Kulit Anda tiba-tiba merah, bentol-bentol, dan gatal tak tertahankan? Itu namanya biduran, atau dalam dunia medis disebut urtikaria. Biduran galigata ini memang sangat mengganggu. Rasanya ingin menggaruk terus, tapi justru bisa memperparah kondisi kulit.
Tapi sebenarnya, apa sih penyebab biduran? Kenapa tiba-tiba muncul dan kadang hilang begitu saja?
Artikel ini akan membahas tuntas semua hal tentang biduran, dari akar penyebab, jenis-jenisnya, hingga langkah tepat untuk meredakan dan mencegahnya. Yuk, kita kupas satu per satu.
Apa Itu Biduran (Urtikaria)?
Sebelum cari tahu penyebabnya, kita kenali dulu musuhnya. Biduran adalah reaksi kulit yang ditandai dengan munculnya bilur atau bentol berwarna merah atau putih. Bentolnya terasa gatal, kadang seperti tersengat, dan ukurannya bervariasi. Yang unik, biduran bisa berpindah-pindah, muncul di satu area lalu menghilang dan muncul di area lain.
Reaksi ini terjadi ketika tubuh melepaskan histamin dan senyawa kimia lain ke dalam aliran darah sebagai respons terhadap pemicu tertentu. Pelepasan histamin inilah yang menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) bocor.
Cairan yang keluar ini menumpuk di kulit dan membentuk bentol-bentol yang kita lihat. Jadi, biduran sebenarnya adalah gejala, bukan penyakit utama. Ia adalah alarm tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Jenis-Jenis Biduran: Akut vs Kronis
Tidak semua biduran sama. Dokter membaginya berdasarkan lama waktu gejala bertahan:
- Urtikaria Akut: Ini jenis yang paling umum. Biduran muncul tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 6 minggu. Biasanya disebabkan oleh infeksi (seperti pilek) atau reaksi alergi terhadap makanan, obat, atau gigitan serangga. Gejalanya bisa parah, tapi sering hilang dalam hitungan jam atau hari.
- Urtikaria Kronis: Jika biduran muncul hampir setiap hari dan berlangsung lebih dari 6 minggu, itu tergolong kronis. Mencari pemicu spesifik untuk jenis ini jauh lebih sulit. Hanya sekitar 20-30% kasus yang berhubungan dengan alergi. Sebagian besar disebabkan oleh faktor autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat sendiri. Stres fisik dan emosional juga bisa memicunya.
Penyebab Biduran yang Paling Umum
Nah, ini bagian intinya. Apa saja sih yang bisa memicu tubuh melepaskan histamin dan menyebabkan biduran galigata? Pemicunya sangat beragam, mulai dari hal sederhana hingga kondisi medis tertentu.
Reaksi Alergi (Penyebab Biduran Akut yang Paling Sering)
Ini adalah mekanisme pertahanan tubuh yang berlebihan terhadap zat asing (alergen). Beberapa alergen umum pemicu biduran:
- Makanan: Kacang-kacangan, seafood (udang, kepiting, cumi), telur, susu, gandum, dan beberapa buah (seperti stroberi dan kiwi).
- Obat-obatan: Antibiotik (penisilin, sulfa), obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID seperti ibuprofen), obat penghilang rasa sakit (aspirin), dan beberapa obat tekanan darah.
- Gigitan atau Sengatan Serangga: Lebah, tawon, nyamuk, atau semut api.
- Lateks: Bahan yang ada pada sarung tangan, balon, atau beberapa alat medis.
- Alergen Hirup: Serbuk sari, bulu hewan peliharaan, tungau debu, atau jamur (meski lebih sering sebabkan pilek alergi, bisa juga picu biduran).
Faktor Fisik (Pemicu Urtikaria Kronis)
Biduran bisa muncul karena rangsangan fisik langsung pada kulit. Jenis ini disebut urtikaria fisik.
Dermografisme: Biduran muncul di area kulit yang digaruk atau mendapat tekanan. Garis merah dan bentol akan mengikuti pola garukan. Ini salah satu bentuk biduran yang sangat umum.
Urtikaria akibat Tekanan: Muncul beberapa jam setelah kulit mendapat tekanan lama, misalnya dari ikat pinggang, tali bra, atau duduk terlalu lama.
- Urtikaria Dingin: Terpapar udara dingin, air dingin, atau benda dingin.
- Urtikaria Panas: Terpapar suhu panas.
- Urtikaria Solar: Dipicu oleh paparan sinar matahari.
- Urtikaria Getar: Misalnya setelah menggunakan alat berat seperti bor tangan.
Infeksi dan Penyakit Tertentu
Tubuh yang sedang melawan infeksi seringkali menunjukkan reaksi berupa biduran.
- Infeksi virus seperti flu, pilek, atau hepatitis.
- Infeksi bakteri (misalnya infeksi saluran kemih atau radang tenggorokan).
- Penyakit autoimun seperti lupus atau tiroiditis.
- Gangguan hormon.
Stres Emosional
Ini hubungan nyata antara pikiran dan kulit. Stres dan kecemasan berat bisa memicu atau memperburuk biduran kronis. Stres memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan bisa membuat kulit lebih reaktif.
Penyebab Lainnya
Olahraga: Ada kondisi langka yang disebut exercise-induced urticaria.
Kontak dengan Tanaman atau Bahan Kimia: Getah tanaman tertentu, parfum, pengawet, atau pewarna pada produk perawatan kulit.
Seringkali, terutama pada biduran kronis, dokter tidak bisa menemukan pemicu yang pasti. Ini disebut chronic idiopathic urticaria.
Kapan Harus ke Dokter?
Biduran umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Namun, Anda harus segera mencari pertolongan medis darurat jika biduran disertai dengan gejala berikut:
- Pusing, pingsan, atau lemas ekstrem.
- Sesak napas, mengi, atau kesulitan menelan.
- Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan (angioedema).
- Detak jantung cepat atau rasa sesak di dada.
Ini adalah gejala reaksi alergi parah (anafilaksis) yang bisa mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan secepatnya.
Cara Mengatasi dan Meredakan Biduran di Rumah
Selain minum obat dari dokter, ada beberapa langkah perawatan mandiri yang bisa meredakan gatal dan ketidaknyamanan:
- Kompres Dingin: Tempelkan kain basah yang dingin atau ice pack yang dibungkus handuk pada area yang bentol selama 10-15 menit. Ini membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pelepasan histamin.
- Hindari Pemicu yang Diketahui: Jika Anda tahu penyebab biduran Anda, jauhi itu.
- Pakai Pakaian Longgar dan Halus: Pakaian ketat atau berbahan kasar seperti wol bisa mengiritasi kulit lebih lanjut.
- Mandi Air Dingin atau Hangat Suam: Hindari air panas karena bisa memperburuk gatal. Gunakan sabun lembut tanpa pewangi.
- Kelola Stres: Coba teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga jika stres adalah pemicu Anda.
- Gunakan Losion Calamine atau Krim Anti-Gatal: Bisa membantu menenangkan kulit untuk sementara.
Pengobatan Medis untuk Biduran
Dokter biasanya akan merekomendasikan obat untuk mengatasi gejala, terutama jika biduran parah atau kronis.
- Antihistamin Oral: Ini adalah lini pertama pengobatan. Obat seperti cetirizine, loratadine, atau fexofenadine bekerja dengan memblokir efek histamin. Untuk biduran kronis, mungkin perlu dikonsumsi rutin.
- Kortikosteroid: Untuk kasus biduran berat yang tidak merespons antihistamin, dokter mungkin memberi prednison dalam dosis tinggi untuk jangka pendek.
- Obat Lainnya: Jika antihistamin dan steroid tidak bekerja, ada obat lain seperti omalizumab (suntikan) atau imunosupresan yang bisa dipertimbangkan oleh dokter spesialis kulit.
Bisakah Biduran Dicegah?
Pencegahan terbaik adalah dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicunya. Coba buat diary atau catatan harian. Tulis makanan yang Anda makan, aktivitas, produk yang digunakan, dan tingkat stres setiap kali biduran muncul. Pola mungkin akan terlihat setelah beberapa waktu.
Untuk biduran fisik (seperti dermografisme), hindari pakaian ketat, gunakan sabun lembut, dan usahakan tidak menggaruk kulit.
Kesimpulan
Biduran galigata memang menjengkelkan, tapi dengan pemahaman yang baik, Anda bisa mengelolanya. Ingat, biduran adalah sinyal dari tubuh. Penyebab biduran sangat beragam, dari alergi makanan hingga stres.
Jangan remehkan jika terjadi berulang atau disertai gejala sesak napas. Segera konsultasi ke dokter, terutama dokter spesialis kulit atau alergi, untuk diagnosis yang tepat. Mereka bisa membantu Anda menemukan pemicu dan rencana perawatan yang efektif.
Dengan penanganan yang benar, biduran bisa dikontrol sehingga tidak lagi mengganggu kualitas hidup Anda.
