfaat, baik secara psikologis maupun spiritual . Manfaat pertama adalah ketentraman pikiran. Saat kita sadar bahwa hasil akhir di tangan Allah, kita tidak perlu cemas berlebihan.

Manfaat kedua adalah ketegasan dalam mengambil keputusan. Kita bisa bertindak lebih percaya diri karena tahu bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang bertawakal . Orang yang bertawakal tidak ragu-ragu dalam melangkah.

Manfaat ketiga, hidup kita akan dicukupi. Allah berfirman dalam QS. Ath-Thalaq ayat 3: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” . Jaminan ini langsung dari Allah, jadi tidak perlu khawatir lagi.

Manfaat keempat, mendapat kebaikan di dunia dan akhirat. Orang-orang yang sabar dan bertawakal akan diberi tempat yang bagus di dunia, dan pahala di akhirat lebih besar lagi .

Kisah Inspiratif tentang Tawakal

Selain kisah Rasulullah di Gua Tsur dan peristiwa Suraqah, ada juga kisah para sahabat yang mengajarkan kita tentang tawakal. Dalam sebuah riwayat, ada sahabat yang terluka kepalanya namun tetap memaksakan mandi besar karena tidak tahu hukum tayamum. Akibatnya, ia meninggal. Rasulullah marah mendengar kejadian ini .

Kisah ini mengajarkan bahwa tawakal juga berarti menggunakan akal dan ilmu. Dalam kondisi sakit, kita tetap boleh mencari keringanan dalam beribadah. Ini bukan berarti tidak tawakal, justru ini bentuk tawakal yang benar karena kita menggunakan akal sehat yang diberikan Allah.

Menerapkan Tawakal di Era Modern

Di zaman serba cepat dan kompetitif seperti sekarang, contoh tawakal justru semakin relevan. Kita hidup di tengah budaya yang mengagungkan hasil instan dan kesuksesan materi. Akibatnya, banyak orang mengalami stres, depresi, dan kecemasan karena merasa gagal mencapai target.

Dengan bertawakal, kita bisa lebih sehat secara mental. Kita tetap bekerja keras, mengejar mimpi, tapi tidak diperbudak oleh hasil. Kita sadar bahwa rezeki, jodoh, dan kesuksesan adalah wilayah Allah. Tugas kita hanya berusaha dan berdoa.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 misalnya, kita harus tetap taat protokol kesehatan, menjaga imunitas, dan berusaha semaksimal mungkin. Setelah itu, kita bertawakal bahwa Allah akan melindungi kita . Sikap ini membuat kita tetap tenang di tengah badai.

Kesimpulan

Tawakal adalah inti dari keimanan seorang muslim. Ia bukan ajaran untuk bermalas-malasan, melainkan resep mujarab untuk meraih ketenangan jiwa di tengah kerasnya kehidupan. Contoh tawakal yang benar selalu diawali dengan ikhtiar maksimal, baru kemudian berserah diri kepada Allah.

Dari pelajar yang giat belajar, pekerja yang tekun, pengusaha yang ulet, hingga orang sakit yang berobat, semua bisa menerapkan tawakal dalam keseharian. Yang membedakan adalah keyakinan hati bahwa Allah sebaik-baiknya tempat bersandar.

Mari kita renungkan, sudahkah kita bertawakal hari ini? Sudahkah kita mengikat unta kita sebelum berserah? Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang bertawakal kepada-Nya, sehingga hidup terasa lebih ringan, hati lebih tenang, dan iman semakin kokoh. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *