TRIBUN GROUP – Persijap Jepara sukses mengamankan satu poin berharga dalam lawatan berat ke kandang Bali United pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (23/2/2026) malam WIB, Laskar Kalinyamat menahan imbang tuan rumah tanpa gol.
Hasil imbang ini menjadi titik balik penting bagi Persijap yang sebelumnya selalu menelan kekalahan dalam tujuh laga tandang terakhir. Pelatih Mario Lemos mengaku puas dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu meredam agresivitas Serdadu Tridatu di kandang sendiri.
“Mendapatkan satu poin saat bermain tandang adalah hal yang penting bagi kami. Akhir-akhir ini, kami tidak berhasil untuk meraih poin ketika bertandang ke kandang lawan,” ujar Mario Lemos usai pertandingan.
Performa Apik di Babak Pertama
Pelatih asal Portugal itu menilai timnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama. Para pemain Persijap mampu mengontrol jalannya pertandingan meskipun menghadapi tekanan dari tuan rumah. Namun, Mario mengakui anak asuhnya kesulitan membongkar pertahanan Bali United yang bermain sangat disiplin.
“Saya pikir, kami bermain baik pada babak pertama. Kami bisa mengontrol pertandingan. Sangat sulit untuk menghadapi Bali United karena mereka bertahan sangat dalam, dengan banyak pemain berada di belakang bola,” kata dia.
Meskipun sempat mendominasi penguasaan bola, Laskar Kalinyamat belum mampu menciptakan peluang berbahaya yang mengancam gawang lawan. Beberapa kesempatan yang diperoleh Wahyudi Hamisi dkk belum membuahkan hasil maksimal.
“Sayangnya, kami masih belum cukup berbahaya, meskipun sebetulnya ada beberapa peluang. Lalu, pada babak kedua, Bali United bisa bermain lebih baik. Saya pikir kami kekurangan energi dan intensitas untuk bermain seperti babak pertama,” ujar Mario.
Keluar dari Zona Merah
Satu poin yang diraih di Pulau Dewata terbukti sangat berharga bagi perjalanan Persijap musim ini. Tambahan angka tersebut sukses mengangkat Laskar Kalinyamat keluar dari zona degradasi BRI Super League.
Persijap kini menempati peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 19 poin dari 23 pertandingan. Mereka menggusur PSBS Biak yang harus turun ke zona merah setelah mengoleksi 18 poin, menyusul kekalahan dari PSIM Yogyakarta pada pekan yang sama.
“Terlepas dari hal itu, Bali United adalah tim yang kuat dan mereka bermain di kandang. Kami bisa mendapatkan satu poin untuk bisa meninggalkan zona degradasi. Itulah target yang ingin kami capai,” kata Mario menegaskan.
Perjuangan Masih Panjang
Kiper Persijap, Sendri Johansyah, turut memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh rekan setim. Menurutnya, laga melawan Bali United berlangsung seru dengan peluang tercipta dari kedua sisi. Ia bersyukur timnya mampu mengamankan satu poin dan bertekad terus memperbaiki posisi di klasemen.
“Laga ini sangat seru. Bali United menciptakan banyak peluang. Kami juga. Namun, skor akhirnya 0-0, dan itu kami syukuri. Kami juga akan masih terus memperbaiki posisi kami di klasemen agar lolos dari degradasi,” kata Sendri.
Dengan hasil ini, Persijap menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah melalui masa sulit. Namun, perjuangan Laskar Kalinyamat untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih panjang. Mario Lemos dan anak asuhnya dituntut konsisten meraih poin di sisa pertandingan untuk mengamankan tempat di BRI Super League musim depan. (***)
