Banjir Landa Aceh Utara dan Timur, Pemerintah Pacu Normalisasi Sungai

Banjir Landa Aceh Utara dan Timur, Pemerintah Pacu Normalisasi Sungai

TRIBUN GROUP – Banjir kembali melanda dua wilayah di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur, sejak Kamis (8/1). Padahal, kedua kabupaten tersebut baru memasuki masa transisi pascadarurat banjir sebelumnya. Ratusan warga terpaksa mengungsi, dan sejumlah kecamatan di kedua wilayah masih terendam air hingga berita ini diturunkan.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, atau yang akrab disapa Dek Fadh, langsung meninjau lokasi terdampak di Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Jumat pagi. Dalam pernyataannya, Fadhullah mengakui kondisi sungai-sungai yang dangkal sebagai salah satu penyebab banjir berulang.

“Kami pastikan untuk masyarakat yang terbaik. Kita tahu sungai-sungai sudah dangkal. Itu harus dilakukan normalisasi sungai,” tegas Fadhullah.

Ia menggarisbawahi upaya konkret Pemerintah Aceh dengan berkoordinasi penuh Satuan Tugas (Satgas) Sungai yang dibentuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Tugas bersama tersebut adalah menormalisasi seluruh sungai yang mengalami pendangkalan.

“Kami koordinasi terus dengan Satgas Sungai agar seluruh sungai normal kembali sehingga tidak banjir lagi,” imbuhnya.

Sebagai bukti percepatan kerja, Fadhullah mencontohkan keberhasilan normalisasi sungai di Kabupaten Pidie Jaya yang terdampak banjir pada 26 November 2025 lalu. Menurutnya, metode serupa akan segera diterapkan di daerah lain.

Ia memastikan bahwa program normalisasi akan mencakup seluruh sungai di 18 kabupaten dan kota di Aceh pascabanjir. Namun, di tengah upaya tersebut, Fadhullah meminta kesabaran dan kewaspadaan terus masyarakat.

“Kami harap masyarakat bersabar sembari pengerjaan normalisasi sungai dilakukan. Tetap waspada akan bencana banjir,” pungkas Wakil Gubernur.

Banjir yang terjadi sejak Kamis lalu kembali menguji ketangguhan sistem mitigasi dan respons bencana di Aceh. Pemerintah kini menitikberatkan solusi jangka menengah dengan normalisasi sungai, sambil menghadapi tantangan evakuasi dan penanganan darurat bagi korban yang masih mengungsi. Efektivitas koordinasi dengan Satgas Sungai tingkat pusat akan menjadi kunci pencegahan bencana serupa di masa depan. (***)

Berita Lain  Bencana Berganda di Aceh Utara: Sinyal Telekomunikasi di 12 Kecamatan Masih Lumpuh Sebulan Pascabanjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *