TRIBUN GROUP – Kemilau emas Trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya menyapa publik Indonesia, menghiasi Jakarta Convention Center (JCC) dalam pameran istimewa. Trofi yang menjadi simbol supremasi sepak bola dunia itu dibawa langsung dalam rangkaian FIFA World Cup Trophy Tour, dan diperkenalkan secara khidmat oleh legenda Timnas Brasil sekaligus juara dunia 2002, Gilberto Silva.
Acara yang menjadi puncak dari tur trofi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, dan CEO Coca-Cola Indonesia Xavi Selga.
“Punya kesempatan untuk memenangkannya dengan Brasil rasanya sangat luar biasa,” ungkap Gilberto Silva dengan penuh kebanggaan, sesaat sebelum membuka selubung trofi setinggi 36,8 cm dan berbobot 6 kg tersebut di hadapan undangan.
Makna Kemenangan yang Melampaui Diri Sendiri
Dalam kesempatan itu, Gilberto Silva yang kini berusia 49 tahun, berbagi refleksi mendalam tentang makna mengangkat trofi paling bergengsi itu. Sebagai salah satu pilar tengah yang bermain penuh 90 menit sepanjang Brasil juara di Piala Dunia 2002, ia menekankan bahwa kemenangan itu adalah untuk seluruh bangsa.
“Karena ketika menang, itu kita tidak menang untuk diri sendiri, tapi negara, orang tua, saudara-saudara kita. Orang-orang di negara tentu berharap untuk merasakan momen kemenangan itu,” kata pemain yang pernah membela Arsenal tersebut.
Ia menambahkan, nilai sebenarnya dari kemenangan justru baru terasa seiring waktu. “Ketika kami menang memang kami belum benar-benar paham apa arti memenangkan Piala Dunia, tetapi seiring waktu, kami belajar betapa berartinya itu, dan betapa itu menjadi hal yang penting untuk menginspirasi generasi muda,” sambungnya.
Perjalanan Trofi dari Halim hingga JCC
Trofi ikonik ini tiba di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis pagi, setelah sebelumnya dipamerkan di Malaysia. Rombongan trofi kemudian dikawal menuju JCC untuk diserahkan dalam acara seremonial.
Gilberto Silva juga menekankan betapa trofi yang secara fisik hanya seberat 6 kg itu memikul beban harapan yang sangat berat dari seluruh dunia. “Seperti yang bisa Anda lihat, ukuran dan beratnya, itu 6 kg, bagi saya itu angka yang kecil. Namun, kalau diukur bagaimana itu berarti buat negara dan orang-orang di dunia… Makanya ini adalah bagian dari tanggung jawab,” paparnya.
Kehadiran trofi di JCC menjadi kesempatan langka dan bersejarah bagi masyarakat Indonesia, khususnya pecinta sepak bola, untuk menyaksikan langsung mahakarya yang telah diperebutkan oleh para legenda sepak bola dunia. Pameran ini diharapkan tak hanya memuaskan kerinduan, tetapi juga menginspirasi mimpi anak-anak Indonesia untuk suatu hari nanti bisa mengangkat trofi yang sama. (***)
