Kejahatan di Sibiu Berakhir di Kerobokan: Buronan Interpol Ditangkap di Bali

Buronan Interpol Ditangkap di Bali: Sembunyi 2 Tahun

TRIBUN GROUP – Selama hampir dua tahun, kehidupan di sebuah vila sederhana di Kerobokan, Denpasar, tampak tenang. Seorang pria asing hidup tanpa riuh, bergantung pada nafkah istrinya, dan berusaha menyatu dengan damainya Pulau Dewata. Namun, ketenangan itu hanyalah topeng yang rapuh. Di baliknya tersembunyi identitas Costinel Cosmin Zuleam (33), seorang buronan kelas kakap asal Rumania yang namanya tercantum dalam daftar Red Notice Interpol, tertuduh otak di balik perampokan sadis dan pembunuhan berencana.

Topeng itu akhirnya terkoyak pada Kamis (15/1) lalu. Tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan Kapolda Bali berhasil membekuk pria yang dijuluki “individu sangat berbahaya” itu di tempat persembunyiannya. Penangkapan ini mengakhiri pengejaran panjang terhadap seorang buronan yang dituding sebagai dalang pembunuhan pengusaha ternama Adrian Kreiner di Sibiu, Rumania, pada November 2023.

Strategi Senyap dan Perkawinan Siri

Kabag Jaringan Transnasional (Kabagjatranin) Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol Ricky Purnama, mengungkapkan Zuleam menjalani strategi pelarian yang sangat hati-hati. “Dia berusaha untuk tidak terlalu mencolok,” ujar Ricky dalam jumpa pers di Mapolda Bali, Selasa (20/1) malam.

Untuk mengubur jejak masa lalunya, Zuleam diketahui menikahi seorang warga negara Indonesia (WNI) secara siri. Menariknya, sang istri sama sekali tidak menyadari bahwa sosok yang ia nikahi adalah salah satu buronan paling dicari di Eropa. “Istrinya tidak mengetahui bahwa status dia adalah pelarian,” tegas Ricky.

Pria asal Rumania itu pun memutuskan untuk tidak bekerja dan sepenuhnya menggantungkan hidup pada sang istri. “Jadi yang berpenghasilan justru pasangannya. Istrinya ini yang menjadi support system kehidupan dia selama pelarian,” tambah Ricky, menggambarkan siasat Zuleam untuk menghindari sorotan.

Berita Lain  Bos Judi Online She Zhijiang Diekstradisi ke China Setelah Ditahan Tiga Tahun di Thailand

Brutalitas Kejahatan di Sibiu

Aksi kriminal yang membawanya menjadi target Interpol terjadi pada 6 November 2023. Bersama dua komplotannya, Zuleam menyusup ke rumah Adrian Kreiner di Sibiu. Menurut penjelasan Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, aksi mereka penuh kekejaman.

“Mereka mengenakan balaclava, melakukan penyiksaan ekstrem terhadap korban hingga meninggal dunia, dan mengancam anak perempuan korban dengan senjata api,” papar Mulyawarman.

Korban dikabarkan diikat dan disiksa hingga mengalami penderitaan hebat sebelum akhirnya tewas di rumah sakit. Para pelaku lantas melarikan diri dengan membawa barang jarahan berupa 16 jam tangan mewah bernilai sekitar 200.000 Euro atau setara Rp 3,97 miliar.

Setelah kejadian, jejak Zuleam menghilang. Dua rekannya berhasil ditangkap di Irlandia dan Skotlandia, serta telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Namun, sang otak diduga justru telah melintas benua dan menemukan persembunyian di Bali.

Keberhasilan penangkapan ini merupakan buah dari kerja sama dan pertukaran informasi intelijen yang intensif antara Interpol dan aparat Indonesia. Saat ini, Zuleam ditahan di Bali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sebelum rencananya dilakukan proses ekstradisi untuk memenuhi panggilan pengadilan di Rumania.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa Indonesia, meski terkenal dengan keramahannya, bukanlah tempat berlindung bagi para penjahat internasional. Jaring hukum global, yang diperkuat oleh kerja sama seperti Interpol, terus mengintai, menunggu satu kesalahan kecil untuk mengakhiri pelarian paling cermat sekalipun. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *