TRIBUN GROUP – La Liga resmi membuka penyelidikan setelah muncul dugaan nyanyian bercorak ancaman yang ditujukan kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga melawan Osasuna di Stadion El Sadar, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemain asal Brasil tersebut mengalami dugaan pelecehan rasial di laga Liga Champions melawan Benfica .
Dalam pertandingan pekan ke-25 La Liga tersebut, Vinicius memang berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-73 memanfaatkan umpan Federico Valverde. Namun, gol itu tak mampu menyelamatkan Madrid dari kekalahan 1-2 setelah Raul Garcia mencetak gol kemenangan Osasuna di menit-menit akhir .
Sepanjang laga, pemain berusia 25 tahun itu menjadi sasaran siulan dan nyanyian bernada permusuhan dari suporter tuan rumah. Beberapa chant yang terdengar di antaranya “Vinicius, balon de playa” (bola pantai) yang merujuk pada kegagalannya meraih Ballon d’Or 2024, serta teriakan “tonto” yang berarti bodoh .
Yang lebih mengkhawatirkan, La Liga mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang meneliti rekaman video yang memperlihatkan sekelompok suporter Osasuna meneriakkan “Vinicius, muerete” yang berarti “Vinicius, mati” .
Catatan Kelam di El Sadar
Ini bukan pertama kalinya Vinicius menjadi korban di stadion yang sama. Pada 2023, beredar video yang menunjukkan seorang suporter Osasuna melontarkan pelecehan rasial kepadanya. La Liga saat itu mengajukan pengaduan resmi ke pengadilan Pamplona, namun kasus tersebut dihentikan sementara pada 2024 karena tidak memungkinkannya identifikasi pelaku .
Usai pertandingan, Osasuna sendiri mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan akan membuka penyelidikan internal terkait insiden di dalam stadion, termasuk bentrok antara polisi dan sejumlah suporter yang berujung pada dua penangkapan .
“Klub menyesalkan gambar-gambar yang terjadi di area dalam stadion usai pertandingan, adegan panik, dan dampaknya terhadap anggota klub yang sedang meninggalkan stadion,” demikian pernyataan resmi Osasuna .
Kronologi Pertandingan dan Respons Pelatih
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Madrid yang kini hanya unggul dua poin atas Barcelona di puncak klasemen. Gol pembuka Osasuna lahir dari penalti Ante Budimir pada menit ke-38 setelah wasit Alejandro Quintero mengubah keputusannya usai meninjau VAR. Thibaut Courtois yang sempat menunjukkan kartu kuning kepada Budimir karena dianggap diving, akhirnya harus memungut bola dari gawangnya sendiri .
Keputusan pelatih Alvaro Arbeloa menarik Valverde tak lama setelah assist-nya untuk gol Vinicius juga menuai sorotan, terutama setelah pemain pengganti Osasuna mencetak gol kemenangan.
“Dia sudah mengerahkan banyak tenaga dalam sejumlah pertandingan beruntun, meski dalam kondisi cedera. Saya memilih untuk tidak mengambil risiko,” ujar Arbeloa menjelaskan keputusannya .
Dalam konferensi pers usai laga, Arbeloa menegaskan timnya harus segera bangkit. “Saya harap ini tidak berarti apa-apa, karena dalam empat hari kami akan kembali bermain untuk hidup kami. Sebuah tim menunjukkan kekuatannya di masa-masa sulit. Tidak ada ruang untuk keraguan,” katanya .
Kasus Terpisah di Eropa
Di luar kasus Osasuna, Vinicius juga menjadi sorotan UEFA terkait dugaan pelecehan rasial yang dialaminya saat melawan Benfica di leg pertama play-off Liga Champions. Dalam laga di Lisbon itu, Vinicius memberi tahu wasit Francois Letexier tentang sesuatu yang diduga diucapkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepadanya. Wasit kemudian mengaktifkan protokol FIFA untuk insiden rasial dengan menyilangkan tangan di depan dada, menghentikan pertandingan selama 10 menit. Benfica dan Prestianni membantah keras tudingan tersebut .
Madrid kini bersiap menghadapi leg kedua melawan Benfica di Santiago Bernabeu. Laga itu juga akan menandai kembalinya Jose Mourinho ke Bernabeu untuk pertama kalinya sejak menangani Madrid pada 2010-2013 . (***)
