TRIBUN GROUP — Persik Kediri harus menelan pil pahit kekalahan telak 0-4 dari Malut United dalam lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (24/1/2026). Kekalahan ini langsung disusul dengan pernyataan kontroversial dari pelatih Macan Putih, Marcos Reina, yang menyebut keputusan wasit dan kondisi cuaca ekstrem sebagai faktor penentu kekalahan timnya.
Laga berjalan imbang hingga menit ke-21, ketika nasib Persik berbalik. Bek Rezaldi Hehanusa menerima kartu merah langsung dari wasit Aprisman Aranda. Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Laskar Kie Raha langsung menggila. Ciro Alves membuka keunggulan pada menit ke-27, disusul dua gol kilat dari David Da Silva (36’) dan Yakob Sayuri (38’) sebelum jeda. Tyronne Del Pino menggenapkan pesta gol menjadi 4-0 lima menit setelah babak kedua dimulai.
Dalam konferensi pers usai laga, arsitek asal Spanyol itu tidak menyembunyikan kekecewaannya, terutama pada insiden kartu merah. “Kami tampil baik pada 20 menit awal permainan. Tapi semuanya berubah total, setelah pemain kami kena kartu merah. Wasit memutuskan untuk membunuh permainan hari ini,” protes Reina dengan nada tinggi. “Wasit mungkin tidak tahu bagaimana kejadiannya. Kita lihat itu seharusnya bukan kartu merah.”
Reina mengakui bermain dengan sepuluh pemain melawan tim sekualitas Malut United adalah misi yang hampir mustahil. “Jadi susah kita tampil sepuluh orang melawan tim dengan materi bagus seperti Malut United. Tapi kami juga membuat beberapa kesalahan yang tidak perlu dilakukan,” ujarnya, mencoba bersikap fair dengan mengakui kesalahan internal.
Selain faktor wasit, Reina juga menjadikan kondisi cuaca Ternate yang terik sebagai “kambing hitam” lainnya. Ia mengklaim panas yang menyengat mempercepat penurunan stamina anak asuhnya. “Cuaca panas juga berpengaruh pada daya tahan pemain. Mereka main bagus di awal. Kita punya peluang dari Wigi Pratama dan Jose Enrique. Kemudian stamina cepat turun karena sengatan suhu panas,” tuturnya.
Kekalahan ini merupakan pukulan berat bagi ambisi Persik di papan atas klasemen. Di sisi lain, kemenangan gemilih ini semakin mengokohkan posisi Malut United sebagai kekuatan baru yang disegani. Kritik terbuka Reina terhadap wasit berpotensi menarik perhatian komite disiplin PT LIB, yang bisa berujung pada sanksi lebih lanjut bagi pelatih maupun klub.
Pertanyaan kini bergantung pada bagaimana Persik Kediri bangkit dari kekalahan mental ini dan apakah manajemen tim akan mendukung penuh keluhan pelatih atau justru menginginkan evaluasi yang lebih objektif terhadap performa tim di lapangan. (***)
