tribungroup.net – Aksi seorang bos perusahaan pertanian yang terbang menggunakan drone raksasa di kawasan perkebunan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Video tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian menganggapnya sebagai inovasi, sedangkan lainnya menilai aksi tersebut sangat berbahaya karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Setelah videonya menyebar luas, Direktur PT Bina Tani Makmur, Budianto, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa tindakan tersebut tidak layak ditiru dan dilakukan semata-mata untuk kebutuhan pembuatan konten.
Budianto juga menegaskan bahwa drone yang digunakan sebenarnya dirancang sebagai alat pendukung sektor pertanian. Perangkat tersebut diperuntukkan mengangkut pupuk, bibit, maupun hasil panen, bukan sebagai alat transportasi manusia.
Video Viral Memicu Perdebatan di Media Sosial
Rekaman berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang pria berdiri di atas drone pertanian berukuran besar. Drone kemudian mengangkat tubuhnya hingga sekitar 15 meter dari permukaan tanah sebelum terbang melintasi area perkebunan.
Video tersebut direkam di kawasan perkebunan pisang di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam sekali penerbangan, drone mampu menempuh jarak sekitar satu kilometer sehingga terlihat seolah menjadi alat transportasi menuju kebun.
Tidak membutuhkan waktu lama, video itu langsung menyebar ke berbagai platform media sosial. Banyak warganet mempertanyakan keamanan penggunaan drone untuk mengangkut manusia.
Di sisi lain, ada pula yang menganggap aksi tersebut menunjukkan kemajuan teknologi pertanian di Indonesia. Namun, sebagian besar komentar tetap mengingatkan bahwa penggunaan drone di luar fungsi utamanya dapat menimbulkan risiko besar.
Awalnya Hanya Bertujuan Membuat Konten
Budianto menjelaskan bahwa video tersebut dibuat untuk kebutuhan promosi di media sosial.
Menurutnya, selama ini ia sering mengunggah konten mengenai pemanfaatan drone dalam kegiatan pertanian. Sayangnya, konten yang menampilkan drone mengangkut pupuk maupun bibit tidak banyak menarik perhatian publik.
Karena itu, ia mencoba membuat konsep yang berbeda dengan menaiki drone tersebut. Di luar dugaan, video tersebut justru menjadi viral dan ditonton jutaan kali.
Bos Perusahaan Mengakui Aksinya Berbahaya
Setelah menerima banyak kritik, Budianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Ia mengaku tidak pernah bermaksud mendorong masyarakat untuk meniru tindakannya. Sebaliknya, ia berharap video tersebut tidak dijadikan contoh karena mengandung risiko keselamatan yang sangat besar.
Menurutnya, drone memang memiliki kapasitas angkut hingga sekitar 100 kilogram. Meski demikian, kemampuan tersebut bukan berarti alat itu aman digunakan sebagai kendaraan untuk manusia.
Drone Hanya Untuk Operasional Pertanian
Dalam keterangannya, Budianto menegaskan bahwa fungsi utama drone adalah membantu pekerjaan di sektor pertanian.
Perangkat tersebut digunakan untuk mengangkut pupuk, bibit tanaman, pestisida, hingga hasil panen pada area yang sulit dijangkau kendaraan.
Pemanfaatan seperti itu dinilai jauh lebih aman dan sesuai dengan tujuan pengembangannya.
Bahkan, setelah video tersebut menjadi viral, ia memutuskan menghentikan sementara penggunaan drone sambil menunggu kejelasan mengenai aspek perizinan dan keselamatan operasional.
Pakar Ingatkan Risiko Keselamatan Sangat Tinggi
Sejumlah pemerhati teknologi drone turut memberikan tanggapan atas video tersebut.
Mereka menjelaskan bahwa drone logistik memang dirancang untuk mengangkut barang dalam batas kapasitas tertentu. Namun, sistem keselamatannya berbeda dengan kendaraan udara yang memang dibuat untuk membawa penumpang.
Karena itu, penggunaan drone logistik sebagai alat transportasi manusia sangat tidak dianjurkan.
Apabila terjadi gangguan teknis, kehilangan daya, atau kesalahan sistem navigasi, risiko kecelakaan dapat meningkat secara signifikan.
Regulasi Juga Menjadi Perhatian
Selain faktor keselamatan, penggunaan drone untuk membawa manusia juga menimbulkan pertanyaan mengenai regulasi penerbangan.
Pengoperasian drone di ruang udara Indonesia memiliki aturan tertentu yang harus dipatuhi. Oleh sebab itu, penggunaan di luar fungsi normal berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Hal inilah yang kemudian mendorong Budianto memilih menghentikan sementara aktivitas tersebut.
Drone Pertanian Tetap Dinilai Punya Potensi Besar
Di balik kontroversi tersebut, teknologi drone sebenarnya terus dikembangkan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut drone logistik memiliki potensi besar untuk mengangkut gabah maupun hasil panen dari daerah yang belum memiliki jalan usaha tani. Dengan demikian, distribusi hasil pertanian dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Pemanfaatan teknologi seperti ini dinilai mampu mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Namun demikian, penggunaannya harus tetap sesuai standar keselamatan dan fungsi yang telah ditetapkan.
Inovasi Harus Diimbangi Edukasi
Kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang baru bagi dunia pertanian.
Akan tetapi, inovasi juga harus dibarengi dengan edukasi mengenai batas penggunaan setiap perangkat. Keselamatan operator maupun masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas utama.
Kasus video viral tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas dalam membuat konten tidak boleh mengesampingkan aspek keamanan.
Permintaan Maaf Jadi Pelajaran Berharga
Permintaan maaf yang disampaikan Budianto mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mengapresiasi sikap terbukanya yang mengakui kesalahan. Di sisi lain, banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan drone di sektor pertanian. Teknologi tersebut memang menawarkan banyak manfaat, mulai dari penyemprotan lahan hingga pengangkutan logistik. Namun, seluruh pemanfaatannya harus dilakukan sesuai prosedur dan standar keselamatan.
Dengan demikian, inovasi tetap dapat berkembang tanpa mengorbankan keselamatan manusia. Kasus viral ini akhirnya menjadi pelajaran bahwa kemajuan teknologi harus selalu disertai tanggung jawab dalam penggunaannya.
