TRIBUN GROUP – Bruno Fernandes kembali mengukuhkan statusnya sebagai jantung sekaligus otak serangan Manchester United. Kapten Setan Merah itu menjadi pemain tercepat kedua dalam sejarah Premier League yang mencapai 200 kontribusi gol (gol dan assist) bersama satu klub, setelah menambah namanya di papan skor dalam kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur, Sabtu (7/2/2026) lalu.
Pencapaian Bersejarah dan Kebangkitan di Era Carrick
Prestasi Fernandes hanya kalah dari legenda MU Wayne Rooney, dan berada di atas Cristiano Ronaldo. Hingga saat ini, gelandang asal Portugal itu telah mengoleksi 104 gol dan 96 assist dalam 314 penampilan untuk MU.
Pencapaian ini datang di tengah tren positif tim di bawah kendali pelatih kepala Michael Carrick, di mana MU telah meraih empat kemenangan beruntun atas rival-rival berat. Sepanjang musim 2025/26, Fernandes telah berkontribusi 6 gol dan 13 assist dari 24 laga.
“Saya rasa Michael datang dengan ide yang tepat, memberi para pemain tanggung jawab, tapi juga kebebasan,” puji Fernandes kepada TNT Sports. Ia mengaku pernah mengatakan pada Carrick bahwa dirinya yakin sang mantan rekan setim bisa menjadi manajer hebat. “Sekarang dia membuktikannya.”
Pujian untuk Tim dan Tekanan di Klub Besar
Fernandes menekankan bahwa kesuksesan tim adalah hasil kerja kolektif. “Kami berharap bisa membantunya lebih banyak lagi agar semua orang bisa melihat… bahwa staf di sini sangat berkualitas,” ujarnya.
Ia juga tak menampik tekanan besar yang melekat di klub sebesar MU. “Jika tidak [memahami tekanan], Anda akan segera memahaminya. Ini adalah klub besar dan semua orang tahu ekspektasi yang menyertainya,” tegas pemain berusia 31 tahun itu, seraya menambahkan bahwa Carrick, sebagai sosok yang memahami budaya kemenangan di Old Trafford, telah membawa hal spesial bagi tim.
Pencapaian vs Spekulasi Masa Depan
Ironisnya, di puncak performa dan pengaruhnya, masa depan Fernandes justru digelayuti spekulasi. Berbagai laporan menyebut sang playmaker sedang mempertimbangkan secara serius kemungkinan meninggalkan Old Trafford pada bursa transfer musim panas mendatang.
Klub Arab Saudi, Al Hilal, disebut pernah mengajukan tawaran besar musim panas 2025 dan berpotensi kembali melancarkan serangan. Ada pula analisis yang berpendapat bahwa melepas Fernandes bisa memberikan dana segar untuk proses rebuilding tim.
Namun, kepergian Fernandes akan menjadi pukulan telak bagi MU. Kehilangan pemain yang masih berada di antara penyerang terbaik dunia dan figur sentral di ruang ganti itu akan menciptakan kekosongan yang sangat sulit diisi, baik secara teknis maupun kepemimpinan.
Situasi ini menjadikan musim panas 2026 sebagai periode krusial baik bagi Fernandes maupun Manchester United. Apakah sang kapten akan melanjutkan legasinya, atau justru menutup babak gemilangnya di Theatre of Dreams dengan kepergian yang mengundang tanda tanya besar. (***)
