Bukan Karena Cedera, Ini Alasan Ahmad Alfarizi Rela Lepas Ban Kapten Arema untuk Hansamu Yama

Bukan Karena Cedera, Ini Alasan Ahmad Alfarizi Rela Lepas Ban Kapten Arema untuk Hansamu Yama

TRIBUN GROUP – Sebuah keputusan mengejutkan datang dari kubu Arema FC menjelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Ban kapten tim Singo Edan yang selama ini identik dengan Ahmad Alfarizi, untuk sementara waktu beralih ke tangan Hansamu Yama Pranata. Yang menarik, jabatan tersebut diberikan bukan karena paksaan, melainkan atas inisiatif Alfarizi sendiri.

Hansamu, yang baru bergabung pada putaran kedua musim ini sebagai pemain pinjaman dari Persija Jakarta, dipercaya memimpin rekan-rekannya di tiga pertandingan terakhir. Dari sisi senioritas dan pengabdian, Alfarizi yang merupakan ikon klub memang tak tergantikan. Namun, justru pemain berusia 35 tahun itulah yang menjadi aktor di balik tongkat estafet kepemimpinan ini.

“Saya sudah diskusi dengan Coach Marcos Santos. Intinya, Hansamu Yama layak jadi kapten tim. Apalagi dia pernah jadi kapten Timnas Indonesia,” ujar Alfarizi kepada awak media.

Momen serah terima ban kapten ini pertama kali terjadi saat laga pekan ke-19 melawan Persijap Jepara, pada 2 Februari 2026 silam. Saat itu, Alfarizi yang bermain sebagai starter harus ditarik keluar di babak kedua. Tanpa pikir panjang, ia langsung menyerahkan atribut kepemimpinan itu kepada Hansamu. Sejak pertandingan tersebut, meski kembali turun sebagai starter di laga-laga berikutnya, Alfarizi memilih untuk tidak lagi mengenakan ban kapten.

“Yang lebih penting, tim kami selalu meraih hasil positif sekarang,” tegas bek kiri kelahiran Malang tersebut.

Keputusan Alfarizi untuk “turun tahta” terbukti membawa berkah. Tangan dingin Hansamu sebagai kapten sukses mengantar Arema meraih tiga kemenangan beruntun. Sembilan poin sempurna tersebut mendongkrak posisi Arema FC di klasemen dari peringkat 12 pada akhir putaran pertama, naik signifikan ke posisi 8.

Berita Lain  Naik Rantis Barracuda dan Kemenangan Perdana untuk Shayne Pattynama di Persija

Menariknya, ini bukan kali pertama Alfarizi melakukan hal serupa. Sejak pertama kali ditunjuk sebagai kapten tim pada 2017 oleh pelatih Aji Santoso, pemain binaan Akademi Arema ini tercatat sudah dua kali melepas ban kaptennya di tengah musim. Pertama adalah saat ia menyerahkannya kepada Hamka Hamzah pada pertengahan musim 2018, dan sekarang kepada Hansamu Yama.

Kebetulan, baik Hamka maupun Hansamu memiliki kesamaan: keduanya pernah dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia. Faktor ini pula yang disebut-sebut menjadi pertimbangan utama Alfarizi dalam memilih penerus kepemimpinannya di lapangan. Meski ban kapten berpindah tangan, jiwa besar Alfarizi justru menjadi kunci dari rentetan hasil positif yang kini diraih Singo Edan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *