TRIBUN GROUP – Rencana AC Milan untuk membangun kekuatan baru di lini depan pada musim panas mendatang mengalami pembelokan drastis. Target utama mereka, penyerang Prancis Jean-Philippe Mateta, secara resmi keluar dari radar setelah gagal melewati tes medis yang mengungkap masalah kronis pada lututnya.
Menurut laporan eksklusif dari Tuttosport, kondisi fisik Mateta dianggap terlalu berisiko oleh tim medik Rossoneri, meskipun secara teknis pemain berusia 28 tahun itu awalnya dinilai sebagai profil ideal untuk sistem permainan pelatih Massimiliano Allegri.
Kean Naik Peringkat, Tapi dengan Harga Mahal
Kegagalan tersebut memaksa Direktur Olahraga Milan, Giorgio Furlani, dan CEO, Giorgio Furlani, untuk segera mengaktifkan skenario cadangan. Dalam situasi yang mendesak—dipicu oleh ketidakpastian masa depan Santiago Gimenez dan status pinjaman Niclas Fullkrug—nama Moise Kean kini muncul sebagai favorit utama.
Penyerang timnas Italia yang membela Fiorentina ini memiliki keunggulan: familiaritas dengan taktik Allegri dari masa kerja sama mereka di Juventus. Catatan 19 gol dan 3 assist milik Kean di Serie A musim lalu menjadi bukti produktivitasnya. Namun, jalan menuju San Siro tidak murah. Milan harus merogoh kocek hingga 62 juta euro (sekitar Rp 1,2 triliun) untuk mengaktifkan klausul pelepasan pemain yang baru berlaku mulai pertengahan Juli.
Vlahovic Terlalu Mahal, Jesus Masuk Radar
Selain Kean, manajemen Milan juga sedang mengkaji opsi lain yang tak kalah berat. Dusan Vlahovic dari Juventus masuk dalam daftar, namun terkendala oleh beban finansial yang luar biasa. Data dari Capology mengungkap Vlahovic sebagai pemain bergaji tertinggi di Juventus untuk musim 2025/2026, dengan angka yang mencapai sekitar 20 juta euro per tahun (Rp 444 miliar), belum termasuk komisi agen yang disebut-sebut sebagai “penghalang utama.”
Opsi ketiga yang dinilai lebih realistis dan menarik adalah Gabriel Jesus. Penyerang Arsenal asal Brasil ini kembali memantik minat Milan setelah pulih dari cedera panjang. Spekulasi kian menguat menyusul keputusan Jesus untuk merekrut agen asal Italia, yang diinterpretasikan sebagai sinyal kesiapan membuka babak baru di Serie A.
Mengumpulkan Dana Perang dari “Departure Lounge”
Untuk mendanai operasi transfer striker mahal tersebut, Milan melakukan strategi finansial agresif dengan memonetisasi pemain-pemain yang sedang dipinjamkan. Menurut analisis Calciomercato, berikut proyeksi pemasukan yang hampir pasti:
- Tommaso Pobega: Akan dibeli permanen oleh Bologna senilai 8 juta euro.
- Alvaro Morata: Dijual ke Como dengan harga 15 juta euro (keuntungan modal 5,25 juta euro).
- Lorenzo Colombo: Opsi beli Genoa sebesar 10 juta euro jika bertahan di Serie A.
- Samuel Chukwueze: Fulham berpeluang mengaktifkan opsi beli senilai 28 juta euro.
- Filippo Terracciano: Cremonese berpotensi membayar 3,5 juta euro.
Dari transaksi tersebut, Milan diproyeksikan mengantongi minimal 65 juta euro (Rp 1,2 triliun). Angka ini bisa membengkak signifikan menjadi 94 juta euro (Rp 1,87 triliun) jika opsi pembelian untuk Yunus Musah (20,5 juta euro oleh Atalanta) dan Ismael Bennacer (10 juta euro oleh Dinamo Zagreb) juga terealisasi.
Dana segar inilah yang akan menjadi tulang punggung bagi Allegri dan manajemen untuk tidak hanya mencari pengganti Mateta, tetapi membentuk ulang skuad yang mampu bersaing di level tertinggi Eropa musim depan. Perburuan striker baru Milan telah dimulai, dengan tekanan tinggi untuk tidak gagal untuk kedua kalinya. (***)
