Banjir Terjang Halte Transjakarta Gunung Sahari, Ratusan Warga Terjebak dan Batal ke Kantor

Banjir Terjang Halte Transjakarta Gunung Sahari, Ratusan Warga Terjebak dan Batal ke Kantor

TRIBUN GROUP – Ratusan warga pengguna transportasi umum terpaksa terjebak dan membatalkan aktivitas kerja mereka setelah Halte Transjakarta Gunung Sahari di kawasan Pademangan, Jakarta Pusat, ditutup sementara akibat banjir pada Senin (12/1/2026). Penutupan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu mengakibatkan layanan bus Transjakarta terhenti, sementara akses ojek online (ojol) juga sangat sulit didapat akibat tingginya genangan air.

Salah seorang korban, Wini (47), terpaksa mengurungkan niatnya pergi ke kantor di Mangga Dua, Jakarta Utara. Warga Cibubur, Jakarta Timur, ini sudah berada di halte sejak pukul 09.00 WIB dan masih bertahan hingga sore hari. “Waktu saya berangkat dari rumah sebetulnya sudah gerimis. Tapi saya berpikir bakal aman kalau naik Transjakarta,” ujar Wini yang ditemui di lokasi.

Namun, harapannya pupus ketika bus yang ditumpanginya terjebak macet panjang dan penumpang disarankan turun di Halte Gunung Sahari. Meski jarak ke kantornya relatif dekat, genangan air yang tinggi di Jalan Gunung Sahari membuatnya tidak mungkin berjalan kaki.

“Tadi sejak jam 10.00 WIB kami sudah diminta pulang saja tidak apa-apa. Tapi saya masih di sini karena kalau mau pulang masih belum ada bus juga,” keluhnya. Ia berencana menunggu air surut dan mencoba kembali memesan ojol atau pulang menggunakan KRL.

Nasib serupa dialami Evan (27), yang sejak pagi berusaha menuju kantornya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dari Mayestik, Jakarta Selatan. Terjebak kemacetan parah, ia turun untuk mencari sarapan. Setelah itu, upayanya mencari ojol atau ojek pangkalan untuk meneruskan perjalanan juga gagal.

“Mungkin karena banjir juga dia sekitaran sana kan. Saya juga coba ditawari ojek pangkalan, tapi ternyata harganya mahal sekali,” ungkap Evan yang akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Berita Lain  Banjir Genangi Jalan MT Haryono, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

Insiden ini kembali menyoroti kerentanan sistem transportasi Ibu Kota terhadap gangguan cuaca ekstrem. Penutupan halte vital dan ketiadaan alternatif transportasi yang memadai saat banjir mengakibatkan ribuan warga mengalami disrupsi mobilitas dan produktivitas.

Sampai berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Jalan Gunung Sahari masih padat dan bergerak lambat. Pihak Transjakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait penyesuaian rute atau mitigasi darurat bagi penumpang yang masih terjebak. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *