TRIBUN GROUP – Persebaya Surabaya tidak tinggal diam di tengah sengitnya persaingan BRI Super League 2025/2026. Bajul Ijo resmi memperkuat lini pertahanan dengan merekrut dua pemain lokal, Ahmad Mujtaba Ilham dan Riyan Ardiansyah. Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa tim kebanggaan Bonek Mania serius menjaga konsistensi performa sepanjang musim.
Kedua pemain didatangkan khusus untuk menambah daya gedor di sektor bek kanan. Manajemen bersama tim pelatih menilai posisi tersebut membutuhkan opsi lebih banyak mengingat padatnya jadwal kompetisi.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa persaingan internal saat ini bukan sekadar pemanis. Menurut pelatih asal Portugal itu, kompetisi sehat antarpemain adalah kebutuhan mendesak yang akan berdampak langsung pada kualitas permainan tim.
“Kami membutuhkan kompetisi di dalam tim. Jika melihat, banyak pemain lokal keluar dan tidak ada yang masuk,” ujar Tavares dalam sesi latihan di Lapangan Thor, Surabaya, Selasa (10/2/2026).
Riyan Ardiansyah: Pengalaman PSIS Jadi Nilai Jual
Riyan Ardiansyah dipilih karena dinilai memiliki jam terbang cukup serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi. Mantan pemain PSIS Semarang ini memang menit bermainnya terbatas musim lalu. Namun, Tavares melihat potensi besar yang belum sepenuhnya tergali.
Pengalaman Riyan saat memperkuat PSIS di kompetisi tertinggi menjadi pertimbangan utama. Tavares yakin sang pemain mampu membantu tim dalam situasi-situasi krusial, terutama saat menghadapi tekanan lawan.
Meski begitu, juru taktik berusia 45 tahun itu tidak menutup mata terhadap kondisi fisik Riyan yang belum sepenuhnya ideal. Minimnya jam bermain sepanjang musim lalu membuat adaptasi fisik menjadi tantangan awal.
“Ya, karena dia tidak bermain sepanjang musim, staminanya belum bagus. Tapi, kami akan mencobanya,” imbuh Tavares.
Ahmad Mujtaba Ilham: Jebolan Akademi yang Pulang ke Rumah
Sementara itu, Ahmad Mujtaba Ilham bukan nama baru di lingkungan Persebaya. Ia merupakan lulusan Persebaya U-20 dan sempat memperkuat tim internal PSAL sebelum akhirnya mendapat promosi ke skuad senior.
Manajemen merekrut Ilham untuk memperluas opsi pemain lokal yang mampu bermain di lebih dari satu posisi. Tavares menilai keseimbangan antara pemain muda dan berpengalaman sangat krusial dalam membangun tim solid musim ini.
“Karena kami memiliki banyak pemain muda, sebaiknya kami juga membawa pemain yang lebih berpengalaman, yang bisa bermain di lebih dari satu posisi,” imbuh Tavares.
Ilham diharapkan mampu bersaing langsung dengan Catur Pamungkas yang saat ini menjadi pilihan utama di bek kanan. Selain itu, Koko Ari juga kerap diplot sebagai fullback dan telah menunjukkan performa menjanjikan.
Sektor Bek Kanan Makin Panas
Dengan masuknya Riyan dan Ilham, posisi bek kanan Persebaya kini dihuni empat nama. Situasi ini menciptakan persaingan ketat yang diinginkan Tavares sejak awal.
Pelatih asal Portugal itu percaya bahwa persaingan internal yang sehat akan memaksa setiap pemain bekerja ekstra. Tidak ada tempat bagi rasa nyaman berlebihan. Setiap latihan dan menit bermain harus diperjuangkan.
Langkah Persebaya merekrut dua pemain lokal ini juga menegaskan komitmen klub dalam mengembangkan talenta dalam negeri. Di tengah gempuran pemain asing, Bajul Ijo tetap memberi ruang bagi putra daerah untuk unjuk gigi.
Dengan komposisi skuad yang semakin dalam, Persebaya optimistis menjaga konsistensi di papan atas. Para pendukung setia pun menanti aksi perdana Riyan dan Ilham dalam laga resmi berseragam hijau-hijau kebanggaan. (***)
