Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Jalankan Tugas, Aparat Buru Pelaku

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Jalankan Tugas, Aparat Buru Pelaku

tribungroup.net – Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas dalam penembakan pada Rabu, 9 September 2026.

Ketiganya menjadi korban ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Aparat keamanan menduga kelompok kriminal bersenjata atau KKB terlibat dalam penembakan tersebut.

Namun, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab.

Penembakan Terjadi Saat Rombongan Pulang ke Wamena

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya kembali menuju Wamena.

Mereka sebelumnya menjalankan tugas terkait distribusi bantuan pangan dan kegiatan pertanian.

Menurut laporan yang dihimpun, rombongan tersebut berjumlah delapan orang.

Dalam perjalanan, rombongan diduga mendapat serangan dari kelompok bersenjata.

Lima orang berhasil menyelamatkan diri dan kemudian dimintai keterangan oleh aparat.

Sementara itu, tiga pegawai mengalami luka tembak serius.

Mereka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, ketiganya akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dialami.

Tiga Korban Merupakan Pegawai Dinas Pertanian

Ketiga korban telah diidentifikasi oleh pihak terkait.

Mereka adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik.

Aprida Rapi berusia 49 tahun.

Ia menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Jayawijaya.

Aprida dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian rusuk.

Korban kedua adalah Alfonsius Albinus Mehan.

Pria berusia 35 tahun tersebut bekerja sebagai dokter hewan.

Ia mengalami luka tembak pada bagian kepala.

Sementara itu, Wili Mbuik merupakan CPNS berusia sekitar 24 hingga 25 tahun.

Wili mengalami luka tembak pada bagian rusuk kanan.

Data mengenai usia Wili berbeda dalam beberapa laporan media.

Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan KKB

Kasus penembakan tersebut langsung mendapat perhatian aparat keamanan.

Berita Lain  Gempa Palu Hari Ini, BMKG Sebut Aktivitas Sesar Palu-Koro Masih Aktif

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Jayawijaya melakukan penyelidikan.

Lima anggota rombongan yang selamat juga telah dimintai keterangan.

Keterangan mereka diharapkan membantu polisi menyusun kronologi secara lebih lengkap.

Selain itu, aparat melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian.

Sejumlah barang bukti juga ditemukan di sekitar lokasi penembakan.

ANTARA melaporkan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz menemukan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter.

Temuan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Aparat masih perlu memastikan bagaimana senjata tersebut digunakan dalam serangan.

Dugaan Mengarah ke Kelompok Bersenjata

Polisi sebelumnya menyebut dugaan keterlibatan KKB dalam penembakan tersebut.

Laporan ANTARA menyebut dugaan pelaku mengarah kepada KKB Kodap III Ndugama.

Meski demikian, aparat tetap melakukan pendalaman.

Identitas pelaku secara individual belum dapat dipastikan secara resmi.

Karena itu, informasi mengenai pelaku masih harus diperlakukan sebagai dugaan.

Langkah tersebut penting untuk menjaga proses hukum tetap berdasarkan bukti.

Korban Sedang Menjalankan Tugas Pelayanan

Tragedi tersebut menimbulkan duka mendalam bagi lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Ketiga korban sedang menjalankan pekerjaan mereka ketika serangan terjadi.

Mereka merupakan bagian dari kegiatan pelayanan pertanian kepada masyarakat.

Rombongan tersebut dilaporkan menjalankan tugas distribusi bantuan pangan.

Mereka juga melakukan kegiatan yang berkaitan dengan cetak sawah.

Kondisi tersebut membuat peristiwa ini menjadi perhatian publik.

Sebab, para korban berada di lapangan sebagai bagian dari tugas pemerintahan.

Bukan sebagai bagian dari operasi keamanan.

Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan risiko yang dihadapi pekerja sipil di wilayah rawan konflik.

Pemerintah Diminta Pastikan Keamanan Aparatur

Kasus ini juga memunculkan perhatian terhadap keamanan aparatur yang bertugas di daerah terpencil.

Pelayanan publik membutuhkan kehadiran pegawai pemerintah di berbagai wilayah.

Berita Lain  Sudirman–Thamrin Ditutup Sore Ini untuk Perayaan HUT Jakarta ke-499

Namun, faktor keamanan menjadi tantangan besar di sejumlah kawasan Papua.

Karena itu, perlindungan terhadap pekerja sipil perlu menjadi perhatian.

Aparat keamanan juga dituntut mengungkap kasus ini secara menyeluruh.

Pelaku harus dapat diidentifikasi berdasarkan bukti dan keterangan saksi.

Selanjutnya, proses hukum perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyidikan Masih Berlangsung

Sampai perkembangan terbaru, aparat masih melakukan penyelidikan.

Belum ada kepastian mengenai seluruh rangkaian serangan tersebut.

Polisi juga masih mendalami keterangan lima anggota rombongan yang selamat.

Barang bukti dari lokasi kejadian akan menjadi bagian penting dalam penyidikan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah dan aparat keamanan perlu menyampaikan perkembangan secara terbuka.

Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya informasi keliru.

Duka untuk Tiga Pegawai yang Gugur

Kematian Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik meninggalkan duka bagi keluarga.

Rekan kerja mereka juga kehilangan tiga sosok yang menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

Dua korban diketahui memiliki hubungan dengan Nusa Tenggara Timur.

Alfonsius berasal dari wilayah Sikka.

Sementara Wili merupakan putra NTT yang bekerja di Papua Pegunungan.

Jenazah para korban kemudian menjalani proses penanganan sebelum diserahkan kepada keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik membutuhkan jaminan keamanan.

Terlebih bagi pegawai yang harus bekerja di wilayah dengan kondisi keamanan yang tidak stabil.

Pada akhirnya, pengungkapan kasus menjadi pekerjaan penting bagi aparat.

Masyarakat menunggu kepastian mengenai pelaku dan motif penembakan tersebut.

Proses hukum juga diharapkan dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Untuk saat ini, penyelidikan masih berlangsung.

Informasi resmi dari aparat menjadi rujukan utama untuk perkembangan kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *