Belanja 450 Juta Pound Liverpool Bukan 'Splurge', Tapi Wujud Prinsip Keberlanjutan FSG

Belanja 450 Juta Pound Liverpool Bukan ‘Splurge’, Tapi Wujud Prinsip Keberlanjutan FSG

TRIBUN GROUP – Belanja besar-besaran Liverpool senilai lebih dari 450 juta pound sterling pada musim panas 2025 sempat mengguncang dunia sepak bola. Rekrutan mahal seperti Florian Wirtz (116 juta pound) dan Alexander Isak (125 juta pound) memecahkan rekor transfer klub berturut-turut. Namun, di balik angka fantastis tersebut, pelatih Arne Slot menegaskan bahwa The Reds sama sekali tidak meninggalkan filosofi finansial yang dipegang teguh oleh pemilik Fenway Sports Group (FSG).

Dalam sebuah penjelasan mendetail, Slot mencoba meluruskan narasi yang menurutnya kerap salah kaprah. Ia menekankan bahwa pengeluaran besar itu bukanlah bentuk pemborosan, melainkan bagian dari siklus ‘keberlanjutan’ yang telah menjadi DNA klub selama era FSG.

“Ini adalah model keberlanjutan. Itulah mengapa semua orang membicarakan 450 juta pound, tetapi itulah juga alasan mengapa kami harus mendapatkan kembali 300 juta pound,” ujar Slot, merujuk pada pendapatan besar klub dari penjualan pemain.

Frustrasi pada Persepsi, Bukan pada Kebijakan

Slot mengakui adanya sedikit rasa frustrasi, tetapi bukan pada model yang dijalankan FSG. “Mungkin saya sedikit frustrasi karena terlalu banyak orang yang tidak menyadari model kami. Mereka membicarakan 450 juta pound, tetapi itu dengan 300 juta pound yang kami dapatkan kembali,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Saya sama sekali tidak frustrasi karena itulah model yang saya masuki, dan bahkan saya menerimanya. Kami mampu mencapai banyak hal bagus sejak kepemilikan ini ada dengan model keberlanjutan seperti ini.”

Pelatih asal Belanda itu merinci bahwa makna ‘keberlanjutan’ bagi Liverpool sangat sederhana: tidak menghabiskan lebih dari yang dimiliki. Ia juga memberikan perspektif menarik tentang penggunaan dana tersebut. “Kami menjual pemain senilai 300 juta pound dan membeli 450 juta pound. Namun 250 juta pound di antaranya belum benar-benar kami gunakan,” ungkap Slot, yang mungkin merujuk pada pembayaran transfer yang diangsur dalam jangka panjang.

Berita Lain  Liverpool Harus Bersabar Tunggu Ledakan Florian Wirtz

Komitmen pada Prinsip yang Sama ke Depan

Meski telah melakukan gebrakan di pasar transfer, Slot menegaskan bahwa pendekatan Liverpool ke depan tidak akan berubah. “Perekrutan di masa depan akan selalu, atau setidaknya seharusnya, berada pada level yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan Slot ini sekaligus menepis spekulasi bahwa Liverpool telah beralih menjadi klub yang gemar menghamburkan uang. Justru, ia mempresentasikan belanja besar musim panas lalu sebagai sebuah anomali yang terencana—sebuah kesempatan untuk melakukan regenerasi skuad besar-besaran dengan tetap menjaga kesehatan finansial, berkat penjualan pemain yang juga masif.

Dengan filosofi ini, Liverpool diprediksi akan tetap aktif di bursa transfer, namun dengan perhitungan yang sangat matang. Bagi Slot dan FSG, prinsip ‘keberlanjutan’ bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang memastikan stabilitas dan kesuksesan jangka panjang klub di tengah hiruk-pikuk finansial sepak bola modern. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *