Dampak Bleaching Rambut: Memahami Risiko dan Cara Merawatnya

Dampak Bleaching Rambut: Memahami Risiko dan Cara Merawatnya

Pernahkah Anda melihat warna rambut pirang platinum atau pastel yang indah di media sosial, lalu tergoda untuk mencobanya? Warna-warna cerah dan menarik tersebut umumnya membutuhkan proses bleaching rambut terlebih dahulu. Bleaching adalah metode pemutihan helai rambut dengan mengangkat pigmen alami, sehingga warna baru bisa muncul maksimal . Meski hasilnya memukau, banyak orang enggan melakukan tahap ini karena takut rambut rusak . Kekhawatiran tersebut memang beralasan.

Proses bleaching rambut melibatkan bahan kimia keras yang dapat mengubah struktur rambut secara permanen. Memahami dampak bleaching rambut sebelum memutuskan melakukannya sangatlah penting. Dengan pengetahuan yang cukup, Anda bisa meminimalkan risiko dan merawat rambut tetap sehat pasca perawatan. Artikel ini akan membahas tuntas efek samping bleaching, tips aman, serta panduan perawatan rambut rusak akibat bleaching.

Memahami Proses Bleaching pada Rambut

Sebelum membahas dampaknya, kita perlu mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada rambut saat proses bleaching berlangsung.

Apa Itu Bleaching Rambut?

Bleaching rambut adalah metode untuk menghilangkan warna rambut asli dengan menggunakan bahan kimia tertentu . Proses ini bekerja dengan membuka lapisan kutikula, yaitu bagian terluar batang rambut, sehingga zat aktif dapat meresap dan memutihkan helai rambut dari dalam .

Intensitas pemutihan tergantung pada tingkat bleaching yang dilakukan. Semakin tinggi tingkatannya, semakin cerah pula warna yang dihasilkan . Warna akhir rambut setelah bleaching bisa berbeda-beda, mulai dari kuning, abu-abu, hingga putih, tergantung kondisi awal dan durasi proses .

Kandungan Kimia dalam Produk Bleaching

Produk bleaching rambut umumnya mengandung dua bahan utama yang cukup keras:

– Hidrogen peroksida: Zat ini berfungsi mengoksidasi pigmen alami rambut (melanin) dan menghilangkannya dari setiap batang rambut . Semakin tinggi konsentrasinya, semakin kuat daya angkatnya, namun juga semakin besar risikonya pada rambut .

– Amonia: Bahan ini digunakan untuk mengangkat dan membuka kutikula rambut sehingga hidrogen peroksida dan bahan pemutih lainnya dapat meresap ke dalam batang rambut .

Kombinasi kedua bahan kimia inilah yang membuat bleaching sangat efektif mencerahkan rambut, sekaligus menjadi penyebab utama kerusakan.

Dampak Bleaching Rambut pada Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala

Setelah memahami prosesnya, mari kita telaah satu per satu dampak bleaching rambut yang perlu Anda waspadai.

1. Rambut Menjadi Kering dan Kehilangan Kelembapan

Dampak bleaching rambut yang paling umum dan langsung terasa adalah kekeringan. Proses bleaching membuka kutikula dan merusak asam lemak di batang rambut, sehingga rambut kehilangan lapisan pelindung alaminya . Akibatnya, rambut tidak bisa menahan kelembapan dengan baik dan menjadi sangat kering. Penelitian menunjukkan bahwa bleaching juga menghancurkan 15-20% ikatan protein dalam rambut, yang membuat rambut semakin poros dan mudah kehilangan air .

2. Rambut Menjadi Rapuh, Mudah Patah, dan Rontok

Selain kering, rambut yang di-bleaching akan menjadi lebih rapuh dan kurang elastis dibanding sebelumnya . Kerusakan protein akibat bahan kimia membuat batang rambut melemah . Risiko ini akan semakin besar jika bleaching dilakukan terlalu sering atau dengan konsentrasi krim yang terlalu tinggi . Akibatnya, rambut mudah patah di tengah batang atau bahkan rontok dari akarnya .

3. Rambut Kehilangan Keratin dan Menjadi Sulit Diatur

Keratin adalah protein penting yang melapisi rambut dan menjaganya tetap sehat, halus, serta berkilau . Sayangnya, bleaching rambut mampu mengikis keratin ini . Tanpa keratin yang cukup, rambut menjadi rapuh, mengembang, kusut, dan sulit diatur . Ini adalah dampak bleaching rambut yang paling sering dikeluhkan karena mengubah tekstur rambut secara drastis.

4. Ujung Rambut Bercabang dan Kerusakan Struktur

Studi menggunakan mikroskop elektron (SEM) mengungkapkan bahwa setelah bleaching, sisik kutikula rambut menjadi tidak beraturan dan terangkat . Kerusakan struktural ini menyebabkan rambut kehilangan kekuatan tariknya . Jika dibiarkan, kondisi ini akan merambat ke ujung rambut yang kemudian pecah dan bercabang . Proses ini menciptakan lingkaran setan: rambut rusak, ujungnya bercabang, lalu patah, sehingga rambut tampak tipis dan tidak sehat.

Berita Lain  Pico Laser untuk Apa? Mengenal Fungsi, Manfaat, dan Hal yang Perlu Diketahui

5. Iritasi Kulit Kepala dan Risiko Luka Bakar

Kandungan hidrogen peroksida dan amonia tidak hanya berdampak pada batang rambut, tetapi juga pada kulit kepala. Bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi, terutama jika kulit kepala Anda sensitif . Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa aplikasi bahan bleaching dengan hidrogen peroksida 9% menyebabkan pembengkakan parah, penipisan lapisan epidermis, dan bahkan pembentukan lepuh di bawah lapisan kulit . Dalam kasus ekstrem, konsentrasi hidrogen peroksida di atas 10% dapat memicu luka bakar atau luka melepuh pada kulit kepala yang sensitif .

6. Reaksi Alergi dan Sensitivitas Kimia

Sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi terhadap bahan kimia dalam produk bleaching. Gejalanya meliputi kulit gatal serta muncul ruam pada wajah, kelopak mata, telinga, dan leher . Beberapa orang juga sangat sensitif terhadap zat seperti paraphenylenediamine (PPD) atau isopropyl alcohol yang dapat memicu sakit kepala hebat, migrain, bahkan mual selama berhari-hari .

7. Potensi Risiko Jangka Panjang (Kanker)

Beberapa penelitian mengaitkan paparan bahan kimia dalam pewarna dan pemutih rambut dengan peningkatan risiko penyakit tertentu, seperti leukemia, limfoma, dan kanker kandung kemih . Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, riset menunjukkan bahwa penata rambut yang terpapar bahan kimia ini setiap hari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kandung kemih . Ini tentu menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang sering melakukan bleaching.

Tips Aman Melakukan Bleaching Rambut

Jika setelah membaca berbagai dampak di atas Anda tetap ingin melakukan bleaching, ada beberapa cara untuk meminimalkan risikonya.

Lakukan di Salon Profesional

Sangat dianjurkan untuk melakukan bleaching rambut di salon daripada melakukannya sendiri di rumah . Pilihlah salon dengan penata rambut yang terlatih dan berpengalaman dalam prosedur pewarnaan . Mereka tahu cara mengaplikasikan produk dengan aman, memantau perkembangan warna, dan menghindari kontak berlebihan dengan kulit kepala.

Lakukan Tes Alergi Terlebih Dahulu

Sebelum bleaching, lakukan tes alergi dengan mengoleskan sedikit krim bleaching ke siku bagian dalam . Diamkan selama 24–48 jam. Jika muncul rasa gatal, kemerahan, atau bengkak, jangan gunakan produk tersebut .

Pastikan Rambut dalam Kondisi Sehat

Bleaching rambut sebaiknya dilakukan saat rambut benar-benar sehat . Tunda perawatan ini jika rambut sedang kering, kusam, atau baru saja menjalani perawatan kimia lain seperti smoothing . Untuk memperkuat rambut, gunakan masker dari minyak kelapa atau minyak zaitun secara rutin selama 15–30 hari sebelum bleaching .

Jangan Melebihi Waktu yang Dianjurkan

Ikuti petunjuk waktu pemakaian pada kemasan dengan cermat. Jangan diamkan krim bleaching lebih dari 30 menit untuk meminimalkan kerusakan . Perhatikan perubahan warna setiap beberapa menit dan segera bilas jika warna sudah mencapai tingkat yang diinginkan .

Panduan Perawatan Rambut Pasca Bleaching

Perawatan setelah bleaching sama pentingnya dengan proses itu sendiri. Berikut langkah-langkah merawat rambut rusak akibat bleaching.

Gunakan Produk Perawatan Khusus

Pilih sampo dan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk rambut di-bleaching atau diwarnai . Produk ini biasanya mengandung bahan pelembap ekstra seperti keratin, argan oil, atau protein untuk membantu memperbaiki rambut yang rusak . Hindari produk yang mengandung sulfat karena dapat membuat rambut semakin kering .

Kurangi Frekuensi Keramas

Mencuci rambut terlalu sering akan menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan rambut . Cukup keramas 2-3 kali seminggu dengan air dingin atau hangat kuku agar kelembapan alami tetap terjaga .

Berita Lain  Body Lotion dan Body Scrub: Apa Sih Bedanya? Ini Manfaat & Cara Pakai yang Tepat

Gunakan Masker Rambut Secara Rutin

Lakukan perawatan deep conditioning atau masker rambut setidaknya seminggu sekali . Pilih masker dengan bahan alami seperti shea butter, coconut oil, atau aloe vera . Anda juga bisa membuat masker sendiri dari minyak zaitun dan madu, atau yogurt yang kaya protein .

Aplikasikan Minyak Alami

Minyak alami sangat baik untuk memulihkan rambut rusak:
– Minyak kelapa: Membantu mengurangi kehilangan protein dan menjaga kelembapan .
– Minyak zaitun: Menambah kilau dan kelembutan pada ujung rambut .
– Minyak argan: Kaya antioksidan yang melindungi rambut dari kerusakan lebih lanjut .
– Minyak almond: Mengandung vitamin E dan protein yang memperkuat rambut .

Oleskan minyak pada kulit kepala dan rambut sebelum keramas, diamkan 1-2 jam, lalu bilas .

Hindari Alat Styling Bersuhu Panas

Setelah bleaching, rambut menjadi lebih rentan terhadap panas . Kurangi penggunaan pengering rambut, catokan, dan curling iron . Jika terpaksa menggunakannya, aplikasikan produk pelindung panas (heat protectant) terlebih dahulu .

Lindungi Rambut dari Sinar Matahari

Paparan sinar UV dapat memperparah kerusakan rambut yang di-bleaching . Gunakan topi bertepi lebar atau payung saat beraktivitas di luar ruangan . Anda juga bisa menggunakan produk rambut yang mengandung UV filter .

Rajin Memotong Ujung Rambut

Rambut yang di-bleaching cenderung lebih mudah bercabang . Potong ujung rambut secara rutin setiap 6-8 minggu untuk menjaga kesehatannya dan mencegah kerusakan merambat ke atas .

Mitos dan Fakta Seputar Bleaching Rambut

Beberapa informasi keliru beredar di masyarakat tentang bleaching. Mari kita luruskan.

Mitos: Kerusakan Bleaching Bisa Dipulihkan Total

Faktanya, tidak ada cara menghilangkan bekas bleaching secara instan untuk mengembalikan kondisi rambut seperti semula . Kerusakan akibat bleaching bersifat permanen pada batang rambut yang sudah terlanjur rusak. Yang bisa dilakukan adalah merawat rambut baru yang tumbuh dan menunggu rambut rusak terpotong secara alami .

Mitos: Semakin Tinggi Volume Developer, Semakin Baik

Faktanya, pemilihan volume developer harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan rambut. Developer dengan volume 40 memang memiliki daya angkat paling kuat, namun juga paling berisiko merusak rambut . Hair stylist profesional akan memilih developer yang tepat berdasarkan ketebalan, tekstur, dan riwayat perawatan rambut Anda.

Mitos: Bleaching Sekali Langsung Bisa Putih Platinum

Faktanya, rambut akan melewati beberapa tahap warna selama proses oksidasi, dari cokelat, merah, oranye, hingga kuning pucat . Mencapai warna platinum biasanya membutuhkan lebih dari satu kali proses bleaching dengan jeda waktu agar rambut bisa pulih .

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah bleaching Anda mengalami gejala berikut, segera konsultasikan ke dokter kulit:
– Iritasi kulit kepala yang tidak kunjung reda
– Rasa sakit atau nyeri saat menyentuh rambut
– Muncul ruam, bengkak, atau lepuh di kulit kepala
– Rambut rontok parah dalam jumlah banyak
– Reaksi alergi seperti gatal di wajah dan leher

Kesimpulan

Bleaching rambut adalah proses kimia keras yang dapat memberikan dampak bleaching rambut signifikan, mulai dari kekeringan, kerapuhan, kerontokan, hingga iritasi kulit kepala dan risiko kesehatan jangka panjang. Kerusakan yang terjadi bersifat permanen pada batang rambut yang sudah terlanjur diputihkan.

Namun, dengan pemahaman yang baik dan persiapan matang, risiko tersebut bisa diminimalkan. Lakukan bleaching di salon profesional, pastikan rambut dalam kondisi sehat, dan pahami bahwa proses ini membutuhkan komitmen perawatan jangka panjang pasca bleaching.

Jika Anda tetap ingin melakukannya, siapkan diri untuk merawat rambut dengan produk khusus, mengurangi paparan panas, dan rutin memotong ujung rambut. Ingat, keindahan warna rambut sejatinya akan terpancar optimal jika diimbangi dengan kesehatan rambut itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *