TRIBUN GROUP – Mimpi Timnas Indonesia U-17 untuk terbang tinggi di Piala Asia U-17 2026 langsung diuji sejak dini. Hasil undian resmi yang digelar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Kamis (12/2/2026) siang WIB, menempatkan Garuda Muda di Grup B bersama tiga raksasa Asia: Jepang, China, dan Qatar .
Bukan sekadar grup berat. Grup B layak menyandang predikat grup neraka karena seluruh lawan Indonesia pernah merasakan manisnya gelar juara Piala Asia U-17. Jepang adalah pengoleksi trofi terbanyak dengan empat gelar. China dua kali menjadi kampiun. Qatar sekali juara pada 1990 dan beberapa kali runner-up .
Bagi Indonesia, undian ini bukan hanya tantangan, melainkan juga panggung pembuktian. Era baru kepelatihan Kurniawan Dwi Yulianto akan langsung diuji oleh tim-tim dengan tradisi panjang pembinaan usia muda.
Jepang: Kolektor Empat Gelar yang Haus Prestasi
Jepang bukan nama asing di level junior Asia. Tim Negeri Sakura tercatat sebagai negara paling sukses sepanjang sejarah turnamen dengan empat trofi (1994, 2006, 2018, 2023) . Gelar terbaru mereka raih pada edisi 2023, menandakan bahwa regenerasi pemain berjalan mulus tanpa jeda.
Sistem pembinaan usia muda Jepang sering dijadikan kiblat Asia. Konsistensi mereka dalam melahirkan talenta berkualitas membuat tim ini selalu dijagokan di setiap ajang. Bagi Indonesia, laga kontra Jepang akan menjadi tolok ukur sejauh mana jarak dengan kekuatan elite Asia belum terpangkas.
China dan Qatar: Pengalaman Panjang yang Tak Bisa Diremehkan
China mungkin tengah mengalami pasang surut di level senior. Namun di kelompok umur, The Dragon’s Team tetap menjadi lawan berbahaya. Dua gelar juara pada 1992 dan 2004 menjadi bukti bahwa mereka memiliki infrastruktur pembinaan yang mumpuni .
Sementara itu, Qatar adalah spesialis final. Selain juara pada 1990, The Maroons beberapa kali finis sebagai runner-up . Menjelang Piala Dunia U-17 2026 yang juga mereka gelar sebagai tuan rumah, Qatar dipastikan mematangkan skuadnya. Pertemuan dengan Indonesia bisa menjadi ujian pramusim yang ideal bagi mereka.
Era Kurniawan Dimulai: Antara Harapan dan Target Lolos Piala Dunia
Timnas Indonesia U-17 akan dipimpin oleh Kurniawan Dwi Yulianto, legenda striker Timnas yang akrab disapa Si Kurus. Ia resmi menggantikan Nova Arianto yang kini fokus menangani Timnas U-20 dan menjadi asisten John Herdman di skuad senior .
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menegaskan bahwa pengalaman internasional Kurniawan menjadi pertimbangan utama penunjukannya.
“Kami mempertimbangkan pengalaman internasional dan klub. Coach Kurniawan sudah terbiasa ikut di kami di berbagai event seperti AFF, SEA Games, Asian Games. Kami pikir ia cukup mampu membawa tim ini,” ujar Sumardji .
Target yang diberikan jelas: lolos ke Piala Dunia U-17. Sebuah misi berat mengingat hanya delapan tim terbaik dari turnamen ini yang berhak terbang ke putaran final Piala Dunia di Qatar .
Warisan Nova: Masukan Berharga untuk Penerus
Meski telah digantikan, Nova Arianto tidak pergi begitu saja. Dalam dua laga uji coba melawan China yang berakhir dengan kekalahan tipis 2-3, Nova tetap memberikan catatan penting untuk Kurniawan .
Nova merekomendasikan pemusatan latihan di Yogyakarta yang dinilai ideal dari segi fasilitas dan iklim. Lebih dari itu, ia mendesak agar Garuda Asia menjalani minimal 17 laga uji coba internasional.
“Saya memberikan masukan agar pemain harus mendapatkan jam uji coba internasional. Itu sangat penting karena mereka masih di level EPA. Banyak pemain kurang percaya diri saat laga pertama,” ungkap Nova .
Rekomendasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kurniawan. Mentalitas dan pengalaman menjadi PR yang tak kalah penting dari taktik.
Peta Persaingan: Delapan Tiket Dunia, Tekanan Sejak Dini
Piala Asia U-17 2026 akan berlangsung di Arab Saudi pada 5–22 Mei 2026 . Sebanyak 16 negara bersaing di empat grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup otomatis melaju ke perempat final sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar .
Dengan komposisi Grup B saat ini, tidak ada satu pun laga yang bisa dianggap enteng. Jepang, China, dan Qatar datang dengan status juara. Indonesia datang dengan status pemutus tradisi.
Pendapat saya pribadi, undian ini justru bisa menjadi berkah tersembunyi. Dalam dua edisi terakhir, Indonesia menunjukkan progres: dari sekadar peserta menjadi tim perempat final. Mentalitas menghadapi tim besar harus dibangun sejak dini, bukan dihindari.
Kurniawan tidak punya waktu untuk adaptasi panjang. Ia harus langsung bekerja dengan skuad yang mayoritas masih minim pengalaman internasional. Namun dalam sepak bola usia muda, sejarah tidak selalu menentukan. Keberanian, kerja sama tim, dan ketepatan strategi bisa menjadi perata jalan.
Garuda Muda akan terbang ke Saudi sebagai tim non-unggulan. Tapi mereka tidak terbang sendirian. Ada 280 juta pasang mata yang akan menanti, dan satu mimpi besar yang belum pernah terwujud: berdiri sejajar dengan raksasa Asia.
Hasil Drawing Piala Asia U-17 2026
Grup A
– Arab Saudi
– Tajikistan
– Thailand
– Myanmar
Grup B
– Jepang
– Indonesia
– China
– Qatar
Grup C
– Korea Selatan
– Yaman
– Vietnam
– Uni Emirat Arab
Grup D
– Uzbekistan
– Australia
– India
– Korea Utara
Sumber: AFC, berbagai media
