TRIBUN GROUP – Turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara, ASEAN Cup 2026, akan menggelar edisi ke-16 dengan format dan jadwal yang mengalami perubahan. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026—bergeser dari tradisi akhir tahun—dan akan diikuti oleh 10 negara anggota.
Format baru yang ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) akan menerapkan sistem single round-robin di fase grup dengan venue terpusat. Babak semifinal dan final selanjutnya akan dilaksanakan dengan sistem kandang-tandang. Vietnam merupakan juara bertahan setelah mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti di final edisi 2024 lalu.
Bagi Timnas Indonesia, turnamen ini menjadi ajang pembuktian pertama di bawah komando pelatih kepala baru, John Herdman, yang baru saja resmi ditunjuk PSSI. Harapan besar disandang pada sosok yang pernah membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 tersebut, terutama untuk menebus performa buruk pada edisi sebelumnya.
Herdman: ASEAN Cup adalah Peluang Evaluasi, Bukan Ajang Pemain Top
Namun, dalam konferensi pers perkenalannya, Herdman sudah memberikan sinyal bahwa pendekatannya terhadap ASEAN Cup 2026 akan berbeda. Pelatih asal Inggris itu mengungkapkan kesulitan potensial dalam menurunkan pemain-pemain bintang Garuda yang membela klub di luar negeri, karena turnamen ini akan berlangsung di luar jendela internasional FIFA.
“Turnamen di Juli dan Agustus akan berbeda, itu sulit untuk membawa para pemain tingkat satu atau dua untuk event itu karena mereka harus berkomitmen dengan klub masing-masing,” jelas Herdman.
Alih-alih memaksakan kehadiran para pemain diaspora atau bintang utama, Herdman justru memandang ASEAN Cup sebagai peluang strategis untuk mengevaluasi kedalaman skuad nasional. Ia berencana memberikan panggung bagi pemain-pemain yang mungkin tidak mendapat kesempatan pada agenda FIFA Series di Maret 2026 atau laga-laga persahabatan di jendela internasional lainnya.
“Saya pikir turnamen (ASEAN Cup 2026) akan menjadi kesempatan bagus bagi saya untuk memahami kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia, untuk memberi kesempatan untuk mereka yang tidak mendapatkan kesempatan di bulan Maret… atau pada bulan Juni,” paparnya lebih lanjut.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Herdman mungkin akan membangun skuad hybrid untuk ASEAN Cup, yang mengombinasikan beberapa pilar utama dengan wajah-wajah baru dari liga domestik. Strategi ini tidak hanya untuk mengakali kendala ketersediaan pemain, tetapi juga untuk membangun kompetisi internal dan menemukan bakat-bakat tersembunyi yang dapat memperkuat tim inti Garuda untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. ASEAN Cup 2026 pun dipastikan akan menjadi laboratorium pertama bagi Herdman dalam membentuk identitas barunya untuk Timnas Indonesia. (***)
