Babak Baru di CAS: Malaysia Perjuangkan Pengurangan Hukuman Tujuh Pemain Timnas

Babak Baru di CAS: Malaysia Perjuangkan Pengurangan Hukuman Tujuh Pemain Timnas

TRIBUN GROUP – Nasib tujuh pemain tim nasional Malaysia kini berada di tangan pengadilan olahraga tertinggi dunia. Sidang perdana banding yang diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM) resmi digelar pada 23 Februari 2026 di Court of Arbitration for Sport (CAS) yang bermarkas di Lausanne, Swiss. Sidang ini menjadi momentum krusial dalam upaya federasi untuk meringankan sanksi larangan bermain selama 12 bulan yang dijatuhkan FIFA pada September tahun lalu.

Berbeda dengan banding pada umumnya, FAM tidak mengajukan klaim ketidakbersalahan maupun membantah pelanggaran yang telah diumumkan dan diselidiki oleh FIFA. Pendekatan yang diambil federasi sangat spesifik dan realistis: hanya meminta pengurangan masa hukuman.

“Kami tidak membuka kembali substansi pelanggaran. Fokus kami adalah pada proporsionalitas hukuman dan faktor-faktor yang meringankan sehingga masa skorsing dapat dipangkas,” demikian inti argumen yang disampaikan tim kuasa hukum FAM di hadapan panel arbitrase CAS.

Latar Belakang Sanksi dan Dampaknya

Pada September 2025, FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain timnas Malaysia. Keputusan tersebut dipicu oleh persoalan kelayakan dan dokumentasi yang memicu kontroversi di lingkungan tim nasional. Sanksi ini langsung berdampak signifikan terhadap stabilitas skuad Harimau Malaya, terutama menjelang agenda kompetisi internasional yang penting.

Absennya ketujuh pemain dalam skuad utama jelas memengaruhi kedalaman tim dan membatasi opsi taktis pelatih. Sejak sanksi dijatuhkan, Malaysia harus berjuang tanpa kontribusi mereka di lapangan.

Strategi Realistis FAM

Langkah FAM mengajukan banding ke CAS dinilai sebagai strategi yang cerdas dan realistis. Alih-alih membuka kembali kasus yang sudah diputuskan FIFA, federasi memilih jalur yang lebih sempit namun terukur: memohon keringanan hukuman dengan mempertimbangkan faktor-faktor meringankan.

Berita Lain  Arab Saudi Siapkan Kontrak Rp27,5 Miliar Per Pekan untuk Rekrut Mohamed Salah Gantikan Ronaldo

Pendekatan ini menunjukkan bahwa FAM memahami dinamika hukum olahraga internasional. Mereka tidak menyia-nyiakan energi untuk membantah pelanggaran, tetapi fokus pada upaya agar para pemain bisa kembali memperkuat tim nasional lebih cepat dari jadwal semula.

Keputusan Tinggal Menghitung Hari

Sidang yang berlangsung di markas CAS ini menarik perhatian publik sepak bola Malaysia. Menariknya, putusan dari CAS berpotensi diumumkan segera setelah sidang berakhir, tanpa penundaan panjang. Berdasarkan perkiraan waktu yang beredar, keputusan bisa keluar secepatnya pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 5 pagi waktu setempat.

Jika panel arbitrase mengabulkan permohonan pengurangan hukuman, maka ketujuh pemain tersebut berpeluang kembali merumput lebih awal dan kembali memperkuat Harimau Malaya dalam agenda kompetisi mendatang. Ini akan menjadi suntikan moral sekaligus tambahan kekuatan signifikan bagi tim.

Sebaliknya, apabila hukuman 12 bulan tetap dipertahankan, Malaysia harus kembali menyusun strategi tanpa kehadiran mereka hingga masa skorsing berakhir. Situasi ini tentu akan memengaruhi persiapan jangka panjang tim nasional.

Penentuan Arah Timnas Malaysia

Hasil sidang di CAS ini akan sangat menentukan arah persiapan tim nasional Malaysia ke depan. Keputusan pengadilan olahraga tertinggi dunia itu tidak bisa diganggu gugat dan akan mengikat semua pihak.

Publik sepak bola Malaysia kini menanti dengan napas tertahan. Doa dan harapan tertuju pada keputusan yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Apapun hasilnya, langkah FAM membawa kasus ini ke CAS menunjukkan keseriusan federasi dalam memperjuangkan masa depan para pemain dan tim nasional. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *